“WAHAI PARA PEMIMPIN”
BISMILLAH, ok kita mulai dengan blog pertama gua “padahal dah banyak gua bikin
blog”hehehe..gua mau cerita tentang rencana atau planning para pemimpin kita
yang dari dulu sampai skarang belon kelar-kelar juga..
Sebenarnya apa yaa yang ada dalam pikiran para pemmpin kita,
apakah mereka menepati janji mereka pada rakyat?buktinya nggak kan hanya janji
belaka, beda yaa zaman pemimpin dulu sama sekarang ini, kalo dulu mah
mereka sangat peduli sama rakyat walaupun dalam keadaan perang, klo sekarang
mah meraka hanya memikirkan diri sendiri dan partai mereka, miris banget
ngeliatnya ampun dah, mereka sebelum jadi pemimpin hanya janji
blaaa..blaaa..blaaaa..blaaaaaaa hohohohoho
Tetapi klo di liat dari realitanya nggak terbukti tuh janji
mereka, gua ambil contohnya banjir aja ya “jakarta banjir, ibu kota pindah aja
boss” dari dulu sampe sekarang banjir nggak pernah beres tuh boss, meraka janji
akan mengurus masalah banjir tetapi mana buktinya boss, iyalah gimana mau
beres ngurus nya aja nggak serius tuh, padahal dananya gede gedean tuh buat
banjir doank,lumayan tuh buat liburan keluar negrii euy klo buat gua hahahah kidding :p
Ibarat sebuah tubuh ya, Jakarta sedang sakit parah boss,
banjir, kemacetan,polusi, sungai tercemar dan banyak sampah, dan tingkat kriminalitas
sangat tinggi di ibu kota, aksi terror aja sangat tinggi dan terjadi setiap
waktu, gimana nggak tinggi pake senjata nodongnya aja euy orang aje langsung
menciut liatny ajee.
Ingat wahai para calon pemimpin masa depan” membangun
Jakarta dan ibu kota harus dengan cinta dan kerja nyata, bukan hanya sebatas
kata belaka, jadi inget kata kata Hasan
Al Banna " Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa mereka lebih kami cintai dari pada kami
sendiri. Kami berbangga ketika jiwa- jiwa kami gugur sebagai penebus bagi
kehormatan mereka, jika memang tebusan itu di perlukan. Atau menjadi harga bagi tegaknya kejayaan,kemuliaan, dan
terwujudnya cita cita mereka, jika memang itu harga yang harus di bayar. Tiada sesuata
yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu
biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur
dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasanya di hati kami ketika kami
menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup
menyerah pada kehinaan dan pasrah oleh
keputusan “ sekian dan terima kasih, maaf ya klo ada yang merasa terganggu dengan blog gua, sekian ^_^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar