Tampilkan postingan dengan label gunadarma. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gunadarma. Tampilkan semua postingan
Selasa, 29 Mei 2012
Yamaha Tenere dan Scorpio Z Terus Melaju di RoFA
akarta Persembahan terbaru lagi dari Yamaha, Ring of Fire Adventure (RoFA), hadir menjelajahi bumi Indonesia. Yamaha mensponsori stage 2 event tersebut dengan menghadirkan ketangguhan Tenere XT660Z dan Scorpio.
Untuk stage 2 RoFA digunakan 5 Tenere XT660Z (pertama di Indonesia) dan 3 Scorpio. Perjalanan dilakukan selama 60 hari menempuh kurang lebih 12 ribu kilometer, start dari Makassar, Sulawesi pada 8 April 2012 dan finis di Jakarta. Ekspedisi stage 2 ini meliputi 15 kota dan pulau di Sulawesi (Pitung, Manado, Tomohon, Gorontalo, Palu, Kepulauan Togean, Pulau Buton, Tanah Toraja, Makassar) serta 10 kota dan pulau di Maluku (Saparua, Banda Naira, Pulau Buru, Pulau Bacan, Ternate, Tidore, Halmahera, Pulau Morotai).
Tenere XT660Z dipilih karena ketahanan dan ketangguhaannya sudah teruji di segala medan lewat event kelas dunia Reli Dakar. Tujuh kali Yamaha menjuarai Reli Dakar menunggangi Tenere XT660Z. Kekuatan Tenere XT660Z di ajang paling menantang sedunia itu pun cocok dengan medan yang akan dilalui pada stage 2 RoFA. Dimana rutenya berkarakterisitik offroad, menyebrangi sungai dan melintasi jalan trans Sulawesi yang panjang dan membutuhkan kecepatan.
Scorpio mendampingi Tenere XT660Z menjelajahi stage 2 RoFA. Menariknya, Scorpio dikendarai dua wanita (Chintara Diva dan P.S.Andini) dimana keikutsertaan mereka menjadi pengalaman pertama menempuh medan berjarak jauh dan menantang. Dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan serta memiliki cc mesin paling besar di barisan motor Yamaha Indonesia, Scorpio paling cocok dipilih untuk RoFA ditunggangi wanita. Sensasi Tantangan Sejati, tagline Scorpio, sangat pas menggambarkan motor sport Yamaha ini untuk menjawab tantangan di RoFA.
”Ambil bagiannya Yamaha dalam event ini semakin membuktikan bahwa Yamaha tidak hanya Semakin di Depan di balapan tapi juga adventure. Scorpio mewakili motor lokal Yamaha dapat digunakan dalam perjalanan jauh di medan Indonesia. Ikutnya Scorpio semakin memperkuat imejnya di barisan motor kategori sport Yamaha dan di pasar Indonesia,” papar Eko Prabowo, General Manager Marketing and Communication Yamaha Indonesia.
Scorpio berkapasitas mesin 225 cc dengan tipe mesin 4 langkah, 2 valve SOHC dan berpendingin udara. Mampu menghasilkan tenaga 18,2 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 17,5 Nm di 6.500 rpm. Tahun lalu terakhir kali Scorpio Z facelift dengan striping terinspirasi bentuk magma meleleh yang mengeluarkan api panas. Desain tersebut dapat dilihat pada tangki, cover side dan scoop air.
Yamaha juga memperkaya tampilan Scorpio Z dengan kombinasi warna dasar hitam dikombinasikan dengan warna biru dan silver pada tangki, cover side dan scoop air. Sedangkan Scorpio Z berwarna dasar merah dipadukan dengan kombinasi warna silver dan hitam pada tangki, cover side dan scoop air. Selain merubah striping dan kombinasi warna, Yamaha juga melengkapi Scorpio Z baru dengan automatic head light on (AHO).
Kekuatan Motor Sport Yamaha
Tahun lalu V-Ixion, Byson dan Scorpio berkontribusi menyumbang total penjualan sebanyak 321.696 unit. Angka itu didapatkan dari eksistensi V-Ixion sebagai motor sport paling laris di Indonesia dengan penjualan 242.887 unit, Byson 53.704 unit dan Scorpio 25.105 unit.
Facelift atau perubahan minor yang dilakukan Yamaha untuk V-Ixion dan Scorpio di tahun lalu memengaruhi kenaikan angka penjualan. Seperti yang terjadi pada dua bulan setelah diluncurkannya V-Ixion putih, penjualannya melejit. Facelift di bulan Juni 2011, setelah itu hingga akhir tahun penjualannya stabil rata-rata mencapai 21 ribu unit atau naik rata-rata dua ribu unit dari sebelum facelift.
Sedangkan Scorpio mendapatkan perubahan warna dan striping. Striping Scorpio Z terbaru terinspirasi bentuk magma meleleh yang mengeluarkan api panas. Desain tersebut dapat dilihat pada tangki, cover side dan scoop air. Dengan striping terbaru yang lebih gagah dan berkelas ini mendukung penampilan Scropio Z jadi semakin lebih powerful dan memberikan Sensasi Tantangan Sejati sesuai tagline-nya. Sangat cocok untuk segmen pria yang tentunya menyukai motor-motor sport gagah.
Motor sport unggulan Yamaha lainnya yaitu Byson diluncurkan dengan dua warna baru, emas dan hitam solid, serta striping baru di Januari 2012. Desain grafisnya lebih sporty, gagah dan lelaki. Inspirasi konsepnya dari pesawat tempur luar angkasa yang terbuat dari baja solid dengan bagian dua ujung pesawat yang tajam. Striping baru Byson melekat pada tangki, air shroud (kuping tangki) dan bodi belakang. Yamaha juga menaikkan kapasitas produksi Byson dua kali lipat dari sebelumnya agar konsumen tidak perlu menunggu lama untuk membeli Byson.
Perubahan-perubahan yang dilakukan Yamaha pada tiga motor sport unggulan itu turut mendukung konsistensi Yamaha memimpin penjualan kategori sport di empat bulan pertama tahun ini. Di Januari terjual 28.495 unit, di Februari 33.466 unit dan merangkak naik di Maret 39.439 unit dan April 38.183 unit.
Selasa, 17 April 2012
Menuju Ketahan Nasional
Menuju Ketahan Nasional
Menuju Ketahanan Nasional
Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geoploitik dan geostrategic. Geopolitik bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsepsi Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategic bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsepsi Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa Indonesia. Dengan kta lain, geostartegi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan nasional.
Geostrategi adalah suatu cara atau pendekatan dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi bangsa Indonesia memiliki pengertian bahwa konsep ketahanan nasional merupakan pendekatan yang digunakan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai suatu pendekatan merupakan salah satu pengertian dari konsepsi ketahan nasional itu sendiri.
Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsepsi ketahan nasional.yaitu :
· Ketahanan Nasional sebagai suatu kondisi. Perspektif ini melihat Ketahanan Nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu mengahadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan
· Ketahanan nasional sebagai sebuah pendekatan, metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara . Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan penedekatan yang integral. Integral dalam arti penedekatan yang mencerminkan anatara segala aspek/isi, pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking)
· Ketahanan Nasional sebagai suatu doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang , masyarakat dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya.
Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional
Konsepsisi ketahanan nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. Gagasan tentang ketahanan nasiona bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angjatan darae yang sekarang bernama SESKOAD. Masa itu adalah sedang meluasnya pengaruh komunisme yang berasal dari Uni Sovyet dan Cina. Pengaruh Komunisme menjalar samapai kawasan Indo Cina sehingga satu persatu kawasan Indo Cina seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Bahkan infiltrasi komunis mulai masuk ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Akankan efek domino itu akan terus ke Indonesia?
Concern atas fenomena tersebut mempengaruhi para pemikir militer di SSKAD(pada masa itu). Mereka mengadakan pengamatan atas kejadian terseut, yaitu tidak adanya perlawanan yang gigih dan ulet di Indo Cina dalam menghadapi ekspansi KOmunis. Bila dibandingkan dengan Indonesia, kekuatan apa yang dimiliki bangsa ini, sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman termasuk pemeberontakan dala negeri. Jawaban sementara dari kalangan pemikir tersebut adalah adanya kemampuan territorial dan perang gerilya.
Tahun 1060-an terjadi gerakan Komunis di Filiphina, Singapura dan Thailand. Bahkan gerakan komunis Indonesia berhasil mengadakan pemberontakan pada 30 September 1965, namun akhirnya dapat diatasi menyadari atas berbagai kejadian tersebutr, semakin kuata gagasan pemikiran tentang kekuatan apa yang seharusnya ada dalam masyarakat dan abngsa Indonesia agar kedaulatan dan keutuhan bangsa negara Indonesia terjamin di masa-masa mendatang. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah adanya kekuatan nasional yang anatara lain berupa unsure kesatuan dan persatuan kukatan nasional. Pengembangan atasa pemikiran tersebut dilnjutkan oleh Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional). Dalam pemikiran Lemhanas tahun 1968 telah ada kemajuan konseptual berupa ditemukannya unsure-unsur dari tata kehidupan nasional yang berupa ideology, politik, social, ekonomi dan militer. Pada tahun 1969 lahirlah istilah Ketahanan Nasional yang menjadi pertanda dari ditinggalkannya konsep kekuatan, meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapaty konsep kekuatan. Konsepsi Ketahan nasional waktu itu dirumuskan sebagai keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mngembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk mengahadapi segala anaman dan kekuatan membahayakan kelangsungn hidup negara dan bangsa Indonesia. Kata “segala” menunjukkan kesadaran akan spectrum ancamn yang lebih dari sekedar anacaman komunis dan atau pemberontakan.Kesadaran akan spectrum ini diperluas tahun 1972 menjadi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG). Konsepsi Ketahanan Nasional tahun 1972 dirumuskan sebagai kondisi dinamis satu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dalam, yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional.
Unsur Unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek.
Unsur atau Gatra Penduduk
Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal yaitu aspek kualitas dan kuantitas.
Unsur atau Gatra Wilayah
Wilayah turut pula menentukan kekuatan nasional negara. Hal ini terkait dengan wilayah negara meliputi :
· Bentuk wilayah negara nerupa negara pantai, negara kepulauan atau negara continental
· Luas wilayah negara
· Posisi geografis, astronomis dan geologis negara
· Daya dukung wilayah negara, ada negara yang habitable dan unhabitable
Unsur atau Gatra Sumber Daya Alam
Hal-hal yang berkaitan dengan unsure sumber daya alam sebagai elemen ketahan nasional meliputi :
· Potensi sumber daya alam wilayah yang bersangkutan mencakup sumber daya alam hewani, namabati dan tambang
· Kemampuan mengeskplorasi sumber daya alam
· Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup
· Kontrol atas sumber daya alam
Unsur atau Gatra di Bidang Ideologi
Ideologi mendukung ketahanan suatu bangsa karena ideology bagi suatu bangsa memiliki dua fungsi poko yaitu:
· Sebagai tujuan atau cita-cita dari kelompok masyarakat yang bersangkutan artinya nilai-nilai yang terkandung dalam ideology itu menjadi cita-cita yang hendak dituju secara bersama
· Sebagai sarana pemersatu dari masyarakat ang bersangkutan, artinya masyarakat yang banyak dan beragam itu bersedia menjadikan ideology sebagai milik bersama dan menjadikannya bersatu.
Unsur atau Gatra di Bidang Politik
Politik penyelenggaraan negara sangat mempengaruhi kekuatan nasional yang ditinjau dari beberapa aspek :
· Sistem politik suatu negara
· Sistem pemerintahan suatu negara
· Bentuk pemerintahan suatu negara
· Bentuk negara suatu negara
Unsur atau Gatra di Bidang Ekonomi yang berkaitan denan sistem ekonomi sutu negra baik yang menganut sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi sosialis.
Unsur atau Gatra di Bidang Sosial Budaya yang berkaitan dengan akulturasi dan asimilasi budaya dan masyarakat di suatu negara.
Unsur atau Gatra di Bidang Pertahanan Keamanan yang berkaitan ancaman militer yang dihadapi sutu negara dari negra lain, sehingga unsure utama pertahanan dan keamanan berada ditangan tentara (militer).
Menuju Ketahanan Nasional
Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geoploitik dan geostrategic. Geopolitik bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsepsi Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategic bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsepsi Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa Indonesia. Dengan kta lain, geostartegi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan nasional.
Geostrategi adalah suatu cara atau pendekatan dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi bangsa Indonesia memiliki pengertian bahwa konsep ketahanan nasional merupakan pendekatan yang digunakan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai suatu pendekatan merupakan salah satu pengertian dari konsepsi ketahan nasional itu sendiri.
Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsepsi ketahan nasional.yaitu :
· Ketahanan Nasional sebagai suatu kondisi. Perspektif ini melihat Ketahanan Nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu mengahadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan
· Ketahanan nasional sebagai sebuah pendekatan, metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara . Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan penedekatan yang integral. Integral dalam arti penedekatan yang mencerminkan anatara segala aspek/isi, pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking)
· Ketahanan Nasional sebagai suatu doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang , masyarakat dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya.
Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional
Konsepsisi ketahanan nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. Gagasan tentang ketahanan nasiona bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angjatan darae yang sekarang bernama SESKOAD. Masa itu adalah sedang meluasnya pengaruh komunisme yang berasal dari Uni Sovyet dan Cina. Pengaruh Komunisme menjalar samapai kawasan Indo Cina sehingga satu persatu kawasan Indo Cina seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Bahkan infiltrasi komunis mulai masuk ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Akankan efek domino itu akan terus ke Indonesia?
Concern atas fenomena tersebut mempengaruhi para pemikir militer di SSKAD(pada masa itu). Mereka mengadakan pengamatan atas kejadian terseut, yaitu tidak adanya perlawanan yang gigih dan ulet di Indo Cina dalam menghadapi ekspansi KOmunis. Bila dibandingkan dengan Indonesia, kekuatan apa yang dimiliki bangsa ini, sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman termasuk pemeberontakan dala negeri. Jawaban sementara dari kalangan pemikir tersebut adalah adanya kemampuan territorial dan perang gerilya.
Tahun 1060-an terjadi gerakan Komunis di Filiphina, Singapura dan Thailand. Bahkan gerakan komunis Indonesia berhasil mengadakan pemberontakan pada 30 September 1965, namun akhirnya dapat diatasi menyadari atas berbagai kejadian tersebutr, semakin kuata gagasan pemikiran tentang kekuatan apa yang seharusnya ada dalam masyarakat dan abngsa Indonesia agar kedaulatan dan keutuhan bangsa negara Indonesia terjamin di masa-masa mendatang. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah adanya kekuatan nasional yang anatara lain berupa unsure kesatuan dan persatuan kukatan nasional. Pengembangan atasa pemikiran tersebut dilnjutkan oleh Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional). Dalam pemikiran Lemhanas tahun 1968 telah ada kemajuan konseptual berupa ditemukannya unsure-unsur dari tata kehidupan nasional yang berupa ideology, politik, social, ekonomi dan militer. Pada tahun 1969 lahirlah istilah Ketahanan Nasional yang menjadi pertanda dari ditinggalkannya konsep kekuatan, meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapaty konsep kekuatan. Konsepsi Ketahan nasional waktu itu dirumuskan sebagai keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mngembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk mengahadapi segala anaman dan kekuatan membahayakan kelangsungn hidup negara dan bangsa Indonesia. Kata “segala” menunjukkan kesadaran akan spectrum ancamn yang lebih dari sekedar anacaman komunis dan atau pemberontakan.Kesadaran akan spectrum ini diperluas tahun 1972 menjadi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG). Konsepsi Ketahanan Nasional tahun 1972 dirumuskan sebagai kondisi dinamis satu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dalam, yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional.
Unsur Unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek.
Unsur atau Gatra Penduduk
Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal yaitu aspek kualitas dan kuantitas.
Unsur atau Gatra Wilayah
Wilayah turut pula menentukan kekuatan nasional negara. Hal ini terkait dengan wilayah negara meliputi :
· Bentuk wilayah negara nerupa negara pantai, negara kepulauan atau negara continental
· Luas wilayah negara
· Posisi geografis, astronomis dan geologis negara
· Daya dukung wilayah negara, ada negara yang habitable dan unhabitable
Unsur atau Gatra Sumber Daya Alam
Hal-hal yang berkaitan dengan unsure sumber daya alam sebagai elemen ketahan nasional meliputi :
· Potensi sumber daya alam wilayah yang bersangkutan mencakup sumber daya alam hewani, namabati dan tambang
· Kemampuan mengeskplorasi sumber daya alam
· Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup
· Kontrol atas sumber daya alam
Unsur atau Gatra di Bidang Ideologi
Ideologi mendukung ketahanan suatu bangsa karena ideology bagi suatu bangsa memiliki dua fungsi poko yaitu:
· Sebagai tujuan atau cita-cita dari kelompok masyarakat yang bersangkutan artinya nilai-nilai yang terkandung dalam ideology itu menjadi cita-cita yang hendak dituju secara bersama
· Sebagai sarana pemersatu dari masyarakat ang bersangkutan, artinya masyarakat yang banyak dan beragam itu bersedia menjadikan ideology sebagai milik bersama dan menjadikannya bersatu.
Unsur atau Gatra di Bidang Politik
Politik penyelenggaraan negara sangat mempengaruhi kekuatan nasional yang ditinjau dari beberapa aspek :
· Sistem politik suatu negara
· Sistem pemerintahan suatu negara
· Bentuk pemerintahan suatu negara
· Bentuk negara suatu negara
Unsur atau Gatra di Bidang Ekonomi yang berkaitan denan sistem ekonomi sutu negra baik yang menganut sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi sosialis.
Unsur atau Gatra di Bidang Sosial Budaya yang berkaitan dengan akulturasi dan asimilasi budaya dan masyarakat di suatu negara.
Unsur atau Gatra di Bidang Pertahanan Keamanan yang berkaitan ancaman militer yang dihadapi sutu negara dari negra lain, sehingga unsure utama pertahanan dan keamanan berada ditangan tentara (militer).
Rabu, 07 September 2011
puisi ini buat sahabatku ananda noor adnan hakim
ku merasa jauh dari mu ananda Adnan Hakim..
kau tunjukan arti persahabatan...
artii dari sebuah kebersamaan yang kita lalui bersama...
wahai teman dan sehabatku...
terimakasih atas waktumu yang kau beriakan selama ini...
rasa tulusmu dan rasa hormat mu kepadaku wahai sahabat...
Aku kan tetap menyayangimu Apapun adanya dirimu dan bagaimanapun adanya dirimu Hingga maut memisahkan jiwaku dari ragaku...
Namun aku tak pernah letih berharap dan berdoa Di kehidupan yang lain Aku kan dapat bersatu denganmu....
kau tunjukan arti persahabatan...
artii dari sebuah kebersamaan yang kita lalui bersama...
wahai teman dan sehabatku...
terimakasih atas waktumu yang kau beriakan selama ini...
rasa tulusmu dan rasa hormat mu kepadaku wahai sahabat...
Aku kan tetap menyayangimu Apapun adanya dirimu dan bagaimanapun adanya dirimu Hingga maut memisahkan jiwaku dari ragaku...
Namun aku tak pernah letih berharap dan berdoa Di kehidupan yang lain Aku kan dapat bersatu denganmu....
Minggu, 07 Agustus 2011
doa ibu bapak
Sesungguhnya jasa orang tua kita tidak terhitung banyaknya. Ibu kita mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan. Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita diberi pakaian dan juga pendidikan.
Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.
Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.
Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.
Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:
Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:
Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]
Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.
Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.
Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.
Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.
Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:
Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)
Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:
Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:
“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:
Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]
Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab
“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]
Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]
Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo
“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”
Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.
Sabtu, 30 Juli 2011
hanya Allah yang tau apa yang kita rasakan sekarang ini
Sejauh manusia mampu untuk berusaha, kenyataannya tetap Tuhan yang Maha Berkehendak. Kegagalan mungkin akan kita hadapi hingga kita tidak diterima di PTN maupun jurusan yang kita inginkan. Berusaha untuk berpikiran positif dengan beropini kalau semua yang telah Tuhan berikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Kenyataannya dunia ini sangatlah luas tak perlu berkecil hati di saat kita menghadapi kegagalan. Bukankah kesuksesan bisa datang dari mana saja, maka tergantung dari diri kita sendiri untuk berusaha mendapatkannya. Saya yakin setiap orang akan mencapai kesuksesannya. Walaupun itu cepat atau lambat , kesuksesan pasti akan didapatkan dengan cara dan jalan yang berbeda.
Rabu, 06 Juli 2011
Sesi/Perkuliahan ke: XIII
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Mahasiswa mengerti dan memahami integrasi Visual Basic dengan Microsoft Office
Pokok Bahasan : Studi Kasus
Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang Integrasi dengan Microsoft Office
Referensi :
1. Peter Norton’s, Guide to Visual Basic 6, SAMS Publishing, 1998
2. Djoko Pramono, Mudah Menguasai Visual Basic 6, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999
KASUS
Buatlah DataBase Mhs yang Recordnya terdiri dari field-field :
Nama Field Type
NPM Text
NAMA Text
Kelas Text
Dan Database Nilai yang Recordnya terdiridari :
Nama Field Type
NPM Text
MID Numeric
FIN Numeric
RATA Numeric
Kemudian hitunglah nilai rata-rata Mhs dan tampilkan pada form dan Printer
Yaitu Field-field : NPM, NAMA, NILAIMID,NILAIFIN, NILAIRATA2
1. FORM1 untuk inputan data MHS didesain dengan Object :
DATA1 Setting Propertinya sbb:
Properti Setting
Name Dbmahasiswa
Caption DATA MAHASISWA
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
ECFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Mhs
Dan Seterusnya Form1 didisain dengan Object-object berikut :
OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 NPM :
Label2 NAMA :
Label3 KELAS :
TextBox1 Txtnpm Dbmahasiswa Npm Dikosongkan
TextBox2 Txtnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox3 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 SIMPAN Cmdsimpan
CommandButton3 HAPUS Cmdhapus
CommandButton4 EXIT Cmdexit
2. FORM2 untuk inputan data NILAI dan sekaligus menghitung nilai rata-ratanya lalu disimpankan ke file Nilai dan FORM2 didesain dengan Object DATA1 yang setting propertinya sama dengan yang di FORM2 dan DATA2 seting propertiesnya sbb:
Properti Setting
Name Dbnilai
Caption DATA NILAI
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
EOFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Nilai
Dan Seterusnya FORM2 didisain dengan Object-object berikut :
OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 N P M :
Label2 Nilai Midtest :
Label3 Nilai Finaltest :
Label4 Nilai Rata-Rata :
TextBox1 Txtnpm Dbnilai Npm Dikosongkan
TextBox2 TxtMid Dbnilai NilaiMid Dikosongkan
TextBox3 TxtFin Dbnilai NilaiFin Dikosongkan
TextBox4 Txtrata2 Dbnilai Rata Dikosongkan
Frame1 Data Mahasiswa
Label5 NAMA :
Label6 KELAS :
TextBox5 Textnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox4 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 HITUNG Cmdhitung
CommandButton3 CETEK PRINTER Cmdcetak
CommandButton5 EXIT Cmdexit
Catatan :
Untuk menginput data nilai Masukan NPM Click() Tombol CARI dan muncul data Nama dan Kelas pada Data Mahasiswa. Kemudian masukan Nilai Mid dan Fin Click Tombol Hitung, maka nilai Rata-Ratanya akan ditampilkan pada textBox Rata-rata.
Dan bila diclick() Tombol CEATAK PRINTER maka muncul FORM3 Kemudian Click Tombol OK akan cetak keprinter dan untuk membatalkan pencetakan keprinter click Tombol Cencel
3. FORM3 untuk cetak keprinter yang setting Properti objectnya sbb:
OBJECT PROPERTIE NILAI
FORM3 Caption CETAK KEPRINTER
Label1 Caption Nyalakan Printer ! dan
Label2 Caption Siapkan / Rapikan Kertas
CommandButon1 Caption OK
Name CmdOK
CommandButon2 Caption CANCEL
Name CmdCancel
Hasil disain Form1 adalah sbb :
Script pada FORM1 adalah :
Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbmahasiswa.Recordset.Find msyarat
If dbmahasiswa.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “cari data Mhs”
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub
Private Sub cmdexit_Click()
End
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.Delete
Dbmahasiswa.Recordset.MoveNext
End Sub
Private Sub cmdsimpan_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.AddNew
Txtnpm.setFocus
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End Sub
Hasil disain Form2 adalah sbb:
Script pada FORM2
Dim rsnilai As Recordset
Dim rsmahasiswa As Recordset
Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Dbnilai.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub
Private Sub cmdhitung_Click()
Form2.dbnilai.RecordSource ‘ “select * from nilai”
Dim nilmid,nilfin,nilrata As Single
Nilmid = dbnilai.Recordset(“mid”)
Nilfin = dbnilai.Recordset(“fin”)
Nilrata = (nilmid + nilfin) / 2
Dbnilai.Recordset(“rata) = nilrata
End Sub
Private Sub Form-Load()
Set wrkjet = CreateWorkspace(““, ”admin”, ””, dbUsejet)
End Sub
Private Sub txtnpm_change(Index As Integer)
Dim panjang As Byte
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = dbnilai.Recordset(“npm”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Txtnama.text = rsmahasiswa!nama
Txtkelas.text = rsmahasiswa!kelas
End If
End Sub
Private Sub cmdcetak_click()
Form2.Hide
Form3.Show
End Sub
Hasil desain Form3 adalah Sbb :
Script pada FORM3
Dim DatabaseMHS As Database
Dim rsmahasiswa As Recordset
Dim rsnilai As recordset
Private Sub CmdCancel_click()
Form3.Hide
Form2.Show
End Sub
Private Sub CmdOK-Click()
CetakNilaiMhs
Printer.EndDoc
End Sub
Private Sub Form-Load()
Set DatabaseMHS = OpeDatabase(“:\VB6\NilaiMhs.mdb”)
Set rsnilai = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Nilai”)
Set rsmhs = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Mhs”)
rsnilai.Index = “npm”
rsmhs.Index = “npm”
End Sub
Private Sub CetakNilai.Mhs()
Dim no, hal, brs As Integer
Dim Mgrs As String
Printer.Font = “Tahoma”
Printer.Size = 14
rsnilai.Movefirst
Printer.CurrentX = 0
Printer.CurrentY = 0
No = 0
Hal = 0
Do While Not rsnilai.EOF
Hal = hal + 1
Printer.Print “DAFTAR NILAI MHS”;
Printer.Print Tab(68); “Halaman : “; hal
Mgrs = String$(78, “~”)
Printer.Print Mgrs
Printer.Print Tab(03); “ NO”;
Printer.Print Tab(10); “NPM”;
Printer.Print Tab(22); “NAMA”;
Printer.Print Tab(38); “NILAI MID”;
Printer.Print Tab(48); “NILAI FIN”;
Printer.Print Tab(58); “RATA2”
Printer.Print Mgrs
Brs = 0
Do While Not rsnilai.EOF And brs <10
Brs = Brs + 1
Rsmhs.Seek “=”, rsnilai ! npm
Printer.Print Tab(10); renilai ! npm;
Printer.Print Tab(22); rsmhs ! nama;
Printer.Print Tab(38); rsnilai ! mid;
Printer.Print Tab(48); rsnialai ! fin;
Printer.Print Tab(58); rsnilai ! Rata
Brs = brs + 1
Rsnilai.MoveNext
Rsmhs.Movenex
Loop
Printer.Print Mgrs
Printer.NewPage
Loop
End Sub
OutPutnya adalah :
DAFTAR NILAI MHS Halaman : 1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~--------------------
NO NPM NAMA NILAI MID NILAI FIN RATA2
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1 10103897 Pramita 80 80 80
2 10203772 Sakila 60 70 65
3 20103098 Yusuf 90 90 90
4 22103432 Sulaiman 90 80 85
5 11103765 Sekar 70 80 75
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-------------------
Tujuan Instruksional Khusus :
1. Mahasiswa mengerti dan memahami integrasi Visual Basic dengan Microsoft Office
Pokok Bahasan : Studi Kasus
Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang Integrasi dengan Microsoft Office
Referensi :
1. Peter Norton’s, Guide to Visual Basic 6, SAMS Publishing, 1998
2. Djoko Pramono, Mudah Menguasai Visual Basic 6, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999
KASUS
Buatlah DataBase Mhs yang Recordnya terdiri dari field-field :
Nama Field Type
NPM Text
NAMA Text
Kelas Text
Dan Database Nilai yang Recordnya terdiridari :
Nama Field Type
NPM Text
MID Numeric
FIN Numeric
RATA Numeric
Kemudian hitunglah nilai rata-rata Mhs dan tampilkan pada form dan Printer
Yaitu Field-field : NPM, NAMA, NILAIMID,NILAIFIN, NILAIRATA2
1. FORM1 untuk inputan data MHS didesain dengan Object :
DATA1 Setting Propertinya sbb:
Properti Setting
Name Dbmahasiswa
Caption DATA MAHASISWA
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
ECFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Mhs
Dan Seterusnya Form1 didisain dengan Object-object berikut :
OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 NPM :
Label2 NAMA :
Label3 KELAS :
TextBox1 Txtnpm Dbmahasiswa Npm Dikosongkan
TextBox2 Txtnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox3 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 SIMPAN Cmdsimpan
CommandButton3 HAPUS Cmdhapus
CommandButton4 EXIT Cmdexit
2. FORM2 untuk inputan data NILAI dan sekaligus menghitung nilai rata-ratanya lalu disimpankan ke file Nilai dan FORM2 didesain dengan Object DATA1 yang setting propertinya sama dengan yang di FORM2 dan DATA2 seting propertiesnya sbb:
Properti Setting
Name Dbnilai
Caption DATA NILAI
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
EOFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Nilai
Dan Seterusnya FORM2 didisain dengan Object-object berikut :
OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 N P M :
Label2 Nilai Midtest :
Label3 Nilai Finaltest :
Label4 Nilai Rata-Rata :
TextBox1 Txtnpm Dbnilai Npm Dikosongkan
TextBox2 TxtMid Dbnilai NilaiMid Dikosongkan
TextBox3 TxtFin Dbnilai NilaiFin Dikosongkan
TextBox4 Txtrata2 Dbnilai Rata Dikosongkan
Frame1 Data Mahasiswa
Label5 NAMA :
Label6 KELAS :
TextBox5 Textnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox4 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 HITUNG Cmdhitung
CommandButton3 CETEK PRINTER Cmdcetak
CommandButton5 EXIT Cmdexit
Catatan :
Untuk menginput data nilai Masukan NPM Click() Tombol CARI dan muncul data Nama dan Kelas pada Data Mahasiswa. Kemudian masukan Nilai Mid dan Fin Click Tombol Hitung, maka nilai Rata-Ratanya akan ditampilkan pada textBox Rata-rata.
Dan bila diclick() Tombol CEATAK PRINTER maka muncul FORM3 Kemudian Click Tombol OK akan cetak keprinter dan untuk membatalkan pencetakan keprinter click Tombol Cencel
3. FORM3 untuk cetak keprinter yang setting Properti objectnya sbb:
OBJECT PROPERTIE NILAI
FORM3 Caption CETAK KEPRINTER
Label1 Caption Nyalakan Printer ! dan
Label2 Caption Siapkan / Rapikan Kertas
CommandButon1 Caption OK
Name CmdOK
CommandButon2 Caption CANCEL
Name CmdCancel
Hasil disain Form1 adalah sbb :
Script pada FORM1 adalah :
Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbmahasiswa.Recordset.Find msyarat
If dbmahasiswa.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “cari data Mhs”
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub
Private Sub cmdexit_Click()
End
End Sub
Private Sub cmdhapus_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.Delete
Dbmahasiswa.Recordset.MoveNext
End Sub
Private Sub cmdsimpan_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.AddNew
Txtnpm.setFocus
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End Sub
Hasil disain Form2 adalah sbb:
Script pada FORM2
Dim rsnilai As Recordset
Dim rsmahasiswa As Recordset
Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Dbnilai.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub
Private Sub cmdhitung_Click()
Form2.dbnilai.RecordSource ‘ “select * from nilai”
Dim nilmid,nilfin,nilrata As Single
Nilmid = dbnilai.Recordset(“mid”)
Nilfin = dbnilai.Recordset(“fin”)
Nilrata = (nilmid + nilfin) / 2
Dbnilai.Recordset(“rata) = nilrata
End Sub
Private Sub Form-Load()
Set wrkjet = CreateWorkspace(““, ”admin”, ””, dbUsejet)
End Sub
Private Sub txtnpm_change(Index As Integer)
Dim panjang As Byte
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = dbnilai.Recordset(“npm”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Txtnama.text = rsmahasiswa!nama
Txtkelas.text = rsmahasiswa!kelas
End If
End Sub
Private Sub cmdcetak_click()
Form2.Hide
Form3.Show
End Sub
Hasil desain Form3 adalah Sbb :
Script pada FORM3
Dim DatabaseMHS As Database
Dim rsmahasiswa As Recordset
Dim rsnilai As recordset
Private Sub CmdCancel_click()
Form3.Hide
Form2.Show
End Sub
Private Sub CmdOK-Click()
CetakNilaiMhs
Printer.EndDoc
End Sub
Private Sub Form-Load()
Set DatabaseMHS = OpeDatabase(“:\VB6\NilaiMhs.mdb”)
Set rsnilai = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Nilai”)
Set rsmhs = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Mhs”)
rsnilai.Index = “npm”
rsmhs.Index = “npm”
End Sub
Private Sub CetakNilai.Mhs()
Dim no, hal, brs As Integer
Dim Mgrs As String
Printer.Font = “Tahoma”
Printer.Size = 14
rsnilai.Movefirst
Printer.CurrentX = 0
Printer.CurrentY = 0
No = 0
Hal = 0
Do While Not rsnilai.EOF
Hal = hal + 1
Printer.Print “DAFTAR NILAI MHS”;
Printer.Print Tab(68); “Halaman : “; hal
Mgrs = String$(78, “~”)
Printer.Print Mgrs
Printer.Print Tab(03); “ NO”;
Printer.Print Tab(10); “NPM”;
Printer.Print Tab(22); “NAMA”;
Printer.Print Tab(38); “NILAI MID”;
Printer.Print Tab(48); “NILAI FIN”;
Printer.Print Tab(58); “RATA2”
Printer.Print Mgrs
Brs = 0
Do While Not rsnilai.EOF And brs <10
Brs = Brs + 1
Rsmhs.Seek “=”, rsnilai ! npm
Printer.Print Tab(10); renilai ! npm;
Printer.Print Tab(22); rsmhs ! nama;
Printer.Print Tab(38); rsnilai ! mid;
Printer.Print Tab(48); rsnialai ! fin;
Printer.Print Tab(58); rsnilai ! Rata
Brs = brs + 1
Rsnilai.MoveNext
Rsmhs.Movenex
Loop
Printer.Print Mgrs
Printer.NewPage
Loop
End Sub
OutPutnya adalah :
DAFTAR NILAI MHS Halaman : 1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~--------------------
NO NPM NAMA NILAI MID NILAI FIN RATA2
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1 10103897 Pramita 80 80 80
2 10203772 Sakila 60 70 65
3 20103098 Yusuf 90 90 90
4 22103432 Sulaiman 90 80 85
5 11103765 Sekar 70 80 75
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-------------------
Sintaksis
Sintaksis
Sintaksis suatu bahasa program menguraikan struktur program tanpa pertimbangan [dari;ttg] maksud/arti mereka.
Kata kunci dan ungkapan: Ungkapan reguler, tatabahasa reguler, context-free tatabahasa, menguraikan(kalimat) pohon, kerancuan, BNF, kepekaan konteks, tatabahasa atribut, menerima warisan dan manyatukan atribut, penyaring gambar tv, analisa berhubungan dengan kamus, parser, ilmu semantik statis.
Sintaksis mempunyai kaitan dengan struktur tataruang dan program dengan penampilan mereka. unsur-unsur [yang] Yang syntactic suatu bahasa program *apakah ditentukan oleh perhitungan model dan perhatian pragmatis. Ada dengan baik dikembangkan perkakas ( reguler, context-free dan tatabahasa atribut) untuk/karena uraian [menyangkut] sintaksis bahasa program. Tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan dan mungkin (adalah) digunakan untuk generasi dan pengenalan kedua-duanya program. Tatabahasa adalah tidak terikat pada computational model dan adalah bermanfaat untuk uraian [menyangkut] struktur bahasa secara umum.
Context-Free tatabahasa *apakah digunakan untuk menguraikan curah [menyangkut] struktur bahasa; ungkapan reguler *apakah digunakan untuk menguraikan unit yang berhubungan dengan kamus ( tanda); tatabahasa atribut *apakah digunakan untuk menguraikan konteks bagian [yang] sensitip [menyangkut] bahasa [itu]. atribut Tatabahasa *apakah diuraikan di (dalam) suatu bab kemudiannya.
dan Abjad Bahasa
Suatu bahasa secara formal digambarkan oleh kata-kata nya dan struktur [kalimat;hukuman] nya. Di (dalam) bagian ini, kita kembang;kan barang kelontong dasar [kalimat;hukuman] dan kata-kata sebagai dawai-dawai kata-kata. Koleksi kata-kata dari [kalimat;hukuman] yang *apakah dibangun [disebut/dipanggil] suatu abjad dan suatu bahasa adalah suatu koleksi dawai-dawai membentuk dari unsur-unsur [menyangkut] abjad [itu]. Suatu dawai dengan tidak ada kata-kata dari abjad [memanggil/hubungi] dawai yang kosong dan ditandai oleh lamda. Definisi 2.1 menyusun barang kelontong ini.
Definisi 2.1: dan Abjad Bahasa
S
Suatu abjad adalah suatu nonempty, [yang] terbatas satuan lambang.
L
Suatu bahasa L (di) atas suatu abjad adalah suatu koleksi dawai-dawai unsur-unsur. mengosongkan dawai. adalah suatu dawai dengan tidak ada lambang sama sekali.
S* Satuan dari semua dawai-dawai unsur-unsur [yang] terbatas mungkin ditandai oleh*.. adalah suatu unsur*.
Suatu dawai adalah suatu urutan lambang [yang] terbatas dari suatu abjad, Sigma. Penggabungan dua dawai-dawai v dan w adalah dawai [itu] wv yang diperoleh dengan menambahkan catatan dawai w di sebelah kanan dawai v.
Bahasa program memerlukan dua tingkatan uraian, tingkatan yang paling rendah adalah sebagai suatu tanda. Tanda suatu bahasa program adalah kata kunci, identifiers, tetap dan lain lambang yang muncul di (dalam) bahasa [itu]. Di (dalam) kekosongan program utama()
printf("Hello World\N");
tanda adalah kekosongan, utama,(,),{, printf,(, " Salam World\N",),;,}
Abjad untuk bahasa [menyangkut] tanda yang berhubungan dengan kamus adalah karakter menetapkan [selagi/sedang] abjad untuk suatu bahasa program adalah satuan tanda berhubungan dengan kamus; Suatu dawai di (dalam) suatu bahasa L [disebut/dipanggil] suatu [kalimat;hukuman] dan adalah suatu unsur Sigma*. [Dengan] begitu suatu bahasa L adalah suatu subset Sigma*. Sigma+ adalah satuan dari semua nonempty dawai-dawai Sigma mungkin, maka Sigma+= Sigma*-{ lamda}. Suatu tanda adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa untuk tanda dan suatu program adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa program.
Jika L0 dan L1 adalah bahasa, kemudian L0L1 menandakan bahasa [itu] { xy| x adalah di (dalam) L0, dan y adalah di (dalam) L1}. Itu adalah L0L1 terdiri dari dari semua penggabungan [yang] mungkin suatu dawai dari L0 yang diikuti oleh suatu dawai dari L1.
dan Tatabahasa Bahasa
Pemesanan lambang di dalam suatu tanda *apakah diuraikan oleh ungkapan reguler. Pemesanan lambang di dalam suatu program *apakah diuraikan oleh context-free tatabahasa. Di (dalam) bagian ini, kita menguraikan context-free tatabahasa. Suatu bagian kemudiannya menguraikan ungkapan reguler. Context-Free tatabahasa menguraikan bagaimana unit berhubungan dengan kamus ( tanda) dikelompokkan ke dalam struktur penuh arti. Abjad ( satuan unit berhubungan dengan kamus) terdiri dari [menyangkut] kata kunci, identifiers, tetap, pemberian tanda baca lambang, dan berbagai operator. [Selagi/Sedang] context-free tatabahasa adalah cukup untuk menguraikan kebanyakan bahasa program membangun, mereka tidak bisa menetapkan context-sensitive aspek suatu bahasa seperti kebutuhan yang suatu nama harus diumumkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan, [order/ pesanan] dan jumlah parameter nyata di (dalam) suatu panggilan prosedur harus memenuhi [order/ pesanan] dan jumlah argumentasi formal di (dalam) suatu deklarasi prosedur, dan jenis itu harus dapat dipertukarkan timbal balik dari suatu operator tugas.
Suatu tatabahasa terdiri dari suatu koleksi [yang] terbatas [dari;ttg] kategori bersifat tatabahasa ( e.g. kata benda ungkapan, ungkapan katakerja, artikel, kata benda, katakerja dll), kata-kata individu ( unsur-unsur [menyangkut] abjad), [atur/perintah] untuk gambarkan [order/ pesanan] di mana unsur-unsur [menyangkut] kategori yang bersifat tatabahasa harus nampak dan di sana harus suatu kategori bersifat tatabahasa paling umum. Gambar 2.1 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris.
Gambar 2.1:G0 suatu tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris
kategori Yang bersifat tatabahasa adalah: S, NP, VP, D, N, V.
Kata-Kata adalah: a,, kucing, tikus, peluru/bola, anak laki-laki, anak perempuan, [berlari/ menjalankan], memantul, menangkap.
tatabahasa Aturan adalah:
S--> NP VPNP--> NNP--> D NVP--> VVP--> V NPV--> [berlari/ menjalankan]| yang dipantulkan| caughtD--> a| theN--> kucing| tikus| peluru/bola| anak laki-laki| anak perempuan [Adalah] kategori [yang] yang paling umum (adalah), suatu [kalimat;hukuman].
Di (dalam) suatu context-free tatabahasa, kategori yang bersifat tatabahasa *apakah [disebut/dipanggil] variabel, kata-kata ( tanda) [disebut/dipanggil] terminal, aturan tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan [memanggil/hubungi] produksi, dan kategori bersifat tatabahasa yang paling umum [memanggil/hubungi] lambang start. Istilah ini diulangi di (dalam) Definisi 2.2.
definisi 2.2:Context-Free tatabahasa Context-Free tatabahasa G adalah suatu mengalikan dengan empat
G= ( V, T, P, S)
[di mana/jika]
V adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang variabel,
T adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang terminal memisah dari V,
P adalah suatu [yang] terbatas satuan dalam menulis ulang aturan ( produksi) tentang format
A--> w [di mana/jika] Suatu di (dalam) V, w di (dalam) ( V perserikatan/pipa sambung T)*
S adalah suatu unsur V [memanggil/hubungi] lambang start.
Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] suatu bahasa. Dengan suatu dawai wof [adalah] format w= uxv [adalah] produksi x--> yis dapat digunakan untuk dawai ini [karena;sejak] xappears di (dalam) dawai [itu]. Produksi mengijinkan [kita/kami] untuk menggantikan xwith yobtaining dawai z z= uyv dan kata[kan itu wderives z. Ini adalah [di]tertulis dasar [ketika;seperti] w==> z
Jika
w1==> w2==>...==> wn [yang] kita kata[kan w1 itu memperoleh wn dan tulis w1==>* wn
Satuan [kalimat;hukuman] suatu bahasa *apakah diperoleh dari lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu]. Definisi 2.3 menyusun gagasan ini.
definisi 2.3:Generation suatu Bahasa dari Tatabahasa
Yang dibiarkan G (adalah) suatu tatabahasa. Kemudian L(G yang di-set)= { w di (dalam) T*| S==>* w} adalah bahasa yang dihasilkan oleh G. Suatu bahasa L adalah context-free iff ada suatu context-free tatabahasa G . seperti (itu) bahwa L= L(G). Jika w di (dalam) L(G), kemudian urutan [itu]==> w1==> w2==>...==> wn==> w adalah suatu asal usul [menyangkut] [kalimat;hukuman] w dan wi *apakah [disebut/dipanggil] sentential format.
Gunakan tatabahasa [itu] G0 [adalah] [kalimat;hukuman] [adalah] kucing menangkap tikus dapat dihasilkan sebagai berikut:
S==> NP VP
==> D N VP
==> N VP
==> kucing VP
==> kucing V NP
==> kucing menangkap NP
==> kucing menangkap D N
==> kucing menangkap N
==> kucing menangkap tikus
Asal usul ini dilakukan di (dalam) suatu leftmost cara. Itu adalah, pada setiap langkah [adalah] leftmost variabel di (dalam) sentential format digantikan.
Kadang-Kadang suatu asal usul jadilah lebih menarik jika [itu] dipertunjukkan dalam wujud suatu asal usul pohon.
S / \ NP VP / \ / \
D N V NP / / / \ [adalah] kucing menangkap \ / \ D N
http://cs.wwc.edu/~aabyan/PLBook/HTML/Syntax.html ( 5 25)8/10/2006 8:26:10 PM
\ \
tikus
Dugaan suatu pohon mendasarkan asal usul disusun di (dalam) Definisi 2.5.
Definisi 2.5: Asal usul Pohon
Yang dibiarkan G= ( V, T, P, S) (adalah) suatu context-free tatabahasa. Suatu asal usul pohon mempunyai kekayaan yang berikut [itu].
1.Akar diberi label.
2.Tiap-Tiap bagian dalam/pedalaman puncak mempunyai suatu label dari V.
3.Jika suatu puncak mempunyai label [Adalah] suatu di (dalam) V, dan anak-anak nya *apakah diberi label ( dari kiri ke kanan) a1,...,
suatu, kemudian P harus berisi suatu produksi [menyangkut] format A--> a1...an
4.Tiap-Tiap daun mempunyai suatu label dari T perserikatan/pipa sambung { lamda}.
Di (dalam) contoh generasi [yang] kita memilih untuk menulis kembali left-most nonterminal dulu. Ketika ada dua atau lebih left-most asal usul suatu dawai di (dalam) tatabahasa ditentukan atau, dengan setara, ada dua asal usul pohon beda untuk [kalimat;hukuman] yang sama, tatabahasa disebut rancu. Dalam beberapa peristiwa, kerancuan mungkin (adalah) dihapuskan oleh pemilihan yang lain tatabahasa untuk bahasa atau yang aturan menambahkan tidak mungkin context-free [atur/perintah]. Definisi 2.6 menggambarkan kerancuan dalam kaitan dengan asal usul pohon.
Definisi 2.6: Tatabahasa Rancu
Suatu context-free tatabahasa G disebut rancu jika [di/ke] sana ada beberapa w di (dalam) L(G) yang mempunyai dua asal usul pohon beda.
Abstrak Sintaksis
Para programmer dan compiler para penulis harus mengetahui lambang yang nyata digunakan di (dalam) program-- sintaksis beton. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis beton ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G1 di (dalam) Gambar 2.2,.
Gambar 2.2:G1 Suatu tatabahasa ungkapan
V={ E}
T={ c, orang yang tak punya naluri,+,*,(,)}
P= { E--> c,
E--> orang yang tak punya naluri,
E--> ( E),
E--> E+ E,
E--> E* E}
S= E
Kita berasumsi bahwa cand idstand untuk manapun [yang] tetap dan identifiers berturut-turut. Wujudkan[lah sintaksis mempunyai kaitan dengan hubungan yang hirarkis dan lambang yang tertentu menggunakan. titik sintaksis abstrak [yang] Yang utama adalah untuk menghilangkan detil penyajian phisik, menetapkan struktur [yang] yang murni [menyangkut] bahasa [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari bahasa [itu]. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis abstrak ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G2 di (dalam) Gambar 2.3.
Gambar 2.3:G2 Suatu tatabahasa ungkapan abstrak
V={ E}
T={ c, orang yang tak punya naluri, menambahkan, mult}
P= { E--> c,
E--> orang yang tak punya naluri,
E--> menambahkan E E,
E--> mult E E}
S= E
terminal Lambang adalah nama untuk kelas object.
Suatu perbedaan tambahan antar[a] beton dan sintaksis abstrak appeThe menyetem perbedaan di (dalam) penggunaan beton dan tatabahasa abstrak terbaik digambarkan dengan membandingkan asal usul pohon dan pohon sintaksis abstrak untuk orang yang tak punya naluri ungkapan+ ( orang yang tak punya naluri* orang yang tak punya naluri). asal usul Pohon untuk tatabahasa beton adalah hanya(lah) apa kita akan harapkan
/| \
E+ E
/| \
orang yang tak punya naluri( E)
/| \
E* E
/ \
orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri
[selagi/sedang] pohon sintaksis abstrak untuk tatabahasa abstrak adalah [yang] sungguh berbeda.
menambahkan / \ orang yang tak punya naluri mult / \ orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri Di (dalam) suatu asal usul pohon untuk suatu tatabahasa abstrak, [tangkai pohon/bengkak urat] yang internal *apakah diberi label dengan operator dan kinandar adalah anak-anak mereka dan di sana adalah tidak (ada) lambang beton di (dalam) pohon [itu]. Misahkan[lah pohon sintaksis *apakah digunakan oleh compiler untuk suatu wakilan antara [menyangkut] program [itu].
beton Sintaksis menggambarkan program [jalan/cara] *apakah [di]tertulis [selagi/sedang] sintaksis abstrak menguraikan struktur [yang] yang murni suatu program [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari program [itu]. abstrak Sintaksis adalah penting ketika kita adalah tertarik akan pemahaman arti dari suatu program ( ilmu semantik nya) dan ketika penterjemahan suatu program ke kode mesin.
Penguraian
Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan kedua-duanya untuk pengenalan dan generasi ( penguraian) tentang [kalimat;hukuman]. Kedua-Duanya pengenalan dan generasi memerlukan temuan [adalah] suatu urutan yang menulis ulang terdiri dari aplikasi [menyangkut] menulis ulang yang aturan mulai dengan lambang start tatabahasa dan akhir dengan [kalimat;hukuman] [itu]. Pengenalan suatu program dalam kaitan dengan tatabahasa [disebut/dipanggil] penguraian. Suatu yang algoritma mengenali program [disebut/dipanggil] suatu parser. Suatu parser yang manapun secara implisit atau dengan tegas membangun suatu asal usul pohon untuk [kalimat;hukuman] [itu].
Ada dua pendekatan untuk menguraikan. Parser dapat mulai dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa dan usaha untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] yang sama bahwa mencoba untuk mengenali atau [itu] dapat mencoba untuk memenuhi masukan kepada tangan kanan sisi [menyangkut] produksi [yang] membangun suatu asal usul pohon di (dalam) kebalikan. pendekatan Yang pertama [disebut/dipanggil] top-down [yang] menguraikan dan yang kedua, dari bawah ke atas menguraikan.
Gambar 2.4 menggambarkan top-down [yang] menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan bu kembali masukan tak dikenali. Masukan diteliti dari kiri ke kanan satu tanda pada waktu yang sama.
Gambar 2.4:Top-down Uraikan(Kalimat)
MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN
S kucing menangkap tikus
/ \
NP VP [adalah] kucing menangkap tikus
/ \ \
D N \ [adalah] kucing menangkap tikus
|| \
| \ kucing menangkap tikus| \
kucing \ menangkap tikus / \
V NP menangkap tikus
| \
\ yang ditangkap [adalah] tikus / \
D N tikus
||
| tikus|
tikus
Masing-Masing garis di (dalam) figur menghadirkan langkah tunggal di (dalam) [itu] menguraikan(kalimat). masing-masing Nonterminal digantikan oleh tangan kanan sisi melukiskan itu. Setiap kali suatu terminal memenuhi masukan, tanda bersesuaian dipindahkan dari masukan [itu].
Gambar 2.5 menggambarkan dari bawah ke atas menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan masukan tak dikenali yang sisa[nya]. Bahwa[lah menguraikan(kalimat) pohon dibangun terbalik, yaitu., menguraikan(kalimat) pohon dibangun di (dalam) kebalikan.
Gambar 2.5:Bottom-up Uraikan(Kalimat)
MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN
kucing menangkap tikus
Sintaksis
kucing menangkap tikus|
D kucing menangkap tikus
|
| kucing menangkap tikus
||
| N menangkap tikus
\ /
NP menangkap tikus
|
| yang ditangkap tikus
||
| V tikus
||
|| tikus
|||
|| D tikus
|||
||| tikus
||||
||| N
|| \ /
|| NP
| \ /
| VP
\ /
S
masing-masing Garis menghadirkan selangkah di (dalam) [itu] penguraian urutan. masukan Tanda menggeser/bergeser dari masukan kepada menguraikan(kalimat) pohon ketika parser adalah tidak mampu untuk mengurangi cabang [menyangkut] pohon [bagi/kepada] suatu variabel.
Table-Driven dan pendaratan berulang menguraikan
pendekatan [yang] paling intuitif dan Yang paling sederhana untuk membangun suatu parser adalah untuk menterjemahkan tatabahasa ke dalam suatu koleksi [dari;ttg] rutin berulang. seperti itu Parser [disebut/dipanggil] suatu pendaratan berulang parser. Suatu prosedur parseN dibangun untuk variabel masing-masing N. tangan kanan Sisi [menyangkut] produksi menentukan badan [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat) prosedur. Variabel di (dalam) tangan kanan sisi menjadi [sebut/panggil/hubungi] [bagi/kepada] suatu menguraikan(kalimat) prosedur. Terminal di (dalam) tangan kanan sisi *apakah diterjemahkan untuk suatu cek verifikasi untuk meyakinkan masukan sesuai dengan terminal dan suatu panggilan prosedur untuk mendapat/kan tanda masukan yang berikutnya. pembatasan dan Detil tambahan pada [atas] tatabahasa adalah menyerah Bab: Terjemahan.
Suatu pendekatan pengubah adalah untuk membangun top-down table-driven parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan tatabahasa [itu] ( pada umumnya disimpan di (dalam) format bentuk tabel). Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:
1.Initialize [adalah] tumpukan dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu].
2.Mengulangi sampai tindakan lebih lanjut adalah mungkin
a.Jika puncak tumpukan dan lambang masukan yang berikutnya adalah sama, meletus puncak tumpukan dan mengkonsumsi lambang masukan.
b.Jika puncak tumpukan adalah suatu nonterminal lambang, meletus tumpukan dan mendorong tangan kanan sisi [menyangkut] tatabahasa yang yang bersesuaian [atur/perintah] ke tumpukan [itu].
3.Jika kedua-duanya [adalah] masukan dan tumpukan kosong, menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].
Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.6 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Gambar 2.6Top-down menguraikan(kalimat) id+id*id
TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION
E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E--> E
+ E
E+E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri id+E] id+id*id] letusan& mengkonsumsi + E] + id*id] letusan& mengkonsumsi
E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
E*E
E*E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri id*E] id*id] letusan& mengkonsumsi * E] * orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi
E] orang yang tak punya naluri] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri] orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi]] menerima
Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Sepertiga alternatif adalah untuk membangun suatu dari bawah ke atas [tabel;meja] [memandu/mengemudi] parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan suatu tatabahasa disimpan di (dalam) format bentuk tabel. Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:
1.Pada awalnya tumpukan kosong.
2.Mengulangi sampai tindakan mungkin.
a.Jika puncak n lambang tumpukan memenuhi tangan kanan sisi suatu tatabahasa [atur/perintah] di (dalam) kebalikan, kemudian mengurangi tumpukan lebih lanjut [oleh/dengan] menggantikan n lambang dengan tangan kiri lambang [menyangkut] tatabahasa [atur/perintah].
b.Jika tidak (ada) pengurangan adalah mungkin kemudian bergeser lambang masukan yang sekarang kepada tumpukan [itu].
3.Jika masukan adalah mengosongkan dan tumpukan berisi hanya lambang start [menyangkut] tatabahasa, kemudian menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].
Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.7 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Gambar 2.7:Bottom-up menguraikan(kalimat) id+id*id
TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION
] id+id*id] Pergeseran
orang yang tak punya naluri] + id*id] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E] + id*id] Pergeseran
+ E] id*id] Pergeseran
id+E] * orang yang tak punya naluri] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E+E] * orang yang tak punya naluri] Pergeseran
* E+E] orang yang tak punya naluri] Pergeseran
id*E+E]] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E*E+E]] Urangi penggunaan E--> E*E
E+E]] Urangi penggunaan E--> E+E
E]] Nerima
Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Di (dalam) contoh ini [adalah] pilihan [menyangkut] produksi yang ke penggunaan boleh nampak seperti gaib. Di (dalam) kasus suatu top-down parser, tatabahasa G1 harus ditulis ulang untuk memindahkan kerancuan [itu]. Karena dari bawah ke atas parsers, ada teknik untuk analisa [menyangkut] tatabahasa untuk menghasilkan satu set aneka pilihan terang untuk produksi. . seperti (itu) teknik adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.
Nondeterministic Pushdown automata
Suatu studi hati-hati [menyangkut] penguraian proses mengungkapkan bahwa apakah menguraikan(kalimat) adalah top-down atau dari bawah ke atas, parser harus [memegang/menjaga] informasi beberapa pada [atas] suatu tumpukan. Di (dalam) kasus suatu pendaratan berulang parser, tumpukan adalah tersembunyi dalam recursion [itu]. Di [dalam] kasus top-down parser, [itu] harus meninggal variabel batal/mulai tumpukan dan mendorong bersesuaian sisi kanan pada [atas] tumpukan dan terminal letusan batal/mulai tumpukan ketika mereka memenuhi masukan [itu]. Di [dalam] kasus dari bawah ke atas parser, [itu] harus bergeser ( desakan) terminal ke tumpukan dari masuk dan mengurangi ( letusan) urutan variabel dan terminal batal/mulai tumpukan [yang] menggantikan [mereka/nya] dengan suatu variabel [di mana/jika] urutan variabel dan terminal sesuai dengan tangan kanan sisi produksi beberapa.
Pengamatan ini mempimpin [kita/kami] kepada dugaan menekan automata. Suatu menekan automata mempunyai suatu masukan bahwa itu meneliti dari kiri ke kanan, suatu tumpukan, dan suatu kendali terbatas untuk mengendalikan operasi membaca masukan dan data mendorong pada [atas] dan meletus data batal/mulai tumpukan [itu]. Definisi 2.6 adalah suatu definisi [yang] formal suatu menekan automata.
Definisi 2.6: Push-Down otomat [Adalah] suatu menekan otomat M adalah suatu 7-tuple ( Q, Sigma, Tau, delta, q0, Z0, F)
Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara Sigma adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad masukan Tau adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad tumpukan
delta adalah suatu transisi berfungsi dari Q× ( Sigma perserikatan/pipa sambung { e})× Tau ke [yang] terbatas subsets Q× Tau*
q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan Z0 di (dalam) Tau [memanggil/hubungi] lambang start
F suatu subset Q; satuan dalam negara diterimanya
PDA=< Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Stackalphabet, Tumpukan, Transitionfunction,> Bentuk wujud: C= Satakan x Tumpukan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate,[], Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s,[],[])-- menerima ( mengosongkan stack)t(s,[], S)-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, I, S)= ( s', I, S)-- epsilon movet(s, [ i|I], S)= ( s', I, S)-- mengkonsumsi inputt(s, I, [ x|S])= ( s', I, S)-- meletus stackt(s, I, S)= ( s', I, [ x|S])-- mendorong stackt(s, [ i|I], [ x|S])= ( s', I, S)-- mengkonsumsi masukan dan letusan stackt(s, [ i|I], S)= ( s', I, [ x|S])-- mengkonsumsi masukan dan tumpukan desakan Contoh: palindroms program ( Startstate, Masukan,[])
t(push,[],[])= menerima// mengosongkan masukan t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, S)// memusat, panjangnya aneh palindrom t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, [ x|S])// pusat, bahkan panjangnya palindrom t(push, [ x|I], S)= ( mendorong, I, [ x|S])// sisi yang ditinggalkan t(pop, [ x|I], [ x|S])= ( letusan, I, S)// sebelah kanan t(pop,[],[])= menerima Aplikasi PDAS *apakah diselidiki di (dalam) latihan [itu].
Kesamaan PDA dan CFGS
Sama [halnya] suatu tatabahasa menggambarkan suatu bahasa L(G), maka suatu PDA M menggambarkan suatu bahasa L(M), satuan dawai-dawai bahwa itu menerima. Hubungan antar[a] PDAS dan CFG menarik. Manapun bahasa yang diterima oleh suatu PDA dapat ditunjukkan untuk;menjadi ditunjukkan untuk mempunyai suatu context-free tatabahasa. Juga manapun context-free tatabahasa menggambarkan suatu PDA. [Selagi/Sedang] tanda bukti statemen ini adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini, gagasan untuk tanda bukti ini. Bentuk wujud suatu PDA dapat diuraikan dalam kaitan dengan suatu context-free tatabahasa. Semua CFGS dapat memasuki suatu format khusus ( Greibach format normal) yang dapat digunakan untuk menguraikan bentuk wujud suatu PDA.
Ungkapan Reguler
[Selagi/Sedang] CFGS dapat digunakan untuk menguraikan tanda suatu bahasa program, ungkapan reguler ( PERIHAL) adalah suatu notasi [yang] lebih menyenangkan untuk menguraikan struktur sederhana mereka. Abjad terdiri dari [menyangkut] karakter yang di-set [yang] di/terpilih untuk bahasa dan notasi meliputi.
`•' untuk menggabungkan materi ( penjajaran digunakan untuk tujuan yang sama),
`|' [bagi/kepada] alternatif terpisah ( sering`+' digunakan untuk tujuan yang sama),
`*' untuk menunjukkan bahwa item yang sebelumnya mungkin (adalah) diulangi nol atau lebih waktu, dan
`('`)' untuk/karena menggolongkan.
definisi 2.7:Regular ungkapan dan bahasa Reguler
Ungkapan Reguler Bahasa
E Menandakan L(E)
øø [yang] di-set Yang kosong; bahasa
dawai kosong; lamda bahasa { lamda} yang terdiri dari [menyangkut] dawai yang kosong a{ a} a; yang bahasa terdiri dari sekedar ( E • F) { uv| u di (dalam) L(E) dan v di (dalam) L(F)} penggabungan;
( E|F) { u| u di (dalam) L(E) atau u di (dalam) L(F)} pertukaran; perserikatan/pipa sambung L(E) dan L(F)
{ u1u2...un| ui di (dalam) L
( E*) ( E) 0<= i <= n, n manapun urutan dari E >= 0}
Identifiers dan angka-angka riil mungkin (adalah) digambarkan menggunakan ungkapan reguler sebagai berikut:
bilangan bulat= D D*
identifier= A(A|D)*
Suatu penyaring gambar tv adalah suatu yang program menggolongkan karakter dari suatu arus masukan ke dalam suatu urutan tanda. Penyaring gambar tv berdasar pada ungkapan reguler mudah untuk tulis. Lex adalah suatu penyaring gambar tv generator sering membungkus dengan lingkungan YANG UNIX [itu]. Seorang pemakai menciptakan suatu file [yang] berisi ungkapan reguler dan Lex menciptakan suatu program untuk mencari-cari tanda yang digambarkan oleh ungkapan reguler itu. teks Para editor menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari dan menggantikan teks. grep perintah YANG UNIX menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari teks.
Status Terbatas nondeterministic Dan Deterministic Mesin
Ungkapan reguler adalah setara dengan mesin status terbatas. Suatu mesin status terbatas terdiri dari satu set negara ( salah satu dari yang mana [adalah] yang start dan status atau lebih [] yang *apakah sedang menerima negara), satu set transisi dari satu status ke yang lain masing-masing memberi label dengan suatu lambang masukan, dan suatu dawai masukan. masing-masing Langkah [menyangkut] mesin status yang terbatas terdiri dari membandingkan lambang masukan yang sekarang dengan satuan transisi sesuai dengan status yang sekarang dan kemudian mengkonsumsi lambang masukan dan ber/gerakkan kepada status sesuai dengan transisi. Definisi 2.8 negara ini secara formal.
definisi 2.8:Finite Menyatakan Otomat
Suatu otomat status terbatas atau fsa digambarkan oleh mengalikan dengan lima M= ( Q, Sigma, delta, q0, F), [di mana/jika] Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara internal Sigma adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang [memanggil/hubungi] delta abjad masukan: Q× Sigma--> 2Q adalah suatu total fungsi [memanggil/hubungi] fungsi transisi q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan F suatu subset Q adalah satuan status akhir
FSM= < Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Transitionfunction> Bentuk wujud: C= Satakan x; Inititial bentuk wujud ( Startstate, Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s,[])-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, [ x|I])= ( s', I)-- mengkonsumsi inputt(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan Contoh: identifiers ( Startstate, Masukan)
t(start, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ d|I])= ( iklan, I) t(ad,[])-- menerima fungsi transisi Delta digambarkan pada [atas] suatu status dan suatu lambang masukan. [Itu] dapat diperluas untuk suatu delta fungsi* pada [atas] dawai-dawai lambang masukan sebagai berikut:
1.delta*(q,-)=q untuk dawai [yang] yang kosong
2.delta*(q,wa)=delta(delta*(q,w),a) untuk/karena semua dawai-dawai w dan masuk lambang [adalah] suatu
Suatu FSA [memanggil/hubungi] deterministic jika ada paling banyak satu transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan [yang] ditentukan dan di sana adalah tidak (ada) transisi lamda. Suatu FSA [memanggil/hubungi] nondeterministic jika ada satu atau lebih transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan ditentukan. Suatu Moore mesin adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan masing-masing menyatakan dan suatu mesin Seperti tepung adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan transisi masing-masing. Moore dan Seperti tepung FSAS adalah penting di (dalam) aplikasi FSAS.
Kesamaan [dari;ttg] fsa nondeterministic dan deterministic
Itu bisa nampak bahwa suatu mesin yang bisa ` guess' ( [yang] nondeterministic) yang pindah;gerakkan untuk membuat berikutnya akan [yang] lebih kuat dibanding apa yang itu tidak bisa ( deterministic). dalil Yang berikut menunjukkan bahwa di (dalam) kasus FSAS, bukan kasus [itu].
Theorem:Every yang deterministic otomat status terbatas adalah suatu otomat status terbatas nondeterministic. Proof:The definisi suatu FSA deterministic adalah tercakup di definisi suatu FSA nondeterministic.
Dalil: Karena tiap-tiap otomat status [yang] terbatas nondeterministic ada suatu otomat status [yang] terbatas deterministic yang menerima bahasa yang sama [itu].
Bukti:
M=(S,A,T,Q0,F Yang dibiarkan) (adalah) suatu FSA nondeterministic. Menggambarkan[lah M'=(S',A,T',F') sebagai berikut:
S' adalah satuan dari semua subsets; suatu unsur' ditandai oleh [ q1...,qm]
t': t'([q1...,qm],a)= [ p1,...,pn] [di mana/jika] [ p1,...,pn] adalah perserikatan/pipa sambung [menyangkut] negara . seperti (itu) t(qi,a itu)
= pj} F' adalah satuan dari semua negara' itu berisi suatu diterimanya status M
Tanda bukti diselesaikan oleh induksi/pelantikan pada [atas] panjang dawai masukan.
Kesamaan fsa dan ungkapan reguler
Sama [halnya] context-free tatabahasa dan PDAS adalah padanan, ungkapan [yang] sangat reguler dan FSAS adalah padanan seperti yang berikut pertunjukan dalil.
Dalil: Jika r adalah suatu ungkapan reguler kemudian [di/ke] sana ada suatu NFA yang menerima L(R). Bukti ( Sket) bukti Yang formal adalah dengan induksi/pelantikan pada [atas] banyaknya operator di (dalam) ungkapan [itu]. Karena kasus dasar ( mengosongkan dawai di-set, kosong dan singleton menetapkan) bersesuaian fsa adalah sederhana untuk menggambarkan. kasus [yang] semakin Kompleks *apakah ditangani dengan menggabungkan negara [dari;ttg] fsa lebih sederhana.
Dalil: Jika L diterima oleh suatu DFA kemudian L ditandai oleh suatu ungkapan reguler. Bukti di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.
Penyajian Grafis
Di (dalam) suatu penyajian grafis, negara *apakah diwakili oleh lingkaran, dengan akhir ( atau menerima) negara yang ditandai oleh dua lingkaran-lingkaran konsentris. start Status ditandai oleh kata[an] `` Start''. Suatu busur lingkaran/lingkungan dari status untuk menyatakan t memberi label suatu menandai (adanya) suatu transisi dari ke t pada [atas] masukan a. Suatu label a/b menunjukkan bahwa transisi ini menghasilkan suatu keluaran b. Suatu label a1, a2,..., ak menunjukkan bahwa transisi dibuat pada [atas] masukan a1 yang manapun , a2,..., ak.
/* MEMERLUKAN Suatu DIAGRAM MANIS DI SINI*/
Penyajian Bentuk tabel
Di (dalam) suatu penyajian bentuk tabel, negara adalah satu index dan masukan lain. Isi [tabel;meja] adalah status yang berikutnya ( dan tindakan jika diperlukan).
Gambar 2.8: bentuk tabel
penyajian untuk suatu transisi berfungsi.
Implementasi FSAS
transisi Fungsi suatu FSA dapat diterapkan sebagai statemen kasus, suatu koleksi prosedur dan sebagai [tabel;meja]. Di (dalam) suatu kasus mendasarkan status penyajian diwakili oleh nilai suatu variabel, statemen kasus ditempatkan di (dalam) badan suatu pengulangan/jerat dan pada [atas] perkataan berulang-ulang masing-masing [menyangkut] pengulangan/jerat, masukan adalah dibaca dan peubah keadaan dibaharui.
Status:= Start;
pengulangan
mendapat/kan masukan [yang] aku
kasus Status
...
Si: kasus [yang] aku
...
Ci: Status:= Sj;
...
akhir
...
akhir
sampai masukan kosong dan diterimanya menyatakan
Di (dalam) suatu penyajian mengenai cara, status masing-masing adalah suatu prosedur. Transisi kepada status yang berikutnya terjadi ketika prosedur mewakili status yang berikutnya jadilah `` yang [disebut/dipanggil]''.
prosedur States(I: masukan)
kasus [yang] aku
...
Ci: mendapat/kan masukan [yang] aku; Statet(I)
...
akhir
Di (dalam) table-driven implementasi, fungsi transisi disandikan di (dalam) suatu dua array dimensional. Satu index adalah status yang sekarang lain adalah masukan yang sekarang [itu]. array Unsur adalah negara.
status:= start;
[selagi/sedang] status!= akhir lakukan
mendapat/kan masukan [yang] aku;
status:= table[state,I]
Implementasi adalah tidak sempurna [karena;sejak] mereka tidak berisi kode untuk berhubungan dengan ujung masukan.
pragmatis
Di ilmu semantik mengukur, mewujudkan sintaksis tidak berarti. Bagaimanapun, mewujudkan sintaksis berarti kepada programmer dan kepada penulis compiler. Programmer memerlukan suatu bahasa yang mudah untuk membaca dan tulis. compiler Penulis ingin suatu bahasa yang mudah untuk menguraikan(kalimat). Detil sederhana seperti penempatan kata kunci, titik koma dan kasus dapat mempersulit hidup [menyangkut] penulis compiler atau programmer.
banyak orang Bahasa *apakah dirancang untuk merancang untuk membuat kumpulan gampang. Gol adalah untuk menyediakan suatu sintaksis sedemikian sehingga kebutuhan compiler membuat hanya orang mengabaikan program [itu]. Kebutuhan ini berarti bahwa dengan (pelajaran) pelengkap perkecualian, masing-masing tetap, jenis, variabel, fungsi dan prosedur harus digambarkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan. Jual adalah antar[a] [yang] sedikit meningkat kompleksitas [yang] syntactic [menyangkut] bahasa dengan beberapa ditingkatkan di (dalam) beban pada [atas] programmer dan suatu compiler lebih sederhana.
Beberapa isu [yang] yg berhub dg sintaksis spesifik meliputi:
statemen Penghentian dan/atau separation.In Pascal [adalah] titik koma adalah suatu mesin pemisah statemen [selagi/sedang] di (dalam) C titik koma adalah suatu statemen terminator. [Dengan] begitu di (dalam) Pascal [adalah] suatu titik koma tidaklah*janganlah perlu setelah statemen yang ter]akhir di (dalam) suatu urutan statemen ketika diperlukan di (dalam) C. Jika suatu bahasa meliputi suatu statemen kosong, suatu titik koma salah meletakkan dapat ber;ubah arti dari suatu program. Sebagai contoh, di (dalam) program membagi-bagi [selagi/sedang] C lakukan; S; titik koma yang pertama ber/mengakhiri statemen yang kosong mengikuti doand statemen sementara itu; Dik bukan di [dalam] badan [selagi/sedang] statemen.
kasus Sensitivity.Pascal adalah kasus yang tidak dapat merasakan [selagi/sedang] C adalah kasus sensitip.
Mbuka dan menutup keywords.Algol-68 dan Modula-2 memerlukan menutup kata kunci. Modula-2 menggunakan
dan Endwhile Algol-68 menggunakan kebalikan [menyangkut] pembukaan kata kunci untuk example,if C kemudian fi
tugas Operator. tugas Operator bervariasi antar bahasa program sangat mendesak.
:= Pascal dan Ada= FORTRAN, C/C++/Java <-- APL Pilihan di (dalam) FORTRAN dan C/C++/Java adalah orang yang bernasib sial [karena;sejak] tugas adalah berbeda dari persamaan. . EQ. FORTRAN == C/C++/Java Identifikasi fungsi dan prosedur calls.In C, memeriksa prosedur panggilan *apakah dibedakan oleh kehadiran tanda kurung. Pascal tidak memerlukan tanda kurung. kembali[an Values.In C, jika suatu fungsi digunakan sebagai suatu perintah, nilai kembali[an nya diabaikan. Di (dalam) Pascal, suatu fungsi tidak bisa digunakan sebagai suatu perintah. Untuk mengabaikan nilai yang dikembalikan, Modula-3 memerlukan fungsi [sebut/panggil/hubungi] dengan kata kunci [itu] EVAL. Suatu sintaksis mengarahkan editor dapat menggunakan warna, bak, dan tataruang untuk membantu programmer di (dalam) pembeda antar[a] komentar, memesan kata-kata, kode, dan dapat menyediakan penyelesaian perintah. Perspektif Historis dan Lanjut membaca Backus-Naur Mbentuk BNF adalah suatu notasi untuk gambarkan produksi suatu context-free tatabahasa. BNF menggunakan lambang yang berikut<,>,::=,|. Variabel *apakah terlampir antar[a]< dan>. Lambang--> digantikan dengan::=. Lambang| digunakan untuk alternatif terpisah. Terminal *apakah diwakili dengan sendirinya atau *apakah ditulis dalam suatu huruf cetak-buku yang berbeda dari lambang [menyangkut] BNF [itu]. Berikut adalah suatu BNF uraian ungkapan perhitungan.
< Ungkapan>::= < Identifier>| < Nomor;Jumlah>|
< Ungkapan> < Op> < Ungkapan>|
( < Ungkapan>)
< Op>::=+|-|*| /
< Identifier>::= < Surat>
< Identifier>::= < Identifier> < Surat>
< Nomor;Jumlah>::= < Digit>
< Nomor;Jumlah>::= < Nomor;Jumlah> < Digit>
< Surat>::= A|...| Z
< Digit>::= 0|...| 9
EBNF ( BNF yang diperluas)
Beberapa beberapa perluasan untuk meningkatkan yang keadaan dapat dibaca untuk BNF telah diusulkan. Satu . seperti (itu) perluasan adalah untuk tulis nama [menyangkut] variabel di (dalam) huruf miring dan tanpa< dan>. Sebagai tambahan, EBNF ( BNF yang diperluas) adalah suatu kombinasi [menyangkut] BNF dan notasi [dari;ttg] ungkapan reguler. Suatu EBNF produksi aturan [menjadi/dari] format N::= E, [di mana/jika] Nis suatu nonterminal lambang dan Eis suatu memperluas ungkapan reguler. ungkapan reguler Biasa, Emay berisi`|',`*', dan tanda kurung untuk pengelompokan tetapi tidak sama dengan ungkapan reguler biasa, mungkin berisi lambang variabel seperti halnya lambang terminal.
Beberapa perluasan tambahan meliputi penggunaan kait, { E}, atau elipsis (penghilangan kata), E..., untuk menandai (adanya) nol atau lebih [] pengulangan dari suatu item dan tanda-kurung, [ E], untuk menandai (adanya) suatu item opsional.
Gambar 2.8 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu bahasa program sangat mendesak sederhana.
Gambar 2.8:Context-free tatabahasa untuk [yang] Sederhana
program::= Definisi yang dibiarkan DI (DALAM) command_sequence ;AKHIR;I definisi::= e| BILANGAN BULAT id_seq IDENTIFIER.
id_seq::= e| id_seq IDENTIFIER, command_sequence::= e| command_sequence perintah; perintah:= MELOMPATI| YANG DIBACA IDENTIFIER| Exp| IDENTIFIER:= exp| JIKA exp KEMUDIAN command_sequence SELAIN ITU command_sequence FI| [SELAGI/SEDANG] bool_exp LAKUKAN command_sequence ;AKHIR;I exp::= exp+ istilah| exp - istilah| termterm:: istilah* faktor| faktor / istilah| factorfactor::= factor^primary| utama utama::= NOMOR;JUMLAH| IDENT|( exp) bool_exp::= exp= exp| exp< exp| exp> exp
Sintaksis
Slonneger& Kurts ( 1995) dan Sintaksis Formal Ilmu semantik Bahasa program Addison Wesley Watt, David A. ( 1991) Bahasa program dan Sintaksis Ilmu semantik Prentice-Hall Internasional.
Bahasa Uraian
Adalah mengandung pelajaran untuk membaca uraian bahasa pejabat. Berikut *apakah didaftarkan di (dalam) [order/ pesanan] historis.
FORTRAN Backus, J. W. et. al ( 1956) `` FORTRAN Persandian Otomatis Sistem'' di (dalam) Dokumen Besar di (dalam) Komputer Ilmu pengetahuan lebih lanjut [oleh/dengan] Laplante, P. ed. Barat. 1996.
Mccarthy CEDAL, J. ( 1960) Fungsi [yang] Berulang [dari;ttg] Ungkapan Simbolis ACM Komunikasi 3 4 April 1960, 184-195.
ALGOL 60 Naur, P., ed ( 1963) Laporan Yang ditinjau kembali pada [atas] Bahasa Yang Algorithmic ALGOL 60 Komunikasi [adalah] ACM. 6, 1-17. Algol 68 Pascal Jensen, K. dan Wirth, N. ( 1974) Pascal Pemakai Manual dan laporan 2Ed. Springer-Verlag Ada Pedoman untuk Ada Bahasa program U.S. Departemen Pertahanan, ANSI/MILSTD 1815A-1983, Washington, D. C., Pebruari, 1983.
Kernighan dan Ritchie ( 1978) `` C Pedoman'' di (dalam) C Bahasa program Prentice Hall/Aula. C++ Pulau Jawa 1.02
( 1996) Pulau Jawa Bahasa Spesifikasi Rencana Haskell 1.3 Peterson, Yohanes., ed ( 1996)a [Adalah] Haskell Laporkan 1.3 Prolog Gödel
Parser ( Compiler) Konstruksi Perkakas
Lex& Yacc ( atau Flex/Bison)
Eli Compiler Konstruksi Sistem
Purdue Compiler-Construction Alat Menetapkan ( PCCTS)
Watt, David A. ( 1993)
Bahasa program Pengolah Prentice-Hall Internationaljack ( Pulau Jawa parser dan penyaring gambar tv konstruksi alat)
Bahasa Formal dan Automata
TM= < Negara, Inputalphabet, Transitionfunction, Finalstates, Startstate> Bentuk wujud: C= Satakan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate, Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s, I)-- menerima di (dalam) Finalstates t(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan t(s, ( Yang ditinggalkan, x, [ y|Right]))= ( s', ([ x'|Left], y, Benar))-- pindah;gerakkan [hak/ kebenaran] t(s, ([ x|Left], y, Benar))= ( s', ( Yang ditinggalkan, x, [ y'|Right]))-- gerak meninggalkan
Sintaksis suatu bahasa program menguraikan struktur program tanpa pertimbangan [dari;ttg] maksud/arti mereka.
Kata kunci dan ungkapan: Ungkapan reguler, tatabahasa reguler, context-free tatabahasa, menguraikan(kalimat) pohon, kerancuan, BNF, kepekaan konteks, tatabahasa atribut, menerima warisan dan manyatukan atribut, penyaring gambar tv, analisa berhubungan dengan kamus, parser, ilmu semantik statis.
Sintaksis mempunyai kaitan dengan struktur tataruang dan program dengan penampilan mereka. unsur-unsur [yang] Yang syntactic suatu bahasa program *apakah ditentukan oleh perhitungan model dan perhatian pragmatis. Ada dengan baik dikembangkan perkakas ( reguler, context-free dan tatabahasa atribut) untuk/karena uraian [menyangkut] sintaksis bahasa program. Tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan dan mungkin (adalah) digunakan untuk generasi dan pengenalan kedua-duanya program. Tatabahasa adalah tidak terikat pada computational model dan adalah bermanfaat untuk uraian [menyangkut] struktur bahasa secara umum.
Context-Free tatabahasa *apakah digunakan untuk menguraikan curah [menyangkut] struktur bahasa; ungkapan reguler *apakah digunakan untuk menguraikan unit yang berhubungan dengan kamus ( tanda); tatabahasa atribut *apakah digunakan untuk menguraikan konteks bagian [yang] sensitip [menyangkut] bahasa [itu]. atribut Tatabahasa *apakah diuraikan di (dalam) suatu bab kemudiannya.
dan Abjad Bahasa
Suatu bahasa secara formal digambarkan oleh kata-kata nya dan struktur [kalimat;hukuman] nya. Di (dalam) bagian ini, kita kembang;kan barang kelontong dasar [kalimat;hukuman] dan kata-kata sebagai dawai-dawai kata-kata. Koleksi kata-kata dari [kalimat;hukuman] yang *apakah dibangun [disebut/dipanggil] suatu abjad dan suatu bahasa adalah suatu koleksi dawai-dawai membentuk dari unsur-unsur [menyangkut] abjad [itu]. Suatu dawai dengan tidak ada kata-kata dari abjad [memanggil/hubungi] dawai yang kosong dan ditandai oleh lamda. Definisi 2.1 menyusun barang kelontong ini.
Definisi 2.1: dan Abjad Bahasa
S
Suatu abjad adalah suatu nonempty, [yang] terbatas satuan lambang.
L
Suatu bahasa L (di) atas suatu abjad adalah suatu koleksi dawai-dawai unsur-unsur. mengosongkan dawai. adalah suatu dawai dengan tidak ada lambang sama sekali.
S* Satuan dari semua dawai-dawai unsur-unsur [yang] terbatas mungkin ditandai oleh*.. adalah suatu unsur*.
Suatu dawai adalah suatu urutan lambang [yang] terbatas dari suatu abjad, Sigma. Penggabungan dua dawai-dawai v dan w adalah dawai [itu] wv yang diperoleh dengan menambahkan catatan dawai w di sebelah kanan dawai v.
Bahasa program memerlukan dua tingkatan uraian, tingkatan yang paling rendah adalah sebagai suatu tanda. Tanda suatu bahasa program adalah kata kunci, identifiers, tetap dan lain lambang yang muncul di (dalam) bahasa [itu]. Di (dalam) kekosongan program utama()
printf("Hello World\N");
tanda adalah kekosongan, utama,(,),{, printf,(, " Salam World\N",),;,}
Abjad untuk bahasa [menyangkut] tanda yang berhubungan dengan kamus adalah karakter menetapkan [selagi/sedang] abjad untuk suatu bahasa program adalah satuan tanda berhubungan dengan kamus; Suatu dawai di (dalam) suatu bahasa L [disebut/dipanggil] suatu [kalimat;hukuman] dan adalah suatu unsur Sigma*. [Dengan] begitu suatu bahasa L adalah suatu subset Sigma*. Sigma+ adalah satuan dari semua nonempty dawai-dawai Sigma mungkin, maka Sigma+= Sigma*-{ lamda}. Suatu tanda adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa untuk tanda dan suatu program adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa program.
Jika L0 dan L1 adalah bahasa, kemudian L0L1 menandakan bahasa [itu] { xy| x adalah di (dalam) L0, dan y adalah di (dalam) L1}. Itu adalah L0L1 terdiri dari dari semua penggabungan [yang] mungkin suatu dawai dari L0 yang diikuti oleh suatu dawai dari L1.
dan Tatabahasa Bahasa
Pemesanan lambang di dalam suatu tanda *apakah diuraikan oleh ungkapan reguler. Pemesanan lambang di dalam suatu program *apakah diuraikan oleh context-free tatabahasa. Di (dalam) bagian ini, kita menguraikan context-free tatabahasa. Suatu bagian kemudiannya menguraikan ungkapan reguler. Context-Free tatabahasa menguraikan bagaimana unit berhubungan dengan kamus ( tanda) dikelompokkan ke dalam struktur penuh arti. Abjad ( satuan unit berhubungan dengan kamus) terdiri dari [menyangkut] kata kunci, identifiers, tetap, pemberian tanda baca lambang, dan berbagai operator. [Selagi/Sedang] context-free tatabahasa adalah cukup untuk menguraikan kebanyakan bahasa program membangun, mereka tidak bisa menetapkan context-sensitive aspek suatu bahasa seperti kebutuhan yang suatu nama harus diumumkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan, [order/ pesanan] dan jumlah parameter nyata di (dalam) suatu panggilan prosedur harus memenuhi [order/ pesanan] dan jumlah argumentasi formal di (dalam) suatu deklarasi prosedur, dan jenis itu harus dapat dipertukarkan timbal balik dari suatu operator tugas.
Suatu tatabahasa terdiri dari suatu koleksi [yang] terbatas [dari;ttg] kategori bersifat tatabahasa ( e.g. kata benda ungkapan, ungkapan katakerja, artikel, kata benda, katakerja dll), kata-kata individu ( unsur-unsur [menyangkut] abjad), [atur/perintah] untuk gambarkan [order/ pesanan] di mana unsur-unsur [menyangkut] kategori yang bersifat tatabahasa harus nampak dan di sana harus suatu kategori bersifat tatabahasa paling umum. Gambar 2.1 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris.
Gambar 2.1:G0 suatu tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris
kategori Yang bersifat tatabahasa adalah: S, NP, VP, D, N, V.
Kata-Kata adalah: a,, kucing, tikus, peluru/bola, anak laki-laki, anak perempuan, [berlari/ menjalankan], memantul, menangkap.
tatabahasa Aturan adalah:
S--> NP VPNP--> NNP--> D NVP--> VVP--> V NPV--> [berlari/ menjalankan]| yang dipantulkan| caughtD--> a| theN--> kucing| tikus| peluru/bola| anak laki-laki| anak perempuan [Adalah] kategori [yang] yang paling umum (adalah), suatu [kalimat;hukuman].
Di (dalam) suatu context-free tatabahasa, kategori yang bersifat tatabahasa *apakah [disebut/dipanggil] variabel, kata-kata ( tanda) [disebut/dipanggil] terminal, aturan tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan [memanggil/hubungi] produksi, dan kategori bersifat tatabahasa yang paling umum [memanggil/hubungi] lambang start. Istilah ini diulangi di (dalam) Definisi 2.2.
definisi 2.2:Context-Free tatabahasa Context-Free tatabahasa G adalah suatu mengalikan dengan empat
G= ( V, T, P, S)
[di mana/jika]
V adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang variabel,
T adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang terminal memisah dari V,
P adalah suatu [yang] terbatas satuan dalam menulis ulang aturan ( produksi) tentang format
A--> w [di mana/jika] Suatu di (dalam) V, w di (dalam) ( V perserikatan/pipa sambung T)*
S adalah suatu unsur V [memanggil/hubungi] lambang start.
Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] suatu bahasa. Dengan suatu dawai wof [adalah] format w= uxv [adalah] produksi x--> yis dapat digunakan untuk dawai ini [karena;sejak] xappears di (dalam) dawai [itu]. Produksi mengijinkan [kita/kami] untuk menggantikan xwith yobtaining dawai z z= uyv dan kata[kan itu wderives z. Ini adalah [di]tertulis dasar [ketika;seperti] w==> z
Jika
w1==> w2==>...==> wn [yang] kita kata[kan w1 itu memperoleh wn dan tulis w1==>* wn
Satuan [kalimat;hukuman] suatu bahasa *apakah diperoleh dari lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu]. Definisi 2.3 menyusun gagasan ini.
definisi 2.3:Generation suatu Bahasa dari Tatabahasa
Yang dibiarkan G (adalah) suatu tatabahasa. Kemudian L(G yang di-set)= { w di (dalam) T*| S==>* w} adalah bahasa yang dihasilkan oleh G. Suatu bahasa L adalah context-free iff ada suatu context-free tatabahasa G . seperti (itu) bahwa L= L(G). Jika w di (dalam) L(G), kemudian urutan [itu]==> w1==> w2==>...==> wn==> w adalah suatu asal usul [menyangkut] [kalimat;hukuman] w dan wi *apakah [disebut/dipanggil] sentential format.
Gunakan tatabahasa [itu] G0 [adalah] [kalimat;hukuman] [adalah] kucing menangkap tikus dapat dihasilkan sebagai berikut:
S==> NP VP
==> D N VP
==> N VP
==> kucing VP
==> kucing V NP
==> kucing menangkap NP
==> kucing menangkap D N
==> kucing menangkap N
==> kucing menangkap tikus
Asal usul ini dilakukan di (dalam) suatu leftmost cara. Itu adalah, pada setiap langkah [adalah] leftmost variabel di (dalam) sentential format digantikan.
Kadang-Kadang suatu asal usul jadilah lebih menarik jika [itu] dipertunjukkan dalam wujud suatu asal usul pohon.
S / \ NP VP / \ / \
D N V NP / / / \ [adalah] kucing menangkap \ / \ D N
http://cs.wwc.edu/~aabyan/PLBook/HTML/Syntax.html ( 5 25)8/10/2006 8:26:10 PM
\ \
tikus
Dugaan suatu pohon mendasarkan asal usul disusun di (dalam) Definisi 2.5.
Definisi 2.5: Asal usul Pohon
Yang dibiarkan G= ( V, T, P, S) (adalah) suatu context-free tatabahasa. Suatu asal usul pohon mempunyai kekayaan yang berikut [itu].
1.Akar diberi label.
2.Tiap-Tiap bagian dalam/pedalaman puncak mempunyai suatu label dari V.
3.Jika suatu puncak mempunyai label [Adalah] suatu di (dalam) V, dan anak-anak nya *apakah diberi label ( dari kiri ke kanan) a1,...,
suatu, kemudian P harus berisi suatu produksi [menyangkut] format A--> a1...an
4.Tiap-Tiap daun mempunyai suatu label dari T perserikatan/pipa sambung { lamda}.
Di (dalam) contoh generasi [yang] kita memilih untuk menulis kembali left-most nonterminal dulu. Ketika ada dua atau lebih left-most asal usul suatu dawai di (dalam) tatabahasa ditentukan atau, dengan setara, ada dua asal usul pohon beda untuk [kalimat;hukuman] yang sama, tatabahasa disebut rancu. Dalam beberapa peristiwa, kerancuan mungkin (adalah) dihapuskan oleh pemilihan yang lain tatabahasa untuk bahasa atau yang aturan menambahkan tidak mungkin context-free [atur/perintah]. Definisi 2.6 menggambarkan kerancuan dalam kaitan dengan asal usul pohon.
Definisi 2.6: Tatabahasa Rancu
Suatu context-free tatabahasa G disebut rancu jika [di/ke] sana ada beberapa w di (dalam) L(G) yang mempunyai dua asal usul pohon beda.
Abstrak Sintaksis
Para programmer dan compiler para penulis harus mengetahui lambang yang nyata digunakan di (dalam) program-- sintaksis beton. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis beton ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G1 di (dalam) Gambar 2.2,.
Gambar 2.2:G1 Suatu tatabahasa ungkapan
V={ E}
T={ c, orang yang tak punya naluri,+,*,(,)}
P= { E--> c,
E--> orang yang tak punya naluri,
E--> ( E),
E--> E+ E,
E--> E* E}
S= E
Kita berasumsi bahwa cand idstand untuk manapun [yang] tetap dan identifiers berturut-turut. Wujudkan[lah sintaksis mempunyai kaitan dengan hubungan yang hirarkis dan lambang yang tertentu menggunakan. titik sintaksis abstrak [yang] Yang utama adalah untuk menghilangkan detil penyajian phisik, menetapkan struktur [yang] yang murni [menyangkut] bahasa [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari bahasa [itu]. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis abstrak ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G2 di (dalam) Gambar 2.3.
Gambar 2.3:G2 Suatu tatabahasa ungkapan abstrak
V={ E}
T={ c, orang yang tak punya naluri, menambahkan, mult}
P= { E--> c,
E--> orang yang tak punya naluri,
E--> menambahkan E E,
E--> mult E E}
S= E
terminal Lambang adalah nama untuk kelas object.
Suatu perbedaan tambahan antar[a] beton dan sintaksis abstrak appeThe menyetem perbedaan di (dalam) penggunaan beton dan tatabahasa abstrak terbaik digambarkan dengan membandingkan asal usul pohon dan pohon sintaksis abstrak untuk orang yang tak punya naluri ungkapan+ ( orang yang tak punya naluri* orang yang tak punya naluri). asal usul Pohon untuk tatabahasa beton adalah hanya(lah) apa kita akan harapkan
/| \
E+ E
/| \
orang yang tak punya naluri( E)
/| \
E* E
/ \
orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri
[selagi/sedang] pohon sintaksis abstrak untuk tatabahasa abstrak adalah [yang] sungguh berbeda.
menambahkan / \ orang yang tak punya naluri mult / \ orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri Di (dalam) suatu asal usul pohon untuk suatu tatabahasa abstrak, [tangkai pohon/bengkak urat] yang internal *apakah diberi label dengan operator dan kinandar adalah anak-anak mereka dan di sana adalah tidak (ada) lambang beton di (dalam) pohon [itu]. Misahkan[lah pohon sintaksis *apakah digunakan oleh compiler untuk suatu wakilan antara [menyangkut] program [itu].
beton Sintaksis menggambarkan program [jalan/cara] *apakah [di]tertulis [selagi/sedang] sintaksis abstrak menguraikan struktur [yang] yang murni suatu program [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari program [itu]. abstrak Sintaksis adalah penting ketika kita adalah tertarik akan pemahaman arti dari suatu program ( ilmu semantik nya) dan ketika penterjemahan suatu program ke kode mesin.
Penguraian
Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan kedua-duanya untuk pengenalan dan generasi ( penguraian) tentang [kalimat;hukuman]. Kedua-Duanya pengenalan dan generasi memerlukan temuan [adalah] suatu urutan yang menulis ulang terdiri dari aplikasi [menyangkut] menulis ulang yang aturan mulai dengan lambang start tatabahasa dan akhir dengan [kalimat;hukuman] [itu]. Pengenalan suatu program dalam kaitan dengan tatabahasa [disebut/dipanggil] penguraian. Suatu yang algoritma mengenali program [disebut/dipanggil] suatu parser. Suatu parser yang manapun secara implisit atau dengan tegas membangun suatu asal usul pohon untuk [kalimat;hukuman] [itu].
Ada dua pendekatan untuk menguraikan. Parser dapat mulai dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa dan usaha untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] yang sama bahwa mencoba untuk mengenali atau [itu] dapat mencoba untuk memenuhi masukan kepada tangan kanan sisi [menyangkut] produksi [yang] membangun suatu asal usul pohon di (dalam) kebalikan. pendekatan Yang pertama [disebut/dipanggil] top-down [yang] menguraikan dan yang kedua, dari bawah ke atas menguraikan.
Gambar 2.4 menggambarkan top-down [yang] menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan bu kembali masukan tak dikenali. Masukan diteliti dari kiri ke kanan satu tanda pada waktu yang sama.
Gambar 2.4:Top-down Uraikan(Kalimat)
MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN
S kucing menangkap tikus
/ \
NP VP [adalah] kucing menangkap tikus
/ \ \
D N \ [adalah] kucing menangkap tikus
|| \
| \ kucing menangkap tikus| \
kucing \ menangkap tikus / \
V NP menangkap tikus
| \
\ yang ditangkap [adalah] tikus / \
D N tikus
||
| tikus|
tikus
Masing-Masing garis di (dalam) figur menghadirkan langkah tunggal di (dalam) [itu] menguraikan(kalimat). masing-masing Nonterminal digantikan oleh tangan kanan sisi melukiskan itu. Setiap kali suatu terminal memenuhi masukan, tanda bersesuaian dipindahkan dari masukan [itu].
Gambar 2.5 menggambarkan dari bawah ke atas menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan masukan tak dikenali yang sisa[nya]. Bahwa[lah menguraikan(kalimat) pohon dibangun terbalik, yaitu., menguraikan(kalimat) pohon dibangun di (dalam) kebalikan.
Gambar 2.5:Bottom-up Uraikan(Kalimat)
MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN
kucing menangkap tikus
Sintaksis
kucing menangkap tikus|
D kucing menangkap tikus
|
| kucing menangkap tikus
||
| N menangkap tikus
\ /
NP menangkap tikus
|
| yang ditangkap tikus
||
| V tikus
||
|| tikus
|||
|| D tikus
|||
||| tikus
||||
||| N
|| \ /
|| NP
| \ /
| VP
\ /
S
masing-masing Garis menghadirkan selangkah di (dalam) [itu] penguraian urutan. masukan Tanda menggeser/bergeser dari masukan kepada menguraikan(kalimat) pohon ketika parser adalah tidak mampu untuk mengurangi cabang [menyangkut] pohon [bagi/kepada] suatu variabel.
Table-Driven dan pendaratan berulang menguraikan
pendekatan [yang] paling intuitif dan Yang paling sederhana untuk membangun suatu parser adalah untuk menterjemahkan tatabahasa ke dalam suatu koleksi [dari;ttg] rutin berulang. seperti itu Parser [disebut/dipanggil] suatu pendaratan berulang parser. Suatu prosedur parseN dibangun untuk variabel masing-masing N. tangan kanan Sisi [menyangkut] produksi menentukan badan [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat) prosedur. Variabel di (dalam) tangan kanan sisi menjadi [sebut/panggil/hubungi] [bagi/kepada] suatu menguraikan(kalimat) prosedur. Terminal di (dalam) tangan kanan sisi *apakah diterjemahkan untuk suatu cek verifikasi untuk meyakinkan masukan sesuai dengan terminal dan suatu panggilan prosedur untuk mendapat/kan tanda masukan yang berikutnya. pembatasan dan Detil tambahan pada [atas] tatabahasa adalah menyerah Bab: Terjemahan.
Suatu pendekatan pengubah adalah untuk membangun top-down table-driven parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan tatabahasa [itu] ( pada umumnya disimpan di (dalam) format bentuk tabel). Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:
1.Initialize [adalah] tumpukan dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu].
2.Mengulangi sampai tindakan lebih lanjut adalah mungkin
a.Jika puncak tumpukan dan lambang masukan yang berikutnya adalah sama, meletus puncak tumpukan dan mengkonsumsi lambang masukan.
b.Jika puncak tumpukan adalah suatu nonterminal lambang, meletus tumpukan dan mendorong tangan kanan sisi [menyangkut] tatabahasa yang yang bersesuaian [atur/perintah] ke tumpukan [itu].
3.Jika kedua-duanya [adalah] masukan dan tumpukan kosong, menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].
Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.6 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Gambar 2.6Top-down menguraikan(kalimat) id+id*id
TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION
E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E--> E
+ E
E+E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri id+E] id+id*id] letusan& mengkonsumsi + E] + id*id] letusan& mengkonsumsi
E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
E*E
E*E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri id*E] id*id] letusan& mengkonsumsi * E] * orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi
E] orang yang tak punya naluri] letusan& desakan menggunakan E-->
orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri] orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi]] menerima
Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Sepertiga alternatif adalah untuk membangun suatu dari bawah ke atas [tabel;meja] [memandu/mengemudi] parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan suatu tatabahasa disimpan di (dalam) format bentuk tabel. Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:
1.Pada awalnya tumpukan kosong.
2.Mengulangi sampai tindakan mungkin.
a.Jika puncak n lambang tumpukan memenuhi tangan kanan sisi suatu tatabahasa [atur/perintah] di (dalam) kebalikan, kemudian mengurangi tumpukan lebih lanjut [oleh/dengan] menggantikan n lambang dengan tangan kiri lambang [menyangkut] tatabahasa [atur/perintah].
b.Jika tidak (ada) pengurangan adalah mungkin kemudian bergeser lambang masukan yang sekarang kepada tumpukan [itu].
3.Jika masukan adalah mengosongkan dan tumpukan berisi hanya lambang start [menyangkut] tatabahasa, kemudian menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].
Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.7 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Gambar 2.7:Bottom-up menguraikan(kalimat) id+id*id
TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION
] id+id*id] Pergeseran
orang yang tak punya naluri] + id*id] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E] + id*id] Pergeseran
+ E] id*id] Pergeseran
id+E] * orang yang tak punya naluri] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E+E] * orang yang tak punya naluri] Pergeseran
* E+E] orang yang tak punya naluri] Pergeseran
id*E+E]] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E*E+E]] Urangi penggunaan E--> E*E
E+E]] Urangi penggunaan E--> E+E
E]] Nerima
Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).
Di (dalam) contoh ini [adalah] pilihan [menyangkut] produksi yang ke penggunaan boleh nampak seperti gaib. Di (dalam) kasus suatu top-down parser, tatabahasa G1 harus ditulis ulang untuk memindahkan kerancuan [itu]. Karena dari bawah ke atas parsers, ada teknik untuk analisa [menyangkut] tatabahasa untuk menghasilkan satu set aneka pilihan terang untuk produksi. . seperti (itu) teknik adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.
Nondeterministic Pushdown automata
Suatu studi hati-hati [menyangkut] penguraian proses mengungkapkan bahwa apakah menguraikan(kalimat) adalah top-down atau dari bawah ke atas, parser harus [memegang/menjaga] informasi beberapa pada [atas] suatu tumpukan. Di (dalam) kasus suatu pendaratan berulang parser, tumpukan adalah tersembunyi dalam recursion [itu]. Di [dalam] kasus top-down parser, [itu] harus meninggal variabel batal/mulai tumpukan dan mendorong bersesuaian sisi kanan pada [atas] tumpukan dan terminal letusan batal/mulai tumpukan ketika mereka memenuhi masukan [itu]. Di [dalam] kasus dari bawah ke atas parser, [itu] harus bergeser ( desakan) terminal ke tumpukan dari masuk dan mengurangi ( letusan) urutan variabel dan terminal batal/mulai tumpukan [yang] menggantikan [mereka/nya] dengan suatu variabel [di mana/jika] urutan variabel dan terminal sesuai dengan tangan kanan sisi produksi beberapa.
Pengamatan ini mempimpin [kita/kami] kepada dugaan menekan automata. Suatu menekan automata mempunyai suatu masukan bahwa itu meneliti dari kiri ke kanan, suatu tumpukan, dan suatu kendali terbatas untuk mengendalikan operasi membaca masukan dan data mendorong pada [atas] dan meletus data batal/mulai tumpukan [itu]. Definisi 2.6 adalah suatu definisi [yang] formal suatu menekan automata.
Definisi 2.6: Push-Down otomat [Adalah] suatu menekan otomat M adalah suatu 7-tuple ( Q, Sigma, Tau, delta, q0, Z0, F)
Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara Sigma adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad masukan Tau adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad tumpukan
delta adalah suatu transisi berfungsi dari Q× ( Sigma perserikatan/pipa sambung { e})× Tau ke [yang] terbatas subsets Q× Tau*
q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan Z0 di (dalam) Tau [memanggil/hubungi] lambang start
F suatu subset Q; satuan dalam negara diterimanya
PDA=< Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Stackalphabet, Tumpukan, Transitionfunction,> Bentuk wujud: C= Satakan x Tumpukan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate,[], Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s,[],[])-- menerima ( mengosongkan stack)t(s,[], S)-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, I, S)= ( s', I, S)-- epsilon movet(s, [ i|I], S)= ( s', I, S)-- mengkonsumsi inputt(s, I, [ x|S])= ( s', I, S)-- meletus stackt(s, I, S)= ( s', I, [ x|S])-- mendorong stackt(s, [ i|I], [ x|S])= ( s', I, S)-- mengkonsumsi masukan dan letusan stackt(s, [ i|I], S)= ( s', I, [ x|S])-- mengkonsumsi masukan dan tumpukan desakan Contoh: palindroms program ( Startstate, Masukan,[])
t(push,[],[])= menerima// mengosongkan masukan t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, S)// memusat, panjangnya aneh palindrom t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, [ x|S])// pusat, bahkan panjangnya palindrom t(push, [ x|I], S)= ( mendorong, I, [ x|S])// sisi yang ditinggalkan t(pop, [ x|I], [ x|S])= ( letusan, I, S)// sebelah kanan t(pop,[],[])= menerima Aplikasi PDAS *apakah diselidiki di (dalam) latihan [itu].
Kesamaan PDA dan CFGS
Sama [halnya] suatu tatabahasa menggambarkan suatu bahasa L(G), maka suatu PDA M menggambarkan suatu bahasa L(M), satuan dawai-dawai bahwa itu menerima. Hubungan antar[a] PDAS dan CFG menarik. Manapun bahasa yang diterima oleh suatu PDA dapat ditunjukkan untuk;menjadi ditunjukkan untuk mempunyai suatu context-free tatabahasa. Juga manapun context-free tatabahasa menggambarkan suatu PDA. [Selagi/Sedang] tanda bukti statemen ini adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini, gagasan untuk tanda bukti ini. Bentuk wujud suatu PDA dapat diuraikan dalam kaitan dengan suatu context-free tatabahasa. Semua CFGS dapat memasuki suatu format khusus ( Greibach format normal) yang dapat digunakan untuk menguraikan bentuk wujud suatu PDA.
Ungkapan Reguler
[Selagi/Sedang] CFGS dapat digunakan untuk menguraikan tanda suatu bahasa program, ungkapan reguler ( PERIHAL) adalah suatu notasi [yang] lebih menyenangkan untuk menguraikan struktur sederhana mereka. Abjad terdiri dari [menyangkut] karakter yang di-set [yang] di/terpilih untuk bahasa dan notasi meliputi.
`•' untuk menggabungkan materi ( penjajaran digunakan untuk tujuan yang sama),
`|' [bagi/kepada] alternatif terpisah ( sering`+' digunakan untuk tujuan yang sama),
`*' untuk menunjukkan bahwa item yang sebelumnya mungkin (adalah) diulangi nol atau lebih waktu, dan
`('`)' untuk/karena menggolongkan.
definisi 2.7:Regular ungkapan dan bahasa Reguler
Ungkapan Reguler Bahasa
E Menandakan L(E)
øø [yang] di-set Yang kosong; bahasa
dawai kosong; lamda bahasa { lamda} yang terdiri dari [menyangkut] dawai yang kosong a{ a} a; yang bahasa terdiri dari sekedar ( E • F) { uv| u di (dalam) L(E) dan v di (dalam) L(F)} penggabungan;
( E|F) { u| u di (dalam) L(E) atau u di (dalam) L(F)} pertukaran; perserikatan/pipa sambung L(E) dan L(F)
{ u1u2...un| ui di (dalam) L
( E*) ( E) 0<= i <= n, n manapun urutan dari E >= 0}
Identifiers dan angka-angka riil mungkin (adalah) digambarkan menggunakan ungkapan reguler sebagai berikut:
bilangan bulat= D D*
identifier= A(A|D)*
Suatu penyaring gambar tv adalah suatu yang program menggolongkan karakter dari suatu arus masukan ke dalam suatu urutan tanda. Penyaring gambar tv berdasar pada ungkapan reguler mudah untuk tulis. Lex adalah suatu penyaring gambar tv generator sering membungkus dengan lingkungan YANG UNIX [itu]. Seorang pemakai menciptakan suatu file [yang] berisi ungkapan reguler dan Lex menciptakan suatu program untuk mencari-cari tanda yang digambarkan oleh ungkapan reguler itu. teks Para editor menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari dan menggantikan teks. grep perintah YANG UNIX menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari teks.
Status Terbatas nondeterministic Dan Deterministic Mesin
Ungkapan reguler adalah setara dengan mesin status terbatas. Suatu mesin status terbatas terdiri dari satu set negara ( salah satu dari yang mana [adalah] yang start dan status atau lebih [] yang *apakah sedang menerima negara), satu set transisi dari satu status ke yang lain masing-masing memberi label dengan suatu lambang masukan, dan suatu dawai masukan. masing-masing Langkah [menyangkut] mesin status yang terbatas terdiri dari membandingkan lambang masukan yang sekarang dengan satuan transisi sesuai dengan status yang sekarang dan kemudian mengkonsumsi lambang masukan dan ber/gerakkan kepada status sesuai dengan transisi. Definisi 2.8 negara ini secara formal.
definisi 2.8:Finite Menyatakan Otomat
Suatu otomat status terbatas atau fsa digambarkan oleh mengalikan dengan lima M= ( Q, Sigma, delta, q0, F), [di mana/jika] Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara internal Sigma adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang [memanggil/hubungi] delta abjad masukan: Q× Sigma--> 2Q adalah suatu total fungsi [memanggil/hubungi] fungsi transisi q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan F suatu subset Q adalah satuan status akhir
FSM= < Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Transitionfunction> Bentuk wujud: C= Satakan x; Inititial bentuk wujud ( Startstate, Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s,[])-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, [ x|I])= ( s', I)-- mengkonsumsi inputt(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan Contoh: identifiers ( Startstate, Masukan)
t(start, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ d|I])= ( iklan, I) t(ad,[])-- menerima fungsi transisi Delta digambarkan pada [atas] suatu status dan suatu lambang masukan. [Itu] dapat diperluas untuk suatu delta fungsi* pada [atas] dawai-dawai lambang masukan sebagai berikut:
1.delta*(q,-)=q untuk dawai [yang] yang kosong
2.delta*(q,wa)=delta(delta*(q,w),a) untuk/karena semua dawai-dawai w dan masuk lambang [adalah] suatu
Suatu FSA [memanggil/hubungi] deterministic jika ada paling banyak satu transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan [yang] ditentukan dan di sana adalah tidak (ada) transisi lamda. Suatu FSA [memanggil/hubungi] nondeterministic jika ada satu atau lebih transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan ditentukan. Suatu Moore mesin adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan masing-masing menyatakan dan suatu mesin Seperti tepung adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan transisi masing-masing. Moore dan Seperti tepung FSAS adalah penting di (dalam) aplikasi FSAS.
Kesamaan [dari;ttg] fsa nondeterministic dan deterministic
Itu bisa nampak bahwa suatu mesin yang bisa ` guess' ( [yang] nondeterministic) yang pindah;gerakkan untuk membuat berikutnya akan [yang] lebih kuat dibanding apa yang itu tidak bisa ( deterministic). dalil Yang berikut menunjukkan bahwa di (dalam) kasus FSAS, bukan kasus [itu].
Theorem:Every yang deterministic otomat status terbatas adalah suatu otomat status terbatas nondeterministic. Proof:The definisi suatu FSA deterministic adalah tercakup di definisi suatu FSA nondeterministic.
Dalil: Karena tiap-tiap otomat status [yang] terbatas nondeterministic ada suatu otomat status [yang] terbatas deterministic yang menerima bahasa yang sama [itu].
Bukti:
M=(S,A,T,Q0,F Yang dibiarkan) (adalah) suatu FSA nondeterministic. Menggambarkan[lah M'=(S',A,T',F') sebagai berikut:
S' adalah satuan dari semua subsets; suatu unsur' ditandai oleh [ q1...,qm]
t': t'([q1...,qm],a)= [ p1,...,pn] [di mana/jika] [ p1,...,pn] adalah perserikatan/pipa sambung [menyangkut] negara . seperti (itu) t(qi,a itu)
= pj} F' adalah satuan dari semua negara' itu berisi suatu diterimanya status M
Tanda bukti diselesaikan oleh induksi/pelantikan pada [atas] panjang dawai masukan.
Kesamaan fsa dan ungkapan reguler
Sama [halnya] context-free tatabahasa dan PDAS adalah padanan, ungkapan [yang] sangat reguler dan FSAS adalah padanan seperti yang berikut pertunjukan dalil.
Dalil: Jika r adalah suatu ungkapan reguler kemudian [di/ke] sana ada suatu NFA yang menerima L(R). Bukti ( Sket) bukti Yang formal adalah dengan induksi/pelantikan pada [atas] banyaknya operator di (dalam) ungkapan [itu]. Karena kasus dasar ( mengosongkan dawai di-set, kosong dan singleton menetapkan) bersesuaian fsa adalah sederhana untuk menggambarkan. kasus [yang] semakin Kompleks *apakah ditangani dengan menggabungkan negara [dari;ttg] fsa lebih sederhana.
Dalil: Jika L diterima oleh suatu DFA kemudian L ditandai oleh suatu ungkapan reguler. Bukti di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.
Penyajian Grafis
Di (dalam) suatu penyajian grafis, negara *apakah diwakili oleh lingkaran, dengan akhir ( atau menerima) negara yang ditandai oleh dua lingkaran-lingkaran konsentris. start Status ditandai oleh kata[an] `` Start''. Suatu busur lingkaran/lingkungan dari status untuk menyatakan t memberi label suatu menandai (adanya) suatu transisi dari ke t pada [atas] masukan a. Suatu label a/b menunjukkan bahwa transisi ini menghasilkan suatu keluaran b. Suatu label a1, a2,..., ak menunjukkan bahwa transisi dibuat pada [atas] masukan a1 yang manapun , a2,..., ak.
/* MEMERLUKAN Suatu DIAGRAM MANIS DI SINI*/
Penyajian Bentuk tabel
Di (dalam) suatu penyajian bentuk tabel, negara adalah satu index dan masukan lain. Isi [tabel;meja] adalah status yang berikutnya ( dan tindakan jika diperlukan).
Gambar 2.8: bentuk tabel
penyajian untuk suatu transisi berfungsi.
Implementasi FSAS
transisi Fungsi suatu FSA dapat diterapkan sebagai statemen kasus, suatu koleksi prosedur dan sebagai [tabel;meja]. Di (dalam) suatu kasus mendasarkan status penyajian diwakili oleh nilai suatu variabel, statemen kasus ditempatkan di (dalam) badan suatu pengulangan/jerat dan pada [atas] perkataan berulang-ulang masing-masing [menyangkut] pengulangan/jerat, masukan adalah dibaca dan peubah keadaan dibaharui.
Status:= Start;
pengulangan
mendapat/kan masukan [yang] aku
kasus Status
...
Si: kasus [yang] aku
...
Ci: Status:= Sj;
...
akhir
...
akhir
sampai masukan kosong dan diterimanya menyatakan
Di (dalam) suatu penyajian mengenai cara, status masing-masing adalah suatu prosedur. Transisi kepada status yang berikutnya terjadi ketika prosedur mewakili status yang berikutnya jadilah `` yang [disebut/dipanggil]''.
prosedur States(I: masukan)
kasus [yang] aku
...
Ci: mendapat/kan masukan [yang] aku; Statet(I)
...
akhir
Di (dalam) table-driven implementasi, fungsi transisi disandikan di (dalam) suatu dua array dimensional. Satu index adalah status yang sekarang lain adalah masukan yang sekarang [itu]. array Unsur adalah negara.
status:= start;
[selagi/sedang] status!= akhir lakukan
mendapat/kan masukan [yang] aku;
status:= table[state,I]
Implementasi adalah tidak sempurna [karena;sejak] mereka tidak berisi kode untuk berhubungan dengan ujung masukan.
pragmatis
Di ilmu semantik mengukur, mewujudkan sintaksis tidak berarti. Bagaimanapun, mewujudkan sintaksis berarti kepada programmer dan kepada penulis compiler. Programmer memerlukan suatu bahasa yang mudah untuk membaca dan tulis. compiler Penulis ingin suatu bahasa yang mudah untuk menguraikan(kalimat). Detil sederhana seperti penempatan kata kunci, titik koma dan kasus dapat mempersulit hidup [menyangkut] penulis compiler atau programmer.
banyak orang Bahasa *apakah dirancang untuk merancang untuk membuat kumpulan gampang. Gol adalah untuk menyediakan suatu sintaksis sedemikian sehingga kebutuhan compiler membuat hanya orang mengabaikan program [itu]. Kebutuhan ini berarti bahwa dengan (pelajaran) pelengkap perkecualian, masing-masing tetap, jenis, variabel, fungsi dan prosedur harus digambarkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan. Jual adalah antar[a] [yang] sedikit meningkat kompleksitas [yang] syntactic [menyangkut] bahasa dengan beberapa ditingkatkan di (dalam) beban pada [atas] programmer dan suatu compiler lebih sederhana.
Beberapa isu [yang] yg berhub dg sintaksis spesifik meliputi:
statemen Penghentian dan/atau separation.In Pascal [adalah] titik koma adalah suatu mesin pemisah statemen [selagi/sedang] di (dalam) C titik koma adalah suatu statemen terminator. [Dengan] begitu di (dalam) Pascal [adalah] suatu titik koma tidaklah*janganlah perlu setelah statemen yang ter]akhir di (dalam) suatu urutan statemen ketika diperlukan di (dalam) C. Jika suatu bahasa meliputi suatu statemen kosong, suatu titik koma salah meletakkan dapat ber;ubah arti dari suatu program. Sebagai contoh, di (dalam) program membagi-bagi [selagi/sedang] C lakukan; S; titik koma yang pertama ber/mengakhiri statemen yang kosong mengikuti doand statemen sementara itu; Dik bukan di [dalam] badan [selagi/sedang] statemen.
kasus Sensitivity.Pascal adalah kasus yang tidak dapat merasakan [selagi/sedang] C adalah kasus sensitip.
Mbuka dan menutup keywords.Algol-68 dan Modula-2 memerlukan menutup kata kunci. Modula-2 menggunakan
dan Endwhile Algol-68 menggunakan kebalikan [menyangkut] pembukaan kata kunci untuk example,if C kemudian fi
tugas Operator. tugas Operator bervariasi antar bahasa program sangat mendesak.
:= Pascal dan Ada= FORTRAN, C/C++/Java <-- APL Pilihan di (dalam) FORTRAN dan C/C++/Java adalah orang yang bernasib sial [karena;sejak] tugas adalah berbeda dari persamaan. . EQ. FORTRAN == C/C++/Java Identifikasi fungsi dan prosedur calls.In C, memeriksa prosedur panggilan *apakah dibedakan oleh kehadiran tanda kurung. Pascal tidak memerlukan tanda kurung. kembali[an Values.In C, jika suatu fungsi digunakan sebagai suatu perintah, nilai kembali[an nya diabaikan. Di (dalam) Pascal, suatu fungsi tidak bisa digunakan sebagai suatu perintah. Untuk mengabaikan nilai yang dikembalikan, Modula-3 memerlukan fungsi [sebut/panggil/hubungi] dengan kata kunci [itu] EVAL. Suatu sintaksis mengarahkan editor dapat menggunakan warna, bak, dan tataruang untuk membantu programmer di (dalam) pembeda antar[a] komentar, memesan kata-kata, kode, dan dapat menyediakan penyelesaian perintah. Perspektif Historis dan Lanjut membaca Backus-Naur Mbentuk BNF adalah suatu notasi untuk gambarkan produksi suatu context-free tatabahasa. BNF menggunakan lambang yang berikut<,>,::=,|. Variabel *apakah terlampir antar[a]< dan>. Lambang--> digantikan dengan::=. Lambang| digunakan untuk alternatif terpisah. Terminal *apakah diwakili dengan sendirinya atau *apakah ditulis dalam suatu huruf cetak-buku yang berbeda dari lambang [menyangkut] BNF [itu]. Berikut adalah suatu BNF uraian ungkapan perhitungan.
< Ungkapan>::= < Identifier>| < Nomor;Jumlah>|
< Ungkapan> < Op> < Ungkapan>|
( < Ungkapan>)
< Op>::=+|-|*| /
< Identifier>::= < Surat>
< Identifier>::= < Identifier> < Surat>
< Nomor;Jumlah>::= < Digit>
< Nomor;Jumlah>::= < Nomor;Jumlah> < Digit>
< Surat>::= A|...| Z
< Digit>::= 0|...| 9
EBNF ( BNF yang diperluas)
Beberapa beberapa perluasan untuk meningkatkan yang keadaan dapat dibaca untuk BNF telah diusulkan. Satu . seperti (itu) perluasan adalah untuk tulis nama [menyangkut] variabel di (dalam) huruf miring dan tanpa< dan>. Sebagai tambahan, EBNF ( BNF yang diperluas) adalah suatu kombinasi [menyangkut] BNF dan notasi [dari;ttg] ungkapan reguler. Suatu EBNF produksi aturan [menjadi/dari] format N::= E, [di mana/jika] Nis suatu nonterminal lambang dan Eis suatu memperluas ungkapan reguler. ungkapan reguler Biasa, Emay berisi`|',`*', dan tanda kurung untuk pengelompokan tetapi tidak sama dengan ungkapan reguler biasa, mungkin berisi lambang variabel seperti halnya lambang terminal.
Beberapa perluasan tambahan meliputi penggunaan kait, { E}, atau elipsis (penghilangan kata), E..., untuk menandai (adanya) nol atau lebih [] pengulangan dari suatu item dan tanda-kurung, [ E], untuk menandai (adanya) suatu item opsional.
Gambar 2.8 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu bahasa program sangat mendesak sederhana.
Gambar 2.8:Context-free tatabahasa untuk [yang] Sederhana
program::= Definisi yang dibiarkan DI (DALAM) command_sequence ;AKHIR;I definisi::= e| BILANGAN BULAT id_seq IDENTIFIER.
id_seq::= e| id_seq IDENTIFIER, command_sequence::= e| command_sequence perintah; perintah:= MELOMPATI| YANG DIBACA IDENTIFIER| Exp| IDENTIFIER:= exp| JIKA exp KEMUDIAN command_sequence SELAIN ITU command_sequence FI| [SELAGI/SEDANG] bool_exp LAKUKAN command_sequence ;AKHIR;I exp::= exp+ istilah| exp - istilah| termterm:: istilah* faktor| faktor / istilah| factorfactor::= factor^primary| utama utama::= NOMOR;JUMLAH| IDENT|( exp) bool_exp::= exp= exp| exp< exp| exp> exp
Sintaksis
Slonneger& Kurts ( 1995) dan Sintaksis Formal Ilmu semantik Bahasa program Addison Wesley Watt, David A. ( 1991) Bahasa program dan Sintaksis Ilmu semantik Prentice-Hall Internasional.
Bahasa Uraian
Adalah mengandung pelajaran untuk membaca uraian bahasa pejabat. Berikut *apakah didaftarkan di (dalam) [order/ pesanan] historis.
FORTRAN Backus, J. W. et. al ( 1956) `` FORTRAN Persandian Otomatis Sistem'' di (dalam) Dokumen Besar di (dalam) Komputer Ilmu pengetahuan lebih lanjut [oleh/dengan] Laplante, P. ed. Barat. 1996.
Mccarthy CEDAL, J. ( 1960) Fungsi [yang] Berulang [dari;ttg] Ungkapan Simbolis ACM Komunikasi 3 4 April 1960, 184-195.
ALGOL 60 Naur, P., ed ( 1963) Laporan Yang ditinjau kembali pada [atas] Bahasa Yang Algorithmic ALGOL 60 Komunikasi [adalah] ACM. 6, 1-17. Algol 68 Pascal Jensen, K. dan Wirth, N. ( 1974) Pascal Pemakai Manual dan laporan 2Ed. Springer-Verlag Ada Pedoman untuk Ada Bahasa program U.S. Departemen Pertahanan, ANSI/MILSTD 1815A-1983, Washington, D. C., Pebruari, 1983.
Kernighan dan Ritchie ( 1978) `` C Pedoman'' di (dalam) C Bahasa program Prentice Hall/Aula. C++ Pulau Jawa 1.02
( 1996) Pulau Jawa Bahasa Spesifikasi Rencana Haskell 1.3 Peterson, Yohanes., ed ( 1996)a [Adalah] Haskell Laporkan 1.3 Prolog Gödel
Parser ( Compiler) Konstruksi Perkakas
Lex& Yacc ( atau Flex/Bison)
Eli Compiler Konstruksi Sistem
Purdue Compiler-Construction Alat Menetapkan ( PCCTS)
Watt, David A. ( 1993)
Bahasa program Pengolah Prentice-Hall Internationaljack ( Pulau Jawa parser dan penyaring gambar tv konstruksi alat)
Bahasa Formal dan Automata
TM= < Negara, Inputalphabet, Transitionfunction, Finalstates, Startstate> Bentuk wujud: C= Satakan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate, Masukan)
t: C--> C
Alihan terizin
t(s, I)-- menerima di (dalam) Finalstates t(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan t(s, ( Yang ditinggalkan, x, [ y|Right]))= ( s', ([ x'|Left], y, Benar))-- pindah;gerakkan [hak/ kebenaran] t(s, ([ x|Left], y, Benar))= ( s', ( Yang ditinggalkan, x, [ y'|Right]))-- gerak meninggalkan
Minggu, 27 Maret 2011
kepemimpinan
Pengertian
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak definisi kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Definisi Kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Kepemimpinan menurut Young (dalam Kartono, 2003) lebih terarah dan terperinci dari definisi sebelumnya. Menurutnya kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Tipe-tipe Kepemimpinan
Tipe-tipe kepemimpinan yang ada saat ini, yaitu:
A. Tipe instruktif,
tipe ini ditandai dengan adanya komunikasi satu arah. Pemimpin membatasi peran bawahan dan menunjukkan kepada bawahan apa, kapan, di mana, bagaimana sesuatu tugas harus dilaksanakan. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata menjadi wewenang pemimpin, yang kemudian diumumkan kepada para bawahan. Pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat oleh pemimpin.
Ciri-cirinya ;
Pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan.
Pemimpin memberikan batasan peranan bawahan.
Pemimpin memberitahukan bawahan tentang apa, bilamana, dimana, dan bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya.
Inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata dilakuakn oleh pemimpin.
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin
B. Tipe konsultatif,
Kepemimpinan tipe ini masih memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin. Bedanya adalah bahwa tipe konsultatif ini menggunakan komunikasi dua arah dan memberikan suportif terhadap bawahan mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang keputusan yang diambil. Sementara bantuan ditingkatkan, pengawasan atas pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin.
Ciri-cirinya :
Pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi.
Pemimpin mengadakan komunikasi dua arah dan berusaha mendengarkan perasaan, gagasan, dan saran bawahan.
Pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
C. Tipe partisipatif,
Sebab kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan, pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan makin banyak, sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan telah memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup luas untuk menyelesaikan tugas
Teori Kepemimpinan
1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan beerangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan
Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan , bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “the greatma theory”
Dalam perkemabangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwaa sifat – sifat kepemimpinan tidak
seluruhnya dilahirkan, akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain ; sifat fisik, mental dan kepribadian
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kea rah dua hal :
Pertama yang disebut Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yangØ menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia bekonsultasi dengan bawahan.
Kedua disebut struksur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpinØ yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil apa yang akan dicapai.
Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.
Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
3. Teori kontingensi
Mulai berkembang th 1962, teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem manajemen yang optimum, sistem tergantung pada tingkat perubahan lingkungannya. Sistem ini disebut sistem organik (sebagai lawan sistem mekanistik), pada sistem ini mempunyai beberapa ciri:
¯ Substansinya adalah manusia bukan tugas.
¯ Kurang menekankan hirarki
¯ Struktur saling berhubungan, fleksibel, dalam bentuk kelompok
¯ Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma
¯ Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama
4. Teori Behavioristik
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja – lebih berorientasi pada manusia sebagai pelaku.
Beberapa tokohnya, antara lain:
a. Maslow
Individu mempunyai 5 kebutuhan dasar yaitu physical needs, security needs, social needs, esteem needs, self actualization needs. Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk memenuhinya. Organisasi perlu mengenali kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul kepuasan.
b. Douglas Mc Gregor (1906-1964)
Teori X dan teori Y
Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.
5. Teori Humanistik
Teori ini lebih menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teori humanistic biasanya dicirikan dengan adanya suasana saling menghargai dan adanya kebebasan. Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).
sumber:
om google
Seiring perkembangan zaman, kepemimpinan secara ilmiah mulai berkembang bersamaan dengan pertumbuhan manajemen ilmiah yang lebih dikenal dengan ilmu tentang memimpin. Hal ini terlihat dari banyaknya literatur yang mengkaji tentang kepemimpinan dengan berbagai sudut pandang atau perspektifnya. Kepemimpinan tidak hanya dilihat dari bak saja, akan tetapi dapat dilihat dari penyiapan sesuatu secara berencana dan dapat melatih calon-calon pemimpin.
Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak definisi kepemimpinan yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.
Definisi Kepemimpinan menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) adalah kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Kepemimpinan menurut Young (dalam Kartono, 2003) lebih terarah dan terperinci dari definisi sebelumnya. Menurutnya kepemimpinan adalah bentuk dominasi yang didasari atas kemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu yang berdasarkan penerimaan oleh kelompoknya, dan memiliki keahlian khusus yang tepat bagi situasi yang khusus.
Tipe-tipe Kepemimpinan
Tipe-tipe kepemimpinan yang ada saat ini, yaitu:
A. Tipe instruktif,
tipe ini ditandai dengan adanya komunikasi satu arah. Pemimpin membatasi peran bawahan dan menunjukkan kepada bawahan apa, kapan, di mana, bagaimana sesuatu tugas harus dilaksanakan. Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata menjadi wewenang pemimpin, yang kemudian diumumkan kepada para bawahan. Pelaksanaan pekerjaan diawasi secara ketat oleh pemimpin.
Ciri-cirinya ;
Pemimpin memberikan pengarahan tinggi dan rendah dukungan.
Pemimpin memberikan batasan peranan bawahan.
Pemimpin memberitahukan bawahan tentang apa, bilamana, dimana, dan bagaimana bawahan melaksanakan tugasnya.
Inisiatif pemecahan masalah dan pengambilan keputusan semata-mata dilakuakn oleh pemimpin.
Pemecahan masalah dan pengambilan keputusan diumumkan oleh pemimpin, dan pelaksanaannya diawasi secara ketat oleh pemimpin
B. Tipe konsultatif,
Kepemimpinan tipe ini masih memberikan instruksi yang cukup besar serta penetapan keputusan-keputusan dilakukan oleh pemimpin. Bedanya adalah bahwa tipe konsultatif ini menggunakan komunikasi dua arah dan memberikan suportif terhadap bawahan mendengar keluhan dan perasaan bawahan tentang keputusan yang diambil. Sementara bantuan ditingkatkan, pengawasan atas pelaksanaan keputusan tetap pada pemimpin.
Ciri-cirinya :
Pemimpin memberikan baik pengarahan maupun dukungan tinggi.
Pemimpin mengadakan komunikasi dua arah dan berusaha mendengarkan perasaan, gagasan, dan saran bawahan.
Pengawasan dan pengambilan keputusan tetap pada pemimpin.
C. Tipe partisipatif,
Sebab kontrol atas pemecahan masalah dan pengambilan keputusan seimbang antara pemimpin dan bawahan, pemimpin dan bawahan sama-sama terlibat dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan. Komunikasi dua arah makin bertambah frekuensinya, pemimpin makin mendengarkan secara intensif terhadap bawahannya. Keikutsertaan bawahan untuk memecahkan masalah dan mengambil keputusan makin banyak, sebab pemimpin berpendapat bahwa bawahan telah memiliki kecakapan dan pengetahuan yang cukup luas untuk menyelesaikan tugas
Teori Kepemimpinan
1. Teori Kepemimpinan Sifat ( Trait Theory )
Analisis ilmiah tentang kepemimpinan beerangkat dari pemusatan perhatian pemimpin itu sendiri. Teori sifat berkembang pertama kali di Yunani Kuno dan
Romawi yang beranggapan bahwa pemimpin itu dilahirkan , bukannya diciptakan yang kemudian teori ini dikenal dengan “the greatma theory”
Dalam perkemabangannya, teori ini mendapat pengaruh dari aliran perilaku pemikir psikologi yang berpandangan bahwaa sifat – sifat kepemimpinan tidak
seluruhnya dilahirkan, akan tetapi juga dapat dicapai melalui pendidikan dan pengalaman. Sifat – sifat itu antara lain ; sifat fisik, mental dan kepribadian
2. Teori Kepemimpinan Perilaku dan Situasi
Berdasarkan penelitian, perilaku seorang pemimpin yang mendasarkan teori ini memiliki kecenderungan kea rah dua hal :
Pertama yang disebut Konsiderasi yaitu kecenderungan pemimpin yangØ menggambarkan hubungan akrab dengan bawahan. Contoh gejala yang ada dalam hal ini seperti: membela bawahan, memberi masukan kepada bawahan dan bersedia bekonsultasi dengan bawahan.
Kedua disebut struksur inisiasi yaitu kecenderungan seorang pemimpinØ yang memberikan batasan kepada bawahan. Contoh yang dapat dilihat, bawahan mendapat instruksi dalam pelaksanaan tugas, kapan, bagaimana pekerjaan dilakukan, dan hasil apa yang akan dicapai.
Jadi berdasarkan teori ini, seorang pemimpin yang baik adalah bagaimana seorang pemimpin yang memiliki perhatian yang tinggi kepada bawahan dan terhadap hasil yang tinggi juga.
Kemudian juga timbul teori kepemimpinan situasi dimana seorang pemimpin harus merupakan seorang pendiagnosa yang baik dan harus bersifat fleksibel, sesuai dengan perkembangan dan tingkat kedewasaan bawahan.
3. Teori kontingensi
Mulai berkembang th 1962, teori ini menyatakan bahwa tidak ada satu sistem manajemen yang optimum, sistem tergantung pada tingkat perubahan lingkungannya. Sistem ini disebut sistem organik (sebagai lawan sistem mekanistik), pada sistem ini mempunyai beberapa ciri:
¯ Substansinya adalah manusia bukan tugas.
¯ Kurang menekankan hirarki
¯ Struktur saling berhubungan, fleksibel, dalam bentuk kelompok
¯ Kebersamaan dalam nilai, kepercayaan dan norma
¯ Pengendalian diri sendiri, penyesuaian bersama
4. Teori Behavioristik
Behaviorisme merupakan salah aliran psikologi yang memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah, dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dengan kata lain, behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan, bakat, minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa manajemen yang efektif bila ada pemahaman tentang pekerja – lebih berorientasi pada manusia sebagai pelaku.
Beberapa tokohnya, antara lain:
a. Maslow
Individu mempunyai 5 kebutuhan dasar yaitu physical needs, security needs, social needs, esteem needs, self actualization needs. Kebutuhan tersebut akan menimbulkan suatu keinginan untuk memenuhinya. Organisasi perlu mengenali kebutuhan tersebut dan berusaha memenuhinya agar timbul kepuasan.
b. Douglas Mc Gregor (1906-1964)
Teori X dan teori Y
Teori X melihat karyawan dari segi pessimistik, manajer hanya mengubah kondisi kerja dan mengektifkan penggunaan rewards & punishment untuk meningkatkan produktivitas karyawan. Teori Y melihat karyawan dari segi optimistik, manajer perlu melakukan pendekatan humanistik kepada karyawan, menantang karyawan untuk berprestasi, mendorong pertumbuhan pribadi, mendorong kinerja.
5. Teori Humanistik
Teori ini lebih menekankan pada prinsip kemanusiaan. Teori humanistic biasanya dicirikan dengan adanya suasana saling menghargai dan adanya kebebasan. Teori Humanistik dengan para pelopor Argryris, Blake dan Mouton, Rensis Likert, dan Douglas McGregor. Teori ini secara umum berpendapat, secara alamiah manusia merupakan “motivated organism”. Organisasi memiliki struktur dan sistem kontrol tertentu. Fungsi dari kepemimpinan adalah memodifikasi organisasi agar individu bebas untuk merealisasikan potensi motivasinya didalam memenuhi kebutuhannya dan pada waktu yang sama sejalan dengan arah tujuan kelompok. Apabila dicermati, didalam Teori Humanistik, terdapat tiga variabel pokok, yaitu; (1), kepemimpinan yang sesuai dan memperhatikan hati nurani anggota dengan segenap harapan, kebutuhan, dan kemampuan-nya, (2), organisasi yang disusun dengan baik agar tetap relevan dengan kepentingan anggota disamping kepentingan organisasi secara keseluruhan, dan (3), interaksi yang akrab dan harmonis antara pimpinan dengan anggota untuk menggalang persatuan dan kesatuan serta hidup damai bersama-sama. Blanchard, Zigarmi, dan Drea bahkan menyatakan, kepemimpinan bukanlah sesuatu yang Anda lakukan terhadap orang lain, melainkan sesuatu yang Anda lakukan bersama dengan orang lain (Blanchard & Zigarmi, 2001).
sumber:
om google
Komunikasi dalam Organisasi
Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah
Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Konunikasi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
I. IDE (gagasan) => Si Sender
II. PERUMUSAN
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
III. PENYALURAN (transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
IV. TINDAKAN
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
V. PENGERTIAN
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
VI. PENERIMAAN
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
Hambatan-hambatan Komunikasi
Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar.
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber.
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi.
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan.
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
sumber
om google
Komunikasi adalah, proses pengiriman dan penerimaan informasi atau pesan antara dua orang atau lebih dengan cara yang efektif, sehingga pesan yang dimaksud dapat dimengerti. Dalam penyampaian atau penerimaan informasi ada dua pihak yang terlibat yaitu :
1. Komunikator : Orang atau kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
2. Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
Dalam berkomunikasi keberhasilan komunikator atau komunikan sangat ditentukan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Cakap
2. Pengetahuan
3. Sikap
4. Sistem Sosial
5. Kondisi lahiriah
Bagaimana Menyalurkan Ide Melalui Konunikasi
Komunikasi dalam organisasi sangat penting karena dengan adanya komunikasi maka seseorang bisa berhubungan dengan orang lain dan saling bertukar pikiran yang bisa menambah wawasan seseorang dalam bekerja atau menjalani kehidupan sehari-hari. Maka untuk membina hubungan kerja antar pegawai maupun antar atasan bawahan perlulah membicarakan komunikasi secara lebih terperinci.
Dalam menyalurkan solusi dan ide melalui komunikasi harus ada si pengirim berita (sender) maupun si penerima berita (receiver). Solusi-solusi yang diberikan pun tidak diambil seenaknya saja, tetapi ada penyaringan dan seleksi, manakah solusi yang terbaik yang akan diambil, dan yang akan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan, serta visi, misi suatu organisasi.
Akan tetapi dalam prakteknya proses komunikasi harus melalui tahapan-tahapan yang kadang-kadang tidak begitu mudah. Adapun tahapan-tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
I. IDE (gagasan) => Si Sender
II. PERUMUSAN
Dalam perumusan, disini ide si sender disampaikan dalam kata-kata.
III. PENYALURAN (transmitting)
Penyaluran ini adalah bisa lisan, tertulis, mempergunakan symbol, atau isyarat dsb.
IV. TINDAKAN
Dalam tindakan ini sebagai contoh misalnya perintah-perintah dalam organisasi dilaksanakan.
V. PENGERTIAN
Dalam pengertian ini disini kata-kata si sender yang ada dalam perumusan tadi menjadi ide si receiver.
VI. PENERIMAAN
Penerimaan ini diterima oleh si penerima berita (penangkap berita).
Dalam membina kerja sama dalam kelompok inilah yang nantinya digunakan dalam rangka membina koordinasi organisasi kesatuan gerak dan arah yang sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.
Agar tercapai koordinasi dalam kerjasama pada organisasi itu sangat penting dilaksanakannya komunikasi yang setepat-tepatnya dan seefektif mungkin sehingga koordinasi dan kerjasama benar-benar dapat dilaksanakan setepat-tepatnya juga.
Suatu keputusan adalah rasional secara sengaja bila penyesuaian-penyesuaian sarana terhadap hasil akhir dicoba dengan sengaja oleh individu atau organisasi, dan suatu keputusan adalah rasional secara organisasional bila keputusan diarahkan ke tujuan-tujuan individual.
Pengambilan keputusan juga sangat memerlukan komunikasi yang setepat-tepatnya, karena dalam akhir dari pengambilan keputusan tersebut hendaknya juga merupakan pencerminan dari adanya koordinasi dan kerjasama yang tercipta dalam lingkungan perusahaan atau lingkungan organisasi.
Hambatan-hambatan Komunikasi
Menurut Leonard R.S. dan George Strauss dalam Stoner james, A.F dan Charles Wankel sebagaimana yang dikutip oleh Herujito (2001), ada beberapa hambatan terhadap komunikasi yang efektif, yaitu :
1. Mendengar.
Biasanya kita mendengar apa yang ingin kita dengar. Banyak hal atau informasi yang ada di sekeliling kita, namun tidak semua yang kita dengar dan tanggapi. Informasi yang menarik bagi kita, itulah yang ingin kita dengar.
2. Mengabaikan informasi yang bertentangan dengan apa yang kita ketahui.
3. Menilai sumber.
Kita cenderung menilai siapa yang memberikan informasi. Jika ada anak kecil yang memberikan informasi tentang suatu hal, kita cenderung mengabaikannya.
4. Persepsi yang berbeda. Komunikasi tidak akan berjalan efektif, jika persepsi si pengirim pesan tidak sama dengan si penerima pesan. Perbedaan ini bahkan bisa menimbulkan pertengkaran, diantara pengirim dan penerima pesan.
5. Kata yang berarti lain bagi orang yang berbeda. Kita sering mendengar kata yang artinya tidak sesuai dengan pemahaman kita. Seseorang menyebut akan datang sebentar lagi, mempunyai arti yang berbeda bagi orang yang menanggapinya. Sebentar lagi bisa berarti satu menit, lima menit, setengah jam atau satu jam kemudian.
6. Sinyal nonverbal yang tidak konsisten.
Gerak-gerik kita ketika berkomunikasi – tidak melihat kepada lawan bicara, tetap dengan aktivitas kita pada saat ada yang berkomunikasi dengan kita-, mampengaruhi porses komunikasi yang berlangsung.
7. Pengaruh emosi.
Pada keadaan marah, seseorang akan kesulitan untuk menerima informasi. apapun berita atau informasi yang diberikan, tidak akan diterima dan ditanggapinya.
8. Gangguan.
Gangguan ini bisa berupa suara yang bising pada saat kita berkomunikasi, jarak yang jauh, dan lain sebagainya.
sumber
om google
Perkembangan Pandangan Baru tentang Organisasi
Dalam kenyataannya suatu organisasi seringkali tidak bejalan sesuai dengan harapan, disebabkan keengganan manusia untuk mengikuti perubahan, dimana perubahan dianggap bisa menyebabkan kegagalan. Hal ini mengakibatkan kecondongan dalam organisasi sehingga perlu dilakukan evaluasi, adaptasi, dan inovasi. Dalam setiap organisasi.
a). Arti Pengembangan Organisasi
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mendasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang - orang atau sekumpulan manusia dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu:
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,
Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
• Perubahan adalah pertanda kehidupan
• Perubahan memberikan harapan
Teori organisasi umum 1
• Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
• Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
b). Sejarah Pengembangan Organisasi
Sejarah Pengembanga Organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang
1). Pelatihan laboratorium, adalah bagaimana setiap individu bisa memahami arti dari organisasi.
2) Umpan balik survei, antara individu saling bekerja sama
3) Riset tindakan, menguji tindakan yang memungkinkan terjadinya kesalahan.
4) Produktivitas dan kualitas kehidupan kerja, yaitu hasil dari pencapain yang telah di uji sebelumnya,serta
5) Perubahan strategik.
Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah pendekatan Pengembangan Organisasi, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.
c). Karakteristik Pengembangan Organisasi
Semua organisasi harus berubah karena adanya tekanan di dalam lingkungan internal maupun eksternal. Walaupun perubahan yang terjadi lebih pada lingkungan, namun pada umumnya menuntut perubahan lebih pada organisasional, dan organisasi-organisasi bisa melakukan lebih banyak perubahan ataupun lebih sedikit. Organisasi-organisasi bisa merubah tujuan dan strategi-strategi, teknologi, desain pekerjaan, struktur, proses-proses, dan orang.
Perubahan-perubahan pada orang senantiasa mendampingi perubahan-perubahan pada faktor-faktor yang lain. Proses perubahan pada umumnya mencakup sikap dan perilaku saat ini yang siknifikan. perubahan-perubahannya dan akhirnya kepemilikan sikap dan perilaku yang baru.
Sejumlah isu-isu kunci dan problem harus dihadapi selama dalam proses perubahan umum.
Pertama adalah, diagnosis yang akurat mengenai situasi dan kondisi saat ini.
Kedua adalah, penolakan yang ditimbulkan oleh adanya perubahan.
Ketiga adalah, isu pelaksanaan evaluasi yang memadai dari usaha perubahan yang
sukses.
d). Organisasi masa depan
Dalam abad dua puluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu :
1) Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible,
2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).
Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan.
Tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization)
Para Pakar berpendapat bahwa dalam era dewasa ini pandangan yang berbasis SDM nampaknya lebih penting, mengingat persaingan yang terjadi justru ditentukan oleh bagaimana sumberdaya manusia tersebut berperan dan berkreasi bagi kemajuan organisasi, dan dalam konteks ini pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya.
Sumberdaya manusia / Human Capital merupakan sumberdaya strategis, bertambah secara inkremental bukan alokatif, karena merupakan sumberdaya yang berbasis pengetahuan (knowledge based resources) yakni sumberdaya yang mencakup keterampilan, kemampuan,
kapasitas serta kapabilitas pembelajaran.
Kapasitas dan kapabilitas tersebut pada gilirannya akan dapat memupuk sumberdaya sosial yang juga amat diperlukan dalam bentuk jaringan kerja baik internal maupun dengan pihak eksternal organisasi, ini berarti networking juga menjadi hal yang penting dalam memenangkan persaingan. Pengembangan Sumberdaya manusia merupakan prasyarat bagi pengembangan organisasi, artinya tanpa hal itu orang bisa punya alasan untuk meyakini kecilnya kemungkinan organisasi untuk tetap hidup dan bertahan dalam era kompetisi.
sumber
paman google
a). Arti Pengembangan Organisasi
Organisasi berasal dari kata organon dalam bahasa Yunani yang berarti alat. Pengertian organisasi telah banyak disampaikan para ahli, tetapi pada dasarnya tidak ada perbedaan yang terlalu mendasar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa organisasi merupakan sarana untuk melakukan kerjasama antara orang - orang atau sekumpulan manusia dalam rangka mencapai tujuan bersama.
Dan pada prinsipnya setiap organisasi harus memiliki tiga unsur dasar, yaitu:
a. Orang-orang (sekumpulan orang),
b. Kerjasama,
c. Tujuan yang ingin dicapai,
Alasan akan pentingnya pengembangan Organisasi
• Perubahan adalah pertanda kehidupan
• Perubahan memberikan harapan
Teori organisasi umum 1
• Pengembangan merupakan tanggapan atas perubahan
• Pengembangan merupakan usaha untuk menyesuaikan dengan hal baru (perubahan)
b). Sejarah Pengembangan Organisasi
Sejarah Pengembanga Organisasi ditunjukkan oleh lima latar belakang
1). Pelatihan laboratorium, adalah bagaimana setiap individu bisa memahami arti dari organisasi.
2) Umpan balik survei, antara individu saling bekerja sama
3) Riset tindakan, menguji tindakan yang memungkinkan terjadinya kesalahan.
4) Produktivitas dan kualitas kehidupan kerja, yaitu hasil dari pencapain yang telah di uji sebelumnya,serta
5) Perubahan strategik.
Pertumbuhan yang berkelanjutan di dalam sejumlah pendekatan Pengembangan Organisasi, praktisi, dan keterlibatan organisasi membuktikan sehatnya suatu disiplin dan menawarkan suatu prospek yang menguntungkan di waktu mendatang.
c). Karakteristik Pengembangan Organisasi
Semua organisasi harus berubah karena adanya tekanan di dalam lingkungan internal maupun eksternal. Walaupun perubahan yang terjadi lebih pada lingkungan, namun pada umumnya menuntut perubahan lebih pada organisasional, dan organisasi-organisasi bisa melakukan lebih banyak perubahan ataupun lebih sedikit. Organisasi-organisasi bisa merubah tujuan dan strategi-strategi, teknologi, desain pekerjaan, struktur, proses-proses, dan orang.
Perubahan-perubahan pada orang senantiasa mendampingi perubahan-perubahan pada faktor-faktor yang lain. Proses perubahan pada umumnya mencakup sikap dan perilaku saat ini yang siknifikan. perubahan-perubahannya dan akhirnya kepemilikan sikap dan perilaku yang baru.
Sejumlah isu-isu kunci dan problem harus dihadapi selama dalam proses perubahan umum.
Pertama adalah, diagnosis yang akurat mengenai situasi dan kondisi saat ini.
Kedua adalah, penolakan yang ditimbulkan oleh adanya perubahan.
Ketiga adalah, isu pelaksanaan evaluasi yang memadai dari usaha perubahan yang
sukses.
d). Organisasi masa depan
Dalam abad dua puluh satu ini setiap organisasi akan dan harus menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan menantang, baik persaingan aktual maupun potensial, yang aktual harus dihadapi dan yang potensial perlu diantisipasi. Dalam menghadapi semua itu terdapat dua pendekatan yang mungkin diambil oleh suatu organisasi yaitu :
1) Pendekatan yang berbasis sumberdaya tangible,
2) Pendekatan yang berbasis Sumberdaya manusia (intangible).
Organisasi yang menganggap bahwa persaingan hanya bersifat fisik pendekatan pertama yang akan diambil, membina universitas hanya berputar-putar dalam masalah yang nyata, karena memang inilah yang paling bisa dilihat dan ditunjukan, namun bagi yang melihat persaingan ke depan lebih mengarah pada persaingan pengetahuan.
Tanpa mengabaikan hal fisik, maka pengembangan SDM akan menjadi prioritas, dan ini perlu komitmen yang kuat karena time-response dari cara ini lama dan susah dilihat apalagi ditunjukan, namun pendekatan ini sebenarnya akan sangat dirasakan dalam menyehatkan dan mengembangkan suatu Organisasi menjadi organisasi pembelajar (learning organization)
Para Pakar berpendapat bahwa dalam era dewasa ini pandangan yang berbasis SDM nampaknya lebih penting, mengingat persaingan yang terjadi justru ditentukan oleh bagaimana sumberdaya manusia tersebut berperan dan berkreasi bagi kemajuan organisasi, dan dalam konteks ini pendidikan menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kemampuannya.
Sumberdaya manusia / Human Capital merupakan sumberdaya strategis, bertambah secara inkremental bukan alokatif, karena merupakan sumberdaya yang berbasis pengetahuan (knowledge based resources) yakni sumberdaya yang mencakup keterampilan, kemampuan,
kapasitas serta kapabilitas pembelajaran.
Kapasitas dan kapabilitas tersebut pada gilirannya akan dapat memupuk sumberdaya sosial yang juga amat diperlukan dalam bentuk jaringan kerja baik internal maupun dengan pihak eksternal organisasi, ini berarti networking juga menjadi hal yang penting dalam memenangkan persaingan. Pengembangan Sumberdaya manusia merupakan prasyarat bagi pengembangan organisasi, artinya tanpa hal itu orang bisa punya alasan untuk meyakini kecilnya kemungkinan organisasi untuk tetap hidup dan bertahan dalam era kompetisi.
sumber
paman google
ISTEM PERILAKU ORGANISASI
SISTEM PERILAKU ORGANISASI
* ORGANISASI SEBAGAI SEBUAH SISTEM
Definisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai
tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan
dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output
di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi
dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi atau energi.
Di dalam organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan
banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagai
contoh RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampai
menjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan. Diharapkan data
dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap fungsi departemen
dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan untuk pendukung dari
pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini saling berhubungan dan bekerja
sama dapat kita namakan dengan istilah business process. Business process akan
berkembang terus sejalan dengan berkembangnya organisasi.
Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure, system, style, staff and
skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari
perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu,
kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah departemen
bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi
akan menderita.
Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi,
khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan
buruh dan lain-lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam
organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta
merta fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih
besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih
fokus pada struktur yang bisa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan –
dibandingkan reaktif pada tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.
* Teori Sistem dan Berfikir Sistem
Salah satu terobosan penting dalam melihat dunia yang kompleks adalah
teori sistem. Aplikasi teori ini dikenal sebagai analisis sistem. Salah satu alat bantu
analisis sistem adalah berfikir sistem. Secara awam, berfikir sistem adalah sebuah
cara membantu seseorang melihat dunia — termasuk organisasi — dari perspektif
yang luas termasuk struktur, pola dan tindakan dibandingkan melihat tindakan
secara khusus. Cara pandang yang luas membantu menemukenali isu-isu yang
mendasar dan tahu cara paling jitu mengatasinya.
*Karakter Sistem
Perilaku keseluruhan sistem bergantung pada keseluruhan struktur bukan
penjumlahan dari bagian-bagiannya. Struktur menentukan perilaku yang bermacammacam,
dan pada gilirannya menentukan berbagai kegiatan. Kerapkali, kita hanya
melihat dan menanggapi tindakan-tindakan. Inilah tindakan-tindakan yang
reaksioner. Kita lupa pada skema-skema yang lebih besar.
Seringkali di dalam organisasi, kita berfikir bisa memecah belah sistem dan
hanya merespon bagian-bagian di dalam sistem atau memilah bagian-bagian dari
sebuah topik. Teori sistem mengingatkan kita bila Anda mencincang sebuah gajah,
maka Anda tak mendapatkan segerombolan gajah-gajah kecil.
Sistem memiliki batas maksimum. Bila kita mencoba menciptakan sistem
yang lebih besar, maka sistem itu akan memecah diri untuk mencapai kestabilan
baru. Terlalu sering di dalam organisasi, kita selalu mencoba tumbuh dan membesar
– sampai batas sistemnya. Pada titik ini, kita lagi-lagi hanya melihat tindakan, bukan
perilaku, kebiasaan atau struktur yang mempengaruhinya. Jadi kita hanya berfikir
jangka pendek dan selalu menciptakan problem baru.
Ciri sistem yang lain yaitu sistem cenderung mencari keseimbangan di
lingkungannya. Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya, cenderung
cepat mencapai batasnya seperti feedback dari client atau pelanggan.
Relasi sirkular hidup antara keseluruhan sistem dan bagian-bagiannya. Coba
perhatikan sebuah organisasi biasanya selalu mengalami problem yang sama dan
terus berulang. Problem senantiasa melingkar di dalam organisasi. Dan pada
gilirannya, anggota organisasi bisa menemu-kenali pola berulang tapi tidak bisa
menemukan si siklusnya sendiri. Bila kita bisa menemukan siklus dan sirkularnya, kita
bisa melakukan intervensi yang sistemik.
* ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL
Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu
kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa
barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain. Sedangkan pengertian dari sosial adalah
manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya(dikutip dari
W3dictionary). Dengan demikian system sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat
dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana
sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang
menggambarkan organisasi sebagai system social antara lain dengan adanya organisasi
social dan organisasi social.
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana
orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi
sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti :
publik, bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)
sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak hanya terpaku pada
satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang – bidang lain juga harus dikaji untuk memajukan
organisasi dan mencapai tujuannya memajukan sepakbola Indonesia. Aspek yang dikaji
antara lain aspek bisnis, publik dll. Mungkin anda bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan
bisnis?”. Pada Zaman sekarang ini olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan
aspek bisnis contohnya hak siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income.
Kemudian apa hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat merupakan
pasar. Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor pendukung dimana
masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social.
Berdasarkan contoh di atas, kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan
dalam lingkup sosial. Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik
jika diaturr dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja
sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud adalah
pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut untuk
mencapai tujuan bersama.
Faktor faktor Organisasi antara lain(menurut John Willey)
- Manusia
- Teknologi yang digunakan
- Tugas/ kerja
- Budaya organisasi
Manusia merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri
merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka
manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan dapat dikatakan juda bahwa Sistem social
itu juga merupakan organisasi dan sebaliknya.
* RUANG LINGKUP ORGANISASI DAN METODE
A. Sifat dan maksud organisasi dan metode
Sebelum membahas apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi
metode, kita akan membahas apa yang menjadi sifat dan maksud organisasi metode.
Karena ruang lingkup organisasi metode akan menyangkut efisiensi prosedur tata
cara kerja yang dipakai dalam melaksanakan fungsi fungsi menejemen. Sedangkan
pengertian organisasi dan metode, antara manajemen , organisasi, dan tata cara
kerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, artinya kalau tata cara
kerjanya sudah efisien maka diharpkan kegiatan pelaksanaan fungsi fungsi
manajemen dalam organisasi akan berjalan lancar. Jadi dalam hal ini sifat dan
maksud organisasi metode adalah pelayanan terhadap manajer dan administrasi
yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian
efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.
B. Pengertian efisien
Efisien adalah perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang
diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu
yang akan digunakan.
Jika dirumuskan :
Efisien = output
input
Efisien harus diperhatikan benar benar karena merupakan syarat dan tujuan
pada pelaksanaan kerja, sehingga organisasi dan metode sebagai bantuan secara
teknis dan praktis dalam melaksanakan fungsi manajemen bisa memanfaatkan
sumber sumber yang tersedia secara maksimal.
Syarat pencapaian efisien dalam organisasi dan metode adalah :
1. Pencapaian target haruslah berhasil guna, maksudnya target sesuai dengan
waktu yang telah di tetapkan, tetapi mutu dari hasil kerja tersebut juga harus
diperhatikan.
2. Ekonomis artinya dalam pencapaian effective (berhasil guna) penggunaan
sumber daya (biaya, tenaga, material, peralatan, dan waktu) digunakan setepat
tepatnya.
3. Pelaksanaan kerja bisa dipertanggung jawabkan
4. Harus benar benar mencerminkan pembagian kerja yang nyata karena adanya
keterbatasan kemampuan perseorangan
5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab, artinya antara wewenang dan
tanggung jawab yang dibebankan harus seimbang.
6. Prosedur kerja yang praktis, dapat dikerjakan dan dapat dilaksanakan. Hal ini
untuk mencerminkan bahwa organisasi dan metode adalah kegiatan yang praktis
maka targetnya adalah efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat
dipertanggung jawabkan, serta pelayanan yang memuaskan.
Cara peningkatan efisiensi kerja :
1. Pelaksanaan fungsi manajemen secara tepat
2. Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tepat
3. Pelaksanaan fungsi fungsi organisasi sebagai alat pencapai tujuan yang setepat
tepatnya.
4. Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan
kemajuan yang berkesinambungan.
C. Ruang lingkup organisasi dan metode
Dengan melihat maksud dan sifat organisasi dan metode merupakan
pelayanan bagi manajer dan addministrasi dalam melaksanakan fungsi manajemen
maka organisasi dan metode merupakan bantuan teknis dan praktis dalam
pelaksanaan teori teori organisasi dan manajemen dengan setepat tepatnya.
Maka dari sifat dan maksud organisasi dan metode dapat dipahami ruang
lingkupnya adalah hal hal yang menyangkut bidang bidang khusus dari organisasi
dan manajemen yang detail dan luas scope nya.
Kegiatan kegiatan yang termasuk kedalam scope organisasi dan metode adalah :
1. Analisis organisasi (organization analysis)
2. Komunikasi dalam organisasi (communication in the organization)
3. Tata cara kerja, prosedur kerja dan sistem kerja (work methods, procedure and
systems)
4. Pentingnya filing dari segi organisasi dan metode
5. Pentingnya jangka waktu penyimpanan data dan dokumen (record retention and
schedule)
6. Pentingnya formulir dari segi organisasi dan metode
7. Pendayagunaan mesin kantor (office machine)
8. Pendayagunaan perabotan dan peralatan kantor (office equipment)
9. Pentingnya tata ruang kantor dan perencanaan penyusunan ruang kerja (ofiice
layout and space planning)
10. Pentingnya penulisan laporan dalam organisasi dan metode
11. Pentingnya buku pedoman kerja
12. Pentingnya organisasi dan metode anggaran belanja
13. Analisis kepegawaian
14. Pentingnya penyederhanaan kerja
15. Organisasi unit dalam organisasi dan metode
16. Kesimpulan akhir (final conclusion)
Sesuai dengan perinsip perinsip dalam organisasi dan metode maka
pembahasan dalam bidang bidang tersebut akan dititik beratkan pada pembahasan
tentang sistem, prosedur dan tata cara kerjanya dalam kaitannya dengan asas
efisiensi. Oleh karena itu adanya sistem, prosedur dan tata cara kerja yang tepat
akan memungkinkan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen yang dilakukan top
manajer juga tepat dan efisien dalam pemakaian sumber sumber daya (alam,
manusia) maupun penggunaan waktu yang tersedia.
sumber
paman google hhe
* ORGANISASI SEBAGAI SEBUAH SISTEM
Definisi sederhana dari organisasi adalah suatu kelompok orang yang mempunyai
tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa barang, jasa, uang, pengetahuan
dan lain – lain. Tujuan disini dapat di definisikan sebagai output, dan untuk menjadi output
di perlukan input. Input dapat berupa raw material, sumber daya manusia, uang, informasi
dan lain – lain. Sistem sendiri dapat didefinisikan sebagai suatu kesatuan yang terdiri
komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi,
materi atau energi.
Di dalam organisasi terjadi konversi dari input menjadi output dan di perlukan
banyak proses yang saling berhubungan dari fungsi-fungsi struktural yang ada sebagai
contoh RND, Produksi, Accounting, Marketing, IT dan lain -lain. Proses berjalan sampai
menjadi output dan akan di dapat data yang di hasilkan selama berjalan. Diharapkan data
dapat diolah menjadi informasi dan di kembalikan kembali ke setiap fungsi departemen
dimana akan di gunakan untuk mengukur kinerja, kontrol dan untuk pendukung dari
pengambilan keputusan. Ratusan atau ribuan proses ini saling berhubungan dan bekerja
sama dapat kita namakan dengan istilah business process. Business process akan
berkembang terus sejalan dengan berkembangnya organisasi.
Organisasi bukan sekedar shared vision, strategy, structure, system, style, staff and
skills. Organisasi bisa dilihat sebagai sistem sosial, ini cara paling pas melihat organisasi dari
perspektif lebih lebar. Inilah cara menterjemahkan “patterns” dan “events”. Pada masa lalu,
kita melihat organisasi hanya fokus pada bagian-bagian tertentu. Bila sebuah departemen
bekerja bagus sendiri dan tak terkoneksi dengan departemen lainnya, akibatnya organisasi
akan menderita.
Saat ini, banyak manajer mengakui begitu banyaknya bagian dalam organisasi,
khususnya keterkaitan antar bagian seperti koordinasi antara pusat dan daerah, mandor dan
buruh dan lain-lain. Para manajer saat ini lebih peduli pada apa yang bekerja di dalam
organisasi dan feedback. Jadi, bila ada persoalan dalam organisasi, manajer tidak serta
merta fokus pada persoalan yang dilaporkan, melainkan melihat pola keterkaitan yang lebih
besar. Manajer lebih fokus pada hasil yang ingin dicapai organisasi. Caranya, manajer lebih
fokus pada struktur yang bisa menciptakan perilaku yang mempengaruhi tindakan –
dibandingkan reaktif pada tindakan-tindakan yang selalu berulang sejak masa lalu.
* Teori Sistem dan Berfikir Sistem
Salah satu terobosan penting dalam melihat dunia yang kompleks adalah
teori sistem. Aplikasi teori ini dikenal sebagai analisis sistem. Salah satu alat bantu
analisis sistem adalah berfikir sistem. Secara awam, berfikir sistem adalah sebuah
cara membantu seseorang melihat dunia — termasuk organisasi — dari perspektif
yang luas termasuk struktur, pola dan tindakan dibandingkan melihat tindakan
secara khusus. Cara pandang yang luas membantu menemukenali isu-isu yang
mendasar dan tahu cara paling jitu mengatasinya.
*Karakter Sistem
Perilaku keseluruhan sistem bergantung pada keseluruhan struktur bukan
penjumlahan dari bagian-bagiannya. Struktur menentukan perilaku yang bermacammacam,
dan pada gilirannya menentukan berbagai kegiatan. Kerapkali, kita hanya
melihat dan menanggapi tindakan-tindakan. Inilah tindakan-tindakan yang
reaksioner. Kita lupa pada skema-skema yang lebih besar.
Seringkali di dalam organisasi, kita berfikir bisa memecah belah sistem dan
hanya merespon bagian-bagian di dalam sistem atau memilah bagian-bagian dari
sebuah topik. Teori sistem mengingatkan kita bila Anda mencincang sebuah gajah,
maka Anda tak mendapatkan segerombolan gajah-gajah kecil.
Sistem memiliki batas maksimum. Bila kita mencoba menciptakan sistem
yang lebih besar, maka sistem itu akan memecah diri untuk mencapai kestabilan
baru. Terlalu sering di dalam organisasi, kita selalu mencoba tumbuh dan membesar
– sampai batas sistemnya. Pada titik ini, kita lagi-lagi hanya melihat tindakan, bukan
perilaku, kebiasaan atau struktur yang mempengaruhinya. Jadi kita hanya berfikir
jangka pendek dan selalu menciptakan problem baru.
Ciri sistem yang lain yaitu sistem cenderung mencari keseimbangan di
lingkungannya. Sistem yang tidak berinteraksi dengan lingkungannya, cenderung
cepat mencapai batasnya seperti feedback dari client atau pelanggan.
Relasi sirkular hidup antara keseluruhan sistem dan bagian-bagiannya. Coba
perhatikan sebuah organisasi biasanya selalu mengalami problem yang sama dan
terus berulang. Problem senantiasa melingkar di dalam organisasi. Dan pada
gilirannya, anggota organisasi bisa menemu-kenali pola berulang tapi tidak bisa
menemukan si siklusnya sendiri. Bila kita bisa menemukan siklus dan sirkularnya, kita
bisa melakukan intervensi yang sistemik.
* ORGANISASI SEBAGAI SISTEM SOSIAL
Seperti telah dibahas sebelumnya, bahwa pengertian organisasi adalah suatu
kelompok orang yang mempunyai tujuan yang sama. Tujuan merupakan hasil yang berupa
barang, jasa, uang, pengetahuan dan lain – lain. Sedangkan pengertian dari sosial adalah
manusia yang berkaitan dengan masyarakat dan para anggotanya(dikutip dari
W3dictionary). Dengan demikian system sosial merupakan orang-orang dalam masyarakat
dianggap sebagai sistem yang disusun oleh karakteristik dari suatu pola hubungan dimana
sistem tersebut bekerja untuk mewujudkan keinginannya. Beberapa hal yang
menggambarkan organisasi sebagai system social antara lain dengan adanya organisasi
social dan organisasi social.
Perilaku organisasi adalah telaah dan penerapan pengetahuan tentang bagaimana
orang bertindak di dalam organisasi. Dengan demikian dalam kaitannya dengan organisasi
sebagai sistem sosial maka kajian perilaku organisasi mencakup berbagai aspek seperti :
publik, bisnis, sosial dll. Sebagai contoh PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia)
sebagai organisasi yang bergerak dibidang olahraga sepakbola tidak hanya terpaku pada
satu aspek kajian yaitu sepakbola. Bidang – bidang lain juga harus dikaji untuk memajukan
organisasi dan mencapai tujuannya memajukan sepakbola Indonesia. Aspek yang dikaji
antara lain aspek bisnis, publik dll. Mungkin anda bertanya,”Apa kaitan sepakbola dengan
bisnis?”. Pada Zaman sekarang ini olahraga khususnya sepakbola memiliki kaitan dengan
aspek bisnis contohnya hak siar televise, iklan sponsor yang dapat menghasilkan income.
Kemudian apa hubungannya dengan social? Dalam aspek bisnis, masyarakat merupakan
pasar. Sedangkan dalam bidang olahraga masyarakat adalah factor pendukung dimana
masyarakat itu sendiri adalah bagian dari social.
Berdasarkan contoh di atas, kita tahu bahwa hampir semua pekerjaan dilakukan
dalam lingkup sosial. Begitupula dengan organisasi, organisasi akan berjalan dengan baik
jika diaturr dengan sistem yang baik sehingga cakupan sosial didalamnya dapat bekerja
sesuai pakem yang telah diatur dalam suatu sistem. Cakupan social yang dimaksud adalah
pekerjaan, komunikasi serta koordinasi yang dilakukan dalam organisasi tersebut untuk
mencapai tujuan bersama.
Faktor faktor Organisasi antara lain(menurut John Willey)
- Manusia
- Teknologi yang digunakan
- Tugas/ kerja
- Budaya organisasi
Manusia merupakan salah satu factor penting dalam organisasi. Manusia itu sendiri
merupakan makhluk social. Dan dalam organisasi manusia bekerja tidak sendiri, maka
manusia melakukan komunikasi serta koordinasi dalam bekerja. Dengan demikian aspek
social tidak dapat dipisahkan dari organisasi. Dan dapat dikatakan juda bahwa Sistem social
itu juga merupakan organisasi dan sebaliknya.
* RUANG LINGKUP ORGANISASI DAN METODE
A. Sifat dan maksud organisasi dan metode
Sebelum membahas apa saja yang termasuk dalam ruang lingkup organisasi
metode, kita akan membahas apa yang menjadi sifat dan maksud organisasi metode.
Karena ruang lingkup organisasi metode akan menyangkut efisiensi prosedur tata
cara kerja yang dipakai dalam melaksanakan fungsi fungsi menejemen. Sedangkan
pengertian organisasi dan metode, antara manajemen , organisasi, dan tata cara
kerja merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan, artinya kalau tata cara
kerjanya sudah efisien maka diharpkan kegiatan pelaksanaan fungsi fungsi
manajemen dalam organisasi akan berjalan lancar. Jadi dalam hal ini sifat dan
maksud organisasi metode adalah pelayanan terhadap manajer dan administrasi
yang berusaha memajukan tata cara kerja yang dipegunakan untuk pencapaian
efisiensi yang maksimal pada organisasi tersebut.
B. Pengertian efisien
Efisien adalah perbandingan terbalik atau rasionalitas antara hasil yang
diperoleh ata output dengan kegiatan yang dilakukan serta sumber daya dan waktu
yang akan digunakan.
Jika dirumuskan :
Efisien = output
input
Efisien harus diperhatikan benar benar karena merupakan syarat dan tujuan
pada pelaksanaan kerja, sehingga organisasi dan metode sebagai bantuan secara
teknis dan praktis dalam melaksanakan fungsi manajemen bisa memanfaatkan
sumber sumber yang tersedia secara maksimal.
Syarat pencapaian efisien dalam organisasi dan metode adalah :
1. Pencapaian target haruslah berhasil guna, maksudnya target sesuai dengan
waktu yang telah di tetapkan, tetapi mutu dari hasil kerja tersebut juga harus
diperhatikan.
2. Ekonomis artinya dalam pencapaian effective (berhasil guna) penggunaan
sumber daya (biaya, tenaga, material, peralatan, dan waktu) digunakan setepat
tepatnya.
3. Pelaksanaan kerja bisa dipertanggung jawabkan
4. Harus benar benar mencerminkan pembagian kerja yang nyata karena adanya
keterbatasan kemampuan perseorangan
5. Rasionalitas wewenang dan tanggung jawab, artinya antara wewenang dan
tanggung jawab yang dibebankan harus seimbang.
6. Prosedur kerja yang praktis, dapat dikerjakan dan dapat dilaksanakan. Hal ini
untuk mencerminkan bahwa organisasi dan metode adalah kegiatan yang praktis
maka targetnya adalah efektif dan ekonomis, pelaksanaan kerja dapat
dipertanggung jawabkan, serta pelayanan yang memuaskan.
Cara peningkatan efisiensi kerja :
1. Pelaksanaan fungsi manajemen secara tepat
2. Pemanfaatan sumber daya ekonomi yang tepat
3. Pelaksanaan fungsi fungsi organisasi sebagai alat pencapai tujuan yang setepat
tepatnya.
4. Pengarahan dan dinamika organisasi dilakukan untuk pengembangan dan
kemajuan yang berkesinambungan.
C. Ruang lingkup organisasi dan metode
Dengan melihat maksud dan sifat organisasi dan metode merupakan
pelayanan bagi manajer dan addministrasi dalam melaksanakan fungsi manajemen
maka organisasi dan metode merupakan bantuan teknis dan praktis dalam
pelaksanaan teori teori organisasi dan manajemen dengan setepat tepatnya.
Maka dari sifat dan maksud organisasi dan metode dapat dipahami ruang
lingkupnya adalah hal hal yang menyangkut bidang bidang khusus dari organisasi
dan manajemen yang detail dan luas scope nya.
Kegiatan kegiatan yang termasuk kedalam scope organisasi dan metode adalah :
1. Analisis organisasi (organization analysis)
2. Komunikasi dalam organisasi (communication in the organization)
3. Tata cara kerja, prosedur kerja dan sistem kerja (work methods, procedure and
systems)
4. Pentingnya filing dari segi organisasi dan metode
5. Pentingnya jangka waktu penyimpanan data dan dokumen (record retention and
schedule)
6. Pentingnya formulir dari segi organisasi dan metode
7. Pendayagunaan mesin kantor (office machine)
8. Pendayagunaan perabotan dan peralatan kantor (office equipment)
9. Pentingnya tata ruang kantor dan perencanaan penyusunan ruang kerja (ofiice
layout and space planning)
10. Pentingnya penulisan laporan dalam organisasi dan metode
11. Pentingnya buku pedoman kerja
12. Pentingnya organisasi dan metode anggaran belanja
13. Analisis kepegawaian
14. Pentingnya penyederhanaan kerja
15. Organisasi unit dalam organisasi dan metode
16. Kesimpulan akhir (final conclusion)
Sesuai dengan perinsip perinsip dalam organisasi dan metode maka
pembahasan dalam bidang bidang tersebut akan dititik beratkan pada pembahasan
tentang sistem, prosedur dan tata cara kerjanya dalam kaitannya dengan asas
efisiensi. Oleh karena itu adanya sistem, prosedur dan tata cara kerja yang tepat
akan memungkinkan pelaksanaan fungsi fungsi manajemen yang dilakukan top
manajer juga tepat dan efisien dalam pemakaian sumber sumber daya (alam,
manusia) maupun penggunaan waktu yang tersedia.
sumber
paman google hhe
Langganan:
Postingan (Atom)
