Selasa, 26 Juni 2012


“WAHAI PARA PEMIMPIN”
BISMILLAH, ok kita mulai dengan blog  pertama gua “padahal dah banyak gua bikin blog”hehehe..gua mau cerita tentang rencana atau planning para pemimpin kita yang dari dulu sampai skarang belon kelar-kelar juga..
Sebenarnya apa yaa yang ada dalam pikiran para pemmpin kita, apakah mereka menepati janji mereka pada rakyat?buktinya nggak kan hanya janji belaka, beda yaa zaman pemimpin  dulu sama sekarang ini, kalo dulu mah mereka sangat peduli sama rakyat walaupun dalam keadaan perang, klo sekarang mah meraka hanya memikirkan diri sendiri dan partai mereka, miris banget ngeliatnya ampun dah, mereka sebelum jadi pemimpin hanya janji blaaa..blaaa..blaaaa..blaaaaaaa hohohohoho
Tetapi klo di liat dari realitanya nggak terbukti tuh janji mereka, gua ambil contohnya banjir aja ya “jakarta banjir, ibu kota pindah aja boss” dari dulu sampe sekarang banjir nggak pernah beres tuh boss, meraka janji akan mengurus masalah banjir tetapi mana buktinya boss, iyalah gimana mau beres ngurus nya aja nggak serius tuh, padahal dananya gede gedean tuh buat banjir doank,lumayan tuh buat liburan keluar negrii euy klo buat gua  hahahah kidding :p 
Ibarat sebuah tubuh ya, Jakarta sedang sakit parah boss, banjir, kemacetan,polusi, sungai tercemar dan banyak sampah, dan tingkat kriminalitas sangat tinggi di ibu kota, aksi terror aja sangat tinggi dan terjadi setiap waktu, gimana nggak tinggi pake senjata nodongnya aja euy orang aje langsung menciut liatny ajee.
Ingat wahai para calon pemimpin masa depan” membangun Jakarta dan ibu kota harus dengan cinta dan kerja nyata, bukan hanya sebatas kata belaka, jadi inget kata kata Hasan Al Banna "Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa  mereka lebih kami cintai dari pada kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa- jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu di perlukan. Atau menjadi harga  bagi tegaknya kejayaan,kemuliaan, dan terwujudnya cita cita mereka, jika memang itu harga yang harus di bayar. Tiada sesuata yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis  air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasanya di hati kami ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah  pada kehinaan dan pasrah oleh keputusan “  sekian dan terima kasih, maaf ya klo ada yang merasa terganggu dengan blog gua, sekian ^_^

Tidak ada komentar:

Posting Komentar