Kamis, 24 Januari 2013

elemen SPI (VERSI COSO)

Penaksiran risiko adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola.
Penetuan risiko tujuan laporan keuangan adalah identifikasi organisasi, analisis, dan manajemen risiko yang berkaitan dengan pembuatan laporan keuangan yang disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum.
Risiko dapat timbul atau berubah karena keadaan sebagai berikut:
• Perubahan dalam lingkungan operasi
• Personel baru
• Sistem informasi yang baru atau yang diperbaiki
• Teknologi baru
• Lini produk, produk, atau aktivitas baru
• Restrukturisasi korporasi
• Operasi luar negeri
• Standar akuntansi baru
Semua entitas memiliki risiko tergantung dari ukuran, struktur, sifat, atau jenis dari perusahaan. risiko tersebut dapat berupa risiko eksternal dan internal dan semua harus bisa dikendalikan.
Perubahan ekonomi, industri, regulasi serta kondisi operasi memungkinkan timbulnya risiko berbeda yang harus segera dapat diatasi oleh manajemen. Auditor berkepentingan untuk memahami mengenai pengetahuan tentang penilaian risiko yang dilakukan oleh manajemen, seperti pengidentifikasian risiko terhadap laporan keuangan, pengevaluasian kemungkinan terjadinya, keputusan manajemen atas tindakan yang akan dilakukan.
Referensi :
- www.google.co.id
- www.wikipedia.org

STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

STRUKTUR PENGENDALIAN INTERN

  1. 1.      Arti Pentingnya Struktur Pengendalian Intern
Arti pentingnya struktur pengendalian intern (SPI) bagi manajemen dan auditor independen sudah lama diakui dalam profesi akuntasi, dan pengakuan tersbut semakin meluas dengan alasan :
  • Semakin luas lingkup dan ukuran perusahaan mengakibatkan di dalam banyak hal manajemen tidak dapat melakukan pengendalian secara langsung atau secara pribadi terhadap jalannya operasi perusahaan. Manajemen hanya harus mempercayai berbagai laporan dan hasil analisis mengenai keefektifan operasinya. Sedangkan tanggung jawab yang utama untuk menjaga keamanan harta milik perusahaan dan untuk mencegah kesalahan-kesalahan dan ketidakberesan terletak di tangan manajemen.
  • Pengecekan dan review yang melekat pada system pengendalian intern yang baik akan dapat melindungi dari kelemahan manusia dan mengurangi kemungkinan kekeliruan dan penyimpangan yang akan terjadi.
  • Di lain pihak, adalah tidak praktis bagi auditor untuk melakukan pengauditan secara menyeluruh atau secara detail untuk hamper semua transaksi perusahaan di dalam waktu dan biaya yang terbatas.
Oleh karena itu bagi manajemen mempertahankan terus adanya struktur pengendalian intern (SPI) termasuk struktur pelaporan yang baik adalah sangat diperlukan agar dapat melepaskan, menyerahkan atau mendelegasikan wewenang dan tanggung jawabnya dengan tepat.
  1. 2.      Pengertian Struktur Pengendalian Intern
Pengertian Struktur Pengendalian Intern menurut Mulyadi adalah  “Pengendalian Intern meliputi struktur organisasi metode dan prosedur yang dikoordinasikan dan diterapkan dalam perusahaan dengan tujuan untuk mengamankan harta milik perusahaan, mengecek ketelitian dan keandalan data akuntansinya, mendorong efisiensi, dan mendorong dipatuhinya kebijakan manajemen yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sedangkan menurut Bodnar and Hopwood, Struktur Pengendalian Intern adalah “kebijakan dan prosedur untuk menyediakan jaminan yang memadai bahwa tujuan perusahaan dapat dicapai.”
Secara umum, Pengendalian Intern merupakan bagian dari masing-masing sistem yang dipergunakan sebagai prosedur dan pedoman pelaksanaan operasional perusahaan atau organisasi tertentu.
Sedangkan Sistem Pengendalian Intern merupakan kumpulan dari pengendalian intern yang terintegrasi, berhubungan dan saling mendukung satu dengan yang lainnya.
Di lingkungan perusahaan, pengendalian intern didifinisikan sebagai suatu proses yang diberlakukan oleh pimpinan (dewan direksi) dan management secara keseluruhan, dirancang untuk memberi suatu keyakinan akan tercapainya tujuan perusahaan yang secara umum dibagi kedalam tiga kategori, yaitu :
a)      Keefektifan dan efisiensi operasional perusahaan
b)      Pelaporan Keuangan yang handal
c)      Kepatuhan terhadap prosedur dan peraturan yang diberlakukan
Suatu pengendalian intern bisa dikatakan efektif apabila ketiga kategori tujuan perusahaan tersebut dapat dicapai, yaitu dengan kondisi :
  1. Direksi dan manajemen mendapat pemahan akan arah pencapain tujuan perusahaan, dengan, meliputi pencapaian tujuan atau target perusahaan, termasuk juga kinerja, tingkat profitabilitas, dan keamanan sumberdaya (asset) perusahaan.
  2. Laporan Kuangan yang dipublikasikan adalah handal dan dapat dipercaya, yang meliputi laporan segmen maupun interim.
  3. Prosedur dan peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan sudah ditaati dan dipatuhi dengan semestinya.
  1. 3.      Struktur Pengendalian Intern
Sruktur pengendalian intern terdiri dari 5 (lima) komponen, yaitu :
(1)     Lingkungan Pengendalian
Merupakan dasar dari komponen pengendalian yang lain yang secara umum dapat memberikan acuan disiplin. Meliputi : Integritas, Nilai Etika, Kompetensi personil perusahaan, Falsafah Manajemen dan gaya operasional, cara manajemen di dalam mendelegasikan tugas dan tanggung jawab, mengatur dan mengembangkan personil, serta, arahan yang diberikan oleh dewan direksi.
Kunci lingkungan pengendalian adalah:
  • Integritas dan Etika
  • Komitmen terhadap Kompetensi
  • Struktur Organisasi
  • Pendelegasian Wewenang dan Tanggung Jawab
  • Praktik dan Kebijakan Sumber Daya Manusia yang Baik
(2)     Penilaian Resiko
Identifikasi dan analisa atas resiko yang relevan terhadap pencapaian tujuan yaitu mengenai penentuan “bagaimana resiko dinilai untuk kemudian dikelola”. Komponen ini hendaknya mengidentifikasi resiko baik internal maupun eksternal untuk kemudian dinilai. Sebelum melakukan penilain resiko, tujuan atau target hendaknya ditentukan terlebih dahulu dan dikaitkan sesuai dengan level-levelnya.
Langkah-langkah dalam penaksiran risiko adalah sebagai berikut:
  • Mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi risiko
  • Menaksir risiko yang berpengaruh cukup signifikan
  • Menentukan tindakan yang dilakukan untuk me-manage risiko
(3)     Aktivitas Pengendalian
Kebijakan dan prosedur yang dapat membantu mengarahkan manajemen hendaknya dilaksanakan. Aktivitas pengendalian hendaknya dilaksanakan dengan menembus semua level dan semua fungsi yang ada di perusahaan.
Aktivitas pengendalian meliputi:
  • Pemisahan fungsi/tugas/wewenang yang cukup
  • Otorisasi traksaksi dan aktivitas lainnya yang sesuai
  • Pendokumentasiaan dan pencatatan yang cukup
  • Pengendalian secara fisik terhadap aset dan catatan
  • Evaluasi secara independen atas kinerja
  • Pengendalian terhadap pemrosesan informasi
  • Pembatasan akses terhadap sumberdaya dan catatan
(4)     Informasi dan Komunikasi
Menampung kebutuhan perusahaan di dalam mengidentifikasi, mengambil, dan mengkomukasikan informasi-informasi kepada pihak yang tepat agar mereka mampu melaksanakan tanggung jawab mereka. Di dalam perusahaan (organisasi), Sistem informasi merupakan kunci dari komponen pengendalian ini. Informasi internal maupun kejadian eksternal, aktifitas, dan kondisi maupun prasyarat hendaknya dikomunikasikan agar manajemen memperoleh informasi mengenai keputusan-keputusan bisnis yang harus diambil, dan untuk tujuan pelaporan eksternal.
(5)   Pengawasan
Pengendalian intern seharusnya diawasi oleh manajemen dan personil di dalam perusahaan. Ini merupakan kerangka kerja yang diasosiasikan dengan fungsi internal audit di dalam perusahaan (organisasi), juga dipandang sebagai pengawasan seperti aktifitas umum manajemen dan aktivitas supervise. Adalah penting bahwa defisiensi pengendalian intern hendaknya dilaporkan ke atas. Dan pemborosan yang serius seharusnya dilaporkan kepada manajemen puncak dan dewan direksi, hal ini meliputi :
  • Mengevaluasi temuan-temuan, reviu, rekomendasi audit secara tepat.
  • Menentukan tindakan yang tepat untuk menanggapi temuan dan rekomendasi dari audit dan reviu.
  • Menyelesaikan dalam waktu yang telah ditentukan tindakan yang digunakan untuk menindaklanjuti rekomendasi yang menjadi perhatian manajemen.
Kelima komponen ini terkait satu dengan yang lainnya, sehingga dapat memberikan kinerja sistem yang terintegrasi yang dapat merespon perubahan kondisi secara dinamis. Sistem Pengendalian Internal terjalin dengan aktifitas opersional perusahaan, dana akan lebih efektif apabila pengendalian dibangun ke dalam infrastruktur perusahaan, untuk kemudian menjadi bagian yang paling esensial dari perusahaan (organisasi).

  1. 4.      Pemahaman Struktur Pengendalian Intern
Langkah pertaman dalam metodologi untuk memenuhi standar pekerjaan lapangan, yang kedua adalah memperoleh pemahaman SPI untuk perencanaan audit. Untuk tujuan perencanaan audit, pemahaman yang harus diperoleh meliputi:
  1. Perencanaan (design) kebijakan dan prosedur yang berkaitan dengan masing-masing elemen struktur pengendalian
  2. Penerapan dalam operasi atau kegiatan perusahaan sehari-hari.
Pemahaman struktur pengendalian intern akan digunakan oleh auditor untuk :
  1. Identifikasi type atau jenis salah saji yang potensial
  2. Mempertimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi resiko salah saji yang material
  3. Merancang pengujian subtantif
Prosedur pemahaman pengendalian intern dalam arti penilaian secara kritis terhadap kelemahan dan kebaikan struktur pengendalian intern yang berlaku dapat dibagi menjadi beberapa tahap sebagai berikut :
1)      Melakukan review pendahuluan atau memahami pengendalian intern yang diterapkan manajemen, serta menentukan potensi dapat dipercayanya pengendalian intern tersebut
2)      Mendokomentasi hasil pemahaman
3)      Melakukan pengamatan transaksi secara sepintas
4)      Identifikasi dapat tidaknya pengendalian tersebut diandalkan atau dipercaya
5)      Menentukan pengaruh SPI terhadap pengujian subtantif
Sifat, saat dan luasnya prosedur yang dipilih auditor untuk memperoleh pemahaman akan bervariasi dengan ukuran dan kompleksitas entitas, pengalaman sebelumnya dengan entitas, sifat pengendalian khusus yang terkait, dan sifat dokumentasi pengendalian khusus yang diselenggarakan oleh entitas. Apakah suatu pengendalian telah dioperasikan adalah berbeda dari efektivitas operasinya. Dalam memperoleh pengetahuan tentang apakah pengendalian telah dioperasikan, auditor menentukan bahwa entitas telah menggunakannya. Di lain pihak, efektivitas operasi, berkaitan dengan bagaimana pengendalian tersebut diterapkan, konsistensi penerapannya, dan oleh siapa pengendalian tersebut diterapkan.

hambatan pasif

Hambatan pasif adalah hambatan yang disebabkan secara tidak sengaja sehingga kerentanan dan ancaman dalam suatu sistem tidak dapat dipisahkan.
Contoh ancaman pasif adalah sistem yang bermasalah, bisa disebabkan karena bencana alam. Sistem bermasalah juga karena kegagalan-kegagalan peralatan dan komponen. Berbeda dengan hambatan aktif yang secara sengaja menghambat sistem, hambatan pasif diakibatkan oleh ketidaksengajaan. Hambatan pasif mencakup sistem yang termasuk gangguan alam, seperti gempa bumi, banjir, kebakaran, dan badai. Kesalahan sistem yang mewakili kegagalan peralatan komponen seperti kelemahan disk, kekurangan tenaga, dan sebagainya. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan pada hambatan pasif yaitu pada perangkat keras dapat dilakukan dengan cara full backup data.
 
http://windykusuma4.blogspot.com/2012/11/hambatan-pasif-dan-contohnya.html

hambatan aktif


Hambatan Aktif

Hambatan  adalah eksploitasi potensial dari kerentanan.Hambatan aktif mencakup penggelapan terhadap computer dan sabotase terhadap computer.
Orang yang menimbulkan hambatan dalam sistem komputer:
KARYAWAN SISTEM KOMPUTER
Mereka adalah yang menginstalasikan perengkat keras, perangkat lunak, memeperbaiki perangkat keras, dan memperbaiki kesalahan kecil pada perangkat lunak. Dalam banyak aksus, orang-orang ini harus memiliki akses atas pengamanan tingkat tinggi computer, guna memperlancar pekerjaan mereka. Sebagai contoh, orang yang menginstalasikan bersi baru program akuntansi seirngkali diberikan akses yang lengkap ke catalog berkas yang memuat sistem akuntansi dan berkas-berkas data yang berkaitan.
PEMROGRAM
Pemrogram sistem seringkali menuliskan programnya untuk memodifikasi atau memperbaiki sistem operasi. Orang-orang itu umumnya memiliki akses khusus ke seluruh berkas perusahaan. Pemrogram aplikasi dapat membuat modifikasi yang menganggu program-program yang ada, atau menuliskan program baru yang tidak memuaskan.
OPERATOR KOMPUTER
Orang-orang yang merencanakan dan memonitor operasi computer dan jaringan komunikasi disebut operator computer dan operator jaringan
KARYAWAN ADMINSITRATIF SISTEM INFORMASI DAN KOMPUTER
Penyelia sistem merupakan orang yang mempunyai posisi dengan kepercayaan besar. Orang-orang ini secara normal memiliki akses ke pengamanan rahasia, berkas, program, dan sebagainya
KLERK PENGENDALIAN DATA
Mereka yang bertanggungjawab atas pemasukan data secra manual maupun terotomasi ke sistem computer disebut klerk-klerk pengendalian data. Orang-orang ini berada dalam posisi yang menungkinkan untuk memanipulasi pemasukan data.

KERENTANAN SISTEM

KERENTANAN SISTEM


Kerentanan adalah kelemahan dalam sistem, Kerentanan dan Penyalahgunaan sistem ketika sejumlah data penting dalam bentuk digital, maka data tersebut rentan terhadap berbagai jenis ancaman, dari pada data yang tersimpan secara manual. ancaman-ancaman tersebut bisa saja berasal dari faktor teknis, organisasi, dan lingkungan yang diperparah oleh akibat keputusan manajemen yang buruk.
Kemajuan dalam telekomunikasi dan perangkat lunak dan keras computer secara signifikan juga memberikan kontribusi atas meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap sistem informasi. Melalui jaringan telekomunikasi, informasi disebarkan atau dihubungkan ke berbagai lokasi. Kemungkinan adanya akses yang tidak sah, gangguan atau kecurangan dapat saja terjadi baik di satu atau beberapa lokasi yang terhubung. Semakin kompleksnya perangkat keras juga menciptakan kemungkinan terjadinya peluang untuk penetrasi dan manipulasi penggunaan sistem informasi.
Pertumbuhan dan penggunaan yang pesat internet dalam berbagai aktivitas juga mengundang timbulnya berbagai gangguan terhadap system informasi. Dua hal yang menjadi perhatian di sini adalah masalah hackers dan virus. Hacker adalah seseorang yang melakukan akses yang tidak sah ke jaringan komputer untuk tujuan mencari keuntungan, kriminal, atau hanya untuk sekedar kesenangannya. Sedangkan virus adalah program yang mengganggu dan merusak file yang ada dalam komputer, serta sulit untuk dideteksi. Virus ini dapat cepat sekali menyebar, menghancurkan file, dan mengganggu pemrosesan dan memory sistem informasi. Umumnya, untuk mencegah penyebaran virus yang menyerang, digunakan program khusus anti virus yang didesain untuk mengecek sistem computer dan file yang ada dari kemungkinan terinfeksi oleh virus komputer. Seringkali, anti virus ini mampu untuk mengeliminasi virus dari area yang terinfeksi. Namun, program antivirus ini hanya dapat untuk mengeliminasi atas virus-virus komputer yang sudah ada.
Beberapa ancaman dan gangguan yang mungkin terjadi dan berpengaruh terhadap sistem informasi, adalah sebagai berikut:
1. Kerusakan perangkat keras.
2. Perangkat lunak tidak berfungsi.
3. Tindakan-tindakan personal.
4. Penetrasi akses ke terminal.
5. Pencurian data atau peralatan.
6. Kebakaran.
7. Permasalahan listrik.
8. Kesalahan-kesalahan pengguna.
9. Program berubah.
10. Permasalahan-permasalahan telekomunikasi.
Oleh karenanya, para pengguna komputer disarankan untuk secara berkala memperbarui program anti virus mereka. Semakin meningkatnya kerentanan dan gangguan terhadap teknologi informasi telah membuat para pengembang dan pengguna system informasi untuk menempatkan perhatian yang khusus, terutama terhadap permasalahan-permasalahan yang dapat menjadi kendala untuk penggunaan sistem informasi secara memadai.
Referensi :

Selasa, 26 Juni 2012


“WAHAI PARA PEMIMPIN”
BISMILLAH, ok kita mulai dengan blog  pertama gua “padahal dah banyak gua bikin blog”hehehe..gua mau cerita tentang rencana atau planning para pemimpin kita yang dari dulu sampai skarang belon kelar-kelar juga..
Sebenarnya apa yaa yang ada dalam pikiran para pemmpin kita, apakah mereka menepati janji mereka pada rakyat?buktinya nggak kan hanya janji belaka, beda yaa zaman pemimpin  dulu sama sekarang ini, kalo dulu mah mereka sangat peduli sama rakyat walaupun dalam keadaan perang, klo sekarang mah meraka hanya memikirkan diri sendiri dan partai mereka, miris banget ngeliatnya ampun dah, mereka sebelum jadi pemimpin hanya janji blaaa..blaaa..blaaaa..blaaaaaaa hohohohoho
Tetapi klo di liat dari realitanya nggak terbukti tuh janji mereka, gua ambil contohnya banjir aja ya “jakarta banjir, ibu kota pindah aja boss” dari dulu sampe sekarang banjir nggak pernah beres tuh boss, meraka janji akan mengurus masalah banjir tetapi mana buktinya boss, iyalah gimana mau beres ngurus nya aja nggak serius tuh, padahal dananya gede gedean tuh buat banjir doank,lumayan tuh buat liburan keluar negrii euy klo buat gua  hahahah kidding :p 
Ibarat sebuah tubuh ya, Jakarta sedang sakit parah boss, banjir, kemacetan,polusi, sungai tercemar dan banyak sampah, dan tingkat kriminalitas sangat tinggi di ibu kota, aksi terror aja sangat tinggi dan terjadi setiap waktu, gimana nggak tinggi pake senjata nodongnya aja euy orang aje langsung menciut liatny ajee.
Ingat wahai para calon pemimpin masa depan” membangun Jakarta dan ibu kota harus dengan cinta dan kerja nyata, bukan hanya sebatas kata belaka, jadi inget kata kata Hasan Al Banna "Betapa inginnya kami agar umat ini mengetahui bahwa  mereka lebih kami cintai dari pada kami sendiri. Kami berbangga ketika jiwa- jiwa kami gugur sebagai penebus bagi kehormatan mereka, jika memang tebusan itu di perlukan. Atau menjadi harga  bagi tegaknya kejayaan,kemuliaan, dan terwujudnya cita cita mereka, jika memang itu harga yang harus di bayar. Tiada sesuata yang membuat kami bersikap seperti ini selain rasa cinta yang telah mengharu biru hati kami, menguasai perasaan kami, memeras habis  air mata kami, dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami. Betapa berat rasanya di hati kami ketika kami menyaksikan bencana yang mencabik-cabik umat ini, sementara kita hanya sanggup menyerah  pada kehinaan dan pasrah oleh keputusan “  sekian dan terima kasih, maaf ya klo ada yang merasa terganggu dengan blog gua, sekian ^_^

Selasa, 29 Mei 2012

Yamaha Tenere dan Scorpio Z Terus Melaju di RoFA

akarta Persembahan terbaru lagi dari Yamaha, Ring of Fire Adventure (RoFA), hadir menjelajahi bumi Indonesia. Yamaha mensponsori stage 2 event tersebut dengan menghadirkan ketangguhan Tenere XT660Z dan Scorpio. Untuk stage 2 RoFA digunakan 5 Tenere XT660Z (pertama di Indonesia) dan 3 Scorpio. Perjalanan dilakukan selama 60 hari menempuh kurang lebih 12 ribu kilometer, start dari Makassar, Sulawesi pada 8 April 2012 dan finis di Jakarta. Ekspedisi stage 2 ini meliputi 15 kota dan pulau di Sulawesi (Pitung, Manado, Tomohon, Gorontalo, Palu, Kepulauan Togean, Pulau Buton, Tanah Toraja, Makassar) serta 10 kota dan pulau di Maluku (Saparua, Banda Naira, Pulau Buru, Pulau Bacan, Ternate, Tidore, Halmahera, Pulau Morotai). Tenere XT660Z dipilih karena ketahanan dan ketangguhaannya sudah teruji di segala medan lewat event kelas dunia Reli Dakar. Tujuh kali Yamaha menjuarai Reli Dakar menunggangi Tenere XT660Z. Kekuatan Tenere XT660Z di ajang paling menantang sedunia itu pun cocok dengan medan yang akan dilalui pada stage 2 RoFA. Dimana rutenya berkarakterisitik offroad, menyebrangi sungai dan melintasi jalan trans Sulawesi yang panjang dan membutuhkan kecepatan. Scorpio mendampingi Tenere XT660Z menjelajahi stage 2 RoFA. Menariknya, Scorpio dikendarai dua wanita (Chintara Diva dan P.S.Andini) dimana keikutsertaan mereka menjadi pengalaman pertama menempuh medan berjarak jauh dan menantang. Dengan ukuran yang lebih kecil dan ringan serta memiliki cc mesin paling besar di barisan motor Yamaha Indonesia, Scorpio paling cocok dipilih untuk RoFA ditunggangi wanita. Sensasi Tantangan Sejati, tagline Scorpio, sangat pas menggambarkan motor sport Yamaha ini untuk menjawab tantangan di RoFA. ”Ambil bagiannya Yamaha dalam event ini semakin membuktikan bahwa Yamaha tidak hanya Semakin di Depan di balapan tapi juga adventure. Scorpio mewakili motor lokal Yamaha dapat digunakan dalam perjalanan jauh di medan Indonesia. Ikutnya Scorpio semakin memperkuat imejnya di barisan motor kategori sport Yamaha dan di pasar Indonesia,” papar Eko Prabowo, General Manager Marketing and Communication Yamaha Indonesia. Scorpio berkapasitas mesin 225 cc dengan tipe mesin 4 langkah, 2 valve SOHC dan berpendingin udara. Mampu menghasilkan tenaga 18,2 PS pada 8.000 rpm dan torsi puncak 17,5 Nm di 6.500 rpm. Tahun lalu terakhir kali Scorpio Z facelift dengan striping terinspirasi bentuk magma meleleh yang mengeluarkan api panas. Desain tersebut dapat dilihat pada tangki, cover side dan scoop air. Yamaha juga memperkaya tampilan Scorpio Z dengan kombinasi warna dasar hitam dikombinasikan dengan warna biru dan silver pada tangki, cover side dan scoop air. Sedangkan Scorpio Z berwarna dasar merah dipadukan dengan kombinasi warna silver dan hitam pada tangki, cover side dan scoop air. Selain merubah striping dan kombinasi warna, Yamaha juga melengkapi Scorpio Z baru dengan automatic head light on (AHO). Kekuatan Motor Sport Yamaha Tahun lalu V-Ixion, Byson dan Scorpio berkontribusi menyumbang total penjualan sebanyak 321.696 unit. Angka itu didapatkan dari eksistensi V-Ixion sebagai motor sport paling laris di Indonesia dengan penjualan 242.887 unit, Byson 53.704 unit dan Scorpio 25.105 unit. Facelift atau perubahan minor yang dilakukan Yamaha untuk V-Ixion dan Scorpio di tahun lalu memengaruhi kenaikan angka penjualan. Seperti yang terjadi pada dua bulan setelah diluncurkannya V-Ixion putih, penjualannya melejit. Facelift di bulan Juni 2011, setelah itu hingga akhir tahun penjualannya stabil rata-rata mencapai 21 ribu unit atau naik rata-rata dua ribu unit dari sebelum facelift. Sedangkan Scorpio mendapatkan perubahan warna dan striping. Striping Scorpio Z terbaru terinspirasi bentuk magma meleleh yang mengeluarkan api panas. Desain tersebut dapat dilihat pada tangki, cover side dan scoop air. Dengan striping terbaru yang lebih gagah dan berkelas ini mendukung penampilan Scropio Z jadi semakin lebih powerful dan memberikan Sensasi Tantangan Sejati sesuai tagline-nya. Sangat cocok untuk segmen pria yang tentunya menyukai motor-motor sport gagah. Motor sport unggulan Yamaha lainnya yaitu Byson diluncurkan dengan dua warna baru, emas dan hitam solid, serta striping baru di Januari 2012. Desain grafisnya lebih sporty, gagah dan lelaki. Inspirasi konsepnya dari pesawat tempur luar angkasa yang terbuat dari baja solid dengan bagian dua ujung pesawat yang tajam. Striping baru Byson melekat pada tangki, air shroud (kuping tangki) dan bodi belakang. Yamaha juga menaikkan kapasitas produksi Byson dua kali lipat dari sebelumnya agar konsumen tidak perlu menunggu lama untuk membeli Byson. Perubahan-perubahan yang dilakukan Yamaha pada tiga motor sport unggulan itu turut mendukung konsistensi Yamaha memimpin penjualan kategori sport di empat bulan pertama tahun ini. Di Januari terjual 28.495 unit, di Februari 33.466 unit dan merangkak naik di Maret 39.439 unit dan April 38.183 unit.

Selasa, 17 April 2012

Menuju Ketahan Nasional

Menuju Ketahan Nasional


Menuju Ketahanan Nasional
Setiap bangsa dalam rangka mempertahankan eksistensi dan mewujudkan cita-citanya perlu memiliki pemahaman mengenai geoploitik dan geostrategic. Geopolitik bangsa Indonesia diterjemahkan dalam konsepsi Wawasan Nusantara, sedangkan geostrategic bangsa Indonesia dirumuskan dalam konsepsi Ketahanan Nasional.
Ketahanan Nasional merupakan salah satu konsepsi politik dari Negara Republik Indonesia. Ketahanan Nasional dapat dikatakan sebagai konsep geostrateginya bangsa Indonesia. Dengan kta lain, geostartegi bangsa Indonesia diwujudkan melalui konsep ketahanan nasional.
Geostrategi adalah suatu cara atau pendekatan dalam memanfaatkan kondisi lingkungan untuk mewujudkan cita-cita proklamasi dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai geostrategi bangsa Indonesia memiliki pengertian bahwa konsep ketahanan nasional merupakan pendekatan yang digunakan bangsa Indonesia dalam melaksanakan pembangunan dalam rangka mencapai cita-cita dan tujuan nasional. Ketahanan nasional sebagai suatu pendekatan merupakan salah satu pengertian dari konsepsi ketahan nasional itu sendiri.
Terdapat tiga perspektif atau sudut pandang terhadap konsepsi ketahan nasional.yaitu :
· Ketahanan Nasional sebagai suatu kondisi. Perspektif ini melihat Ketahanan Nasional sebagai suatu penggambaran atas keadaan yang seharusnya dipenuhi. Keadaan atau kondisi ideal demikian memungkinkan suatu negara memiliki kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga mampu mengahadapi segala macam ancaman dan gangguan bagi kelangsungan hidup bangsa yang bersangkutan
· Ketahanan nasional sebagai sebuah pendekatan, metode atau cara dalam menjalankan suatu kegiatan khususnya pembangunan negara . Sebagai suatu pendekatan, ketahanan nasional menggambarkan penedekatan yang integral. Integral dalam arti penedekatan yang mencerminkan anatara segala aspek/isi, pada saat membangun maupun pemecahan masalah kehidupan. Dalam hal pemikiran, pendekatan ini menggunakan pemikiran kesisteman (system thinking)
· Ketahanan Nasional sebagai suatu doktrin. Ketahanan nasional merupakan salah satu konsepsi khas Indonesia yang berupa ajaran konseptual tentang pengaturan dan penyelenggaraan bernegara. Sebagai doktrin dasar nasional konsep ketahanan nasional dimasukkan dalam GBHN agar setiap orang , masyarakat dan penyelenggara negara menerima dan menjalankannya.
Sejarah Lahirnya Ketahanan Nasional
Konsepsisi ketahanan nasional memiliki latar belakang sejarah kelahirannya di Indonesia. Gagasan tentang ketahanan nasiona bermula pada awal tahun 1960-an pada kalangan militer angjatan darae yang sekarang bernama SESKOAD. Masa itu adalah sedang meluasnya pengaruh komunisme yang berasal dari Uni Sovyet dan Cina. Pengaruh Komunisme menjalar samapai kawasan Indo Cina sehingga satu persatu kawasan Indo Cina seperti Laos, Vietnam, dan Kamboja. Bahkan infiltrasi komunis mulai masuk ke Thailand, Malaysia dan Singapura. Akankan efek domino itu akan terus ke Indonesia?
Concern atas fenomena tersebut mempengaruhi para pemikir militer di SSKAD(pada masa itu). Mereka mengadakan pengamatan atas kejadian terseut, yaitu tidak adanya perlawanan yang gigih dan ulet di Indo Cina dalam menghadapi ekspansi KOmunis. Bila dibandingkan dengan Indonesia, kekuatan apa yang dimiliki bangsa ini, sehingga mampu menghadapi berbagai ancaman termasuk pemeberontakan dala negeri. Jawaban sementara dari kalangan pemikir tersebut adalah adanya kemampuan territorial dan perang gerilya.
Tahun 1060-an terjadi gerakan Komunis di Filiphina, Singapura dan Thailand. Bahkan gerakan komunis Indonesia berhasil mengadakan pemberontakan pada 30 September 1965, namun akhirnya dapat diatasi menyadari atas berbagai kejadian tersebutr, semakin kuata gagasan pemikiran tentang kekuatan apa yang seharusnya ada dalam masyarakat dan abngsa Indonesia agar kedaulatan dan keutuhan bangsa negara Indonesia terjamin di masa-masa mendatang. Jawaban atas pertanyaan tersebut adalah adanya kekuatan nasional yang anatara lain berupa unsure kesatuan dan persatuan kukatan nasional. Pengembangan atasa pemikiran tersebut dilnjutkan oleh Lemhanas (Lembaga Pertahanan Nasional). Dalam pemikiran Lemhanas tahun 1968 telah ada kemajuan konseptual berupa ditemukannya unsure-unsur dari tata kehidupan nasional yang berupa ideology, politik, social, ekonomi dan militer. Pada tahun 1969 lahirlah istilah Ketahanan Nasional yang menjadi pertanda dari ditinggalkannya konsep kekuatan, meskipun dalam ketahanan nasional sendiri terdapaty konsep kekuatan. Konsepsi Ketahan nasional waktu itu dirumuskan sebagai keuletan dan daya tahan suatu bangsa yang mengandung kemampuan mngembangkan kekuatan nasional yang ditujukan untuk mengahadapi segala anaman dan kekuatan membahayakan kelangsungn hidup negara dan bangsa Indonesia. Kata “segala” menunjukkan kesadaran akan spectrum ancamn yang lebih dari sekedar anacaman komunis dan atau pemberontakan.Kesadaran akan spectrum ini diperluas tahun 1972 menjadi ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan (ATHG). Konsepsi Ketahanan Nasional tahun 1972 dirumuskan sebagai kondisi dinamis satu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional, didalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dalam, yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan perjuangan nasional.
Unsur Unsur Ketahanan Nasional
Unsur, elemen atau faktor yang mempengaruhi kekuatan/ketahanan nasional suatu negara terdiri atas beberapa aspek.

Unsur atau Gatra Penduduk

Penduduk suatu negara menentukan kekuatan atau ketahanan nasional negara yang bersangkutan. Faktor yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi dua hal yaitu aspek kualitas dan kuantitas.

Unsur atau Gatra Wilayah

Wilayah turut pula menentukan kekuatan nasional negara. Hal ini terkait dengan wilayah negara meliputi :
· Bentuk wilayah negara nerupa negara pantai, negara kepulauan atau negara continental
· Luas wilayah negara
· Posisi geografis, astronomis dan geologis negara
· Daya dukung wilayah negara, ada negara yang habitable dan unhabitable

Unsur atau Gatra Sumber Daya Alam

Hal-hal yang berkaitan dengan unsure sumber daya alam sebagai elemen ketahan nasional meliputi :
· Potensi sumber daya alam wilayah yang bersangkutan mencakup sumber daya alam hewani, namabati dan tambang
· Kemampuan mengeskplorasi sumber daya alam
· Pemanfaatan sumber daya alam dengan memperhitungkan masa depan dan lingkungan hidup
· Kontrol atas sumber daya alam

Unsur atau Gatra di Bidang Ideologi

Ideologi mendukung ketahanan suatu bangsa karena ideology bagi suatu bangsa memiliki dua fungsi poko yaitu:
· Sebagai tujuan atau cita-cita dari kelompok masyarakat yang bersangkutan artinya nilai-nilai yang terkandung dalam ideology itu menjadi cita-cita yang hendak dituju secara bersama
· Sebagai sarana pemersatu dari masyarakat ang bersangkutan, artinya masyarakat yang banyak dan beragam itu bersedia menjadikan ideology sebagai milik bersama dan menjadikannya bersatu.

Unsur atau Gatra di Bidang Politik

Politik penyelenggaraan negara sangat mempengaruhi kekuatan nasional yang ditinjau dari beberapa aspek :
· Sistem politik suatu negara
· Sistem pemerintahan suatu negara
· Bentuk pemerintahan suatu negara
· Bentuk negara suatu negara

Unsur atau Gatra di Bidang Ekonomi yang berkaitan denan sistem ekonomi sutu negra baik yang menganut sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi sosialis.
Unsur atau Gatra di Bidang Sosial Budaya yang berkaitan dengan akulturasi dan asimilasi budaya dan masyarakat di suatu negara.
Unsur atau Gatra di Bidang Pertahanan Keamanan yang berkaitan ancaman militer yang dihadapi sutu negara dari negra lain, sehingga unsure utama pertahanan dan keamanan berada ditangan tentara (militer).

Rabu, 07 September 2011

puisi ini buat sahabatku ananda noor adnan hakim

ku merasa jauh dari mu ananda Adnan Hakim..

kau tunjukan arti persahabatan...

artii dari sebuah kebersamaan yang kita lalui bersama...



wahai teman dan sehabatku...

terimakasih atas waktumu yang kau beriakan selama ini...

rasa tulusmu dan rasa hormat mu kepadaku wahai sahabat...



Aku kan tetap menyayangimu Apapun adanya dirimu dan bagaimanapun adanya dirimu Hingga maut memisahkan jiwaku dari ragaku...

Namun aku tak pernah letih berharap dan berdoa Di kehidupan yang lain Aku kan dapat bersatu denganmu....

Minggu, 07 Agustus 2011

doa ibu bapak

Sesungguhnya jasa orang tua kita tidak terhitung banyaknya. Ibu kita mengandung selama 9 bulan kemudian melahirkan kita dengan resiko nyawa melayang. Ketika kita masih bayi tak berdaya, mereka beri kita minum dan makanan. Ketika kita buang air, tanpa jijik mereka membersihkan kita dengan penuh cinta. Kita diberi pakaian dan juga pendidikan.

Mereka sabar menghadapi kemarahan kita, rengekan, kenakalan, bahkan mungkin ketika kita masih kecil/balita pernah memukul mereka. Mereka tetap mencintai kita. Jadi jika kita merasa kesal dengan mereka, apalagi jika mereka begitu tua sehingga kelakuannya kembali seperti anak-anak, ingatlah kesabaran mereka dulu ketika menghadapi kita. Bagi yang sudah memiliki anak tentu paham tentang kerewelan anak-anak yang butuh kesabaran yang sangat dari orang tua.

Adakah kita mampu membalasnya? Bahkan seandainya orang tua kita tak berdaya sehingga untuk buang air kita yang membersihkannya, itu tidak akan sama. Orang tua membersihkan kita dengan penuh cinta dan harapan agar kita selamat dan panjang umur. Sementara si anak ketika melakukan hal yang sama mungkin akan merengut dan bertanya kapan “ujian” itu akan berakhir.

Begitulah. Seperti kata pepatah, “Kasih anak sepanjang badan, kasih ibu sepanjang jalan” Tidak bisa dibandingkan.

Oleh karena itu hendaknya kita berbakti pada orang tua kita. Minimal kita mendoakan mereka:

Apabila anak Adam wafat putuslah amalnya kecuali tiga yaitu sodaqoh jariyah, pengajaran dan penyebaran ilmu yang dimanfaatkannya untuk orang lain, dan anak yang mendoakannya. (HR. Muslim)

Jika kita tidak berdoa untuk orang tua kita, maka putuslah rezeki kita:

Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)

Oleh karena itu sebagai anak yang berbakti hendaknya kita senantiasa berdoa untuk ibu bapak kita. Di antara doa-doa untuk orang tua yang tercantum dalam Al Qur’an adalah sebagai berikut:

“Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah:



Robbirhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” [Al Israa’:24]



Robbanaghfir lii wa lii waalidayya wa lilmu’miniina yawma yaquumul hisaab

“Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).” [Ibrahim:41]



Robbighfir lii wa li waalidayya wa li man dakhola baytiya mu’minan wa lilmu’miniina wal mu’minaati wa laa tazidizh zhoolimiina illa tabaaro

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.” [Nuh:28]


Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

“Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

Mudah-mudahan kita bisa mengambil manfaat dari ilmu yang kita dapat dengan mengamalkannya setiap hari. Amiin.

Sabtu, 30 Juli 2011

hanya Allah yang tau apa yang kita rasakan sekarang ini

Sejauh manusia mampu untuk berusaha, kenyataannya tetap Tuhan yang Maha Berkehendak. Kegagalan mungkin akan kita hadapi hingga kita tidak diterima di PTN maupun jurusan yang kita inginkan. Berusaha untuk berpikiran positif dengan beropini kalau semua yang telah Tuhan berikan kepada kita adalah yang terbaik untuk kita. Kenyataannya dunia ini sangatlah luas tak perlu berkecil hati di saat kita menghadapi kegagalan. Bukankah kesuksesan bisa datang dari mana saja, maka tergantung dari diri kita sendiri untuk berusaha mendapatkannya. Saya yakin setiap orang akan mencapai kesuksesannya. Walaupun itu cepat atau lambat , kesuksesan pasti akan didapatkan dengan cara dan jalan yang berbeda.

Rabu, 06 Juli 2011

Sesi/Perkuliahan ke: XIII

Tujuan Instruksional Khusus :
1. Mahasiswa mengerti dan memahami integrasi Visual Basic dengan Microsoft Office

Pokok Bahasan : Studi Kasus

Deskripsi singkat : Dalam pertemuan ini akan mempelajari tentang Integrasi dengan Microsoft Office


Referensi :
1. Peter Norton’s, Guide to Visual Basic 6, SAMS Publishing, 1998
2. Djoko Pramono, Mudah Menguasai Visual Basic 6, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999















KASUS

Buatlah DataBase Mhs yang Recordnya terdiri dari field-field :

Nama Field Type
NPM Text
NAMA Text
Kelas Text

Dan Database Nilai yang Recordnya terdiridari :
Nama Field Type
NPM Text
MID Numeric
FIN Numeric
RATA Numeric

Kemudian hitunglah nilai rata-rata Mhs dan tampilkan pada form dan Printer
Yaitu Field-field : NPM, NAMA, NILAIMID,NILAIFIN, NILAIRATA2

1. FORM1 untuk inputan data MHS didesain dengan Object :
DATA1 Setting Propertinya sbb:

Properti Setting
Name Dbmahasiswa
Caption DATA MAHASISWA
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
ECFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Mhs

Dan Seterusnya Form1 didisain dengan Object-object berikut :

OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 NPM :
Label2 NAMA :
Label3 KELAS :
TextBox1 Txtnpm Dbmahasiswa Npm Dikosongkan
TextBox2 Txtnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox3 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 SIMPAN Cmdsimpan
CommandButton3 HAPUS Cmdhapus
CommandButton4 EXIT Cmdexit

2. FORM2 untuk inputan data NILAI dan sekaligus menghitung nilai rata-ratanya lalu disimpankan ke file Nilai dan FORM2 didesain dengan Object DATA1 yang setting propertinya sama dengan yang di FORM2 dan DATA2 seting propertiesnya sbb:

Properti Setting
Name Dbnilai
Caption DATA NILAI
Connect Access
DatabaseName C:\VB6\NilaiMhs.mdb
EOFAction AddNew
RecordsetType Dynaset
RecordSource Nilai

Dan Seterusnya FORM2 didisain dengan Object-object berikut :
OBJECT PROPERTI
Caption Name DataSource DataField Text
Label1 N P M :
Label2 Nilai Midtest :
Label3 Nilai Finaltest :
Label4 Nilai Rata-Rata :
TextBox1 Txtnpm Dbnilai Npm Dikosongkan
TextBox2 TxtMid Dbnilai NilaiMid Dikosongkan
TextBox3 TxtFin Dbnilai NilaiFin Dikosongkan
TextBox4 Txtrata2 Dbnilai Rata Dikosongkan
Frame1 Data Mahasiswa
Label5 NAMA :
Label6 KELAS :
TextBox5 Textnama Dbmahasiswa Nama Dikosongkan
TextBox4 Txtkelas Dbmahasiswa Kelas Dikosongkan
CommandButton1 CARI Cmdcari
CommandButton2 HITUNG Cmdhitung
CommandButton3 CETEK PRINTER Cmdcetak
CommandButton5 EXIT Cmdexit

Catatan :
Untuk menginput data nilai Masukan NPM Click() Tombol CARI dan muncul data Nama dan Kelas pada Data Mahasiswa. Kemudian masukan Nilai Mid dan Fin Click Tombol Hitung, maka nilai Rata-Ratanya akan ditampilkan pada textBox Rata-rata.

Dan bila diclick() Tombol CEATAK PRINTER maka muncul FORM3 Kemudian Click Tombol OK akan cetak keprinter dan untuk membatalkan pencetakan keprinter click Tombol Cencel


3. FORM3 untuk cetak keprinter yang setting Properti objectnya sbb:

OBJECT PROPERTIE NILAI
FORM3 Caption CETAK KEPRINTER
Label1 Caption Nyalakan Printer ! dan
Label2 Caption Siapkan / Rapikan Kertas
CommandButon1 Caption OK
Name CmdOK
CommandButon2 Caption CANCEL
Name CmdCancel

Hasil disain Form1 adalah sbb :


Script pada FORM1 adalah :

Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbmahasiswa.Recordset.Find msyarat
If dbmahasiswa.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “cari data Mhs”
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub

Private Sub cmdexit_Click()
End
End Sub

Private Sub cmdhapus_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.Delete
Dbmahasiswa.Recordset.MoveNext
End Sub

Private Sub cmdsimpan_Click()
Dbmahasiswa.Recordset.AddNew
Txtnpm.setFocus
Dbmahasiswa.Recordset.MoveFirst
End Sub

Hasil disain Form2 adalah sbb:

Script pada FORM2

Dim rsnilai As Recordset
Dim rsmahasiswa As Recordset

Private Sub cmdcari_Click()
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = InputBox(“Masukan npm yang dicari : “, ”cari”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Dbnilai.Recordset.MoveFirst
End If
End Sub

Private Sub cmdhitung_Click()
Form2.dbnilai.RecordSource ‘ “select * from nilai”
Dim nilmid,nilfin,nilrata As Single
Nilmid = dbnilai.Recordset(“mid”)
Nilfin = dbnilai.Recordset(“fin”)
Nilrata = (nilmid + nilfin) / 2
Dbnilai.Recordset(“rata) = nilrata
End Sub

Private Sub Form-Load()
Set wrkjet = CreateWorkspace(““, ”admin”, ””, dbUsejet)
End Sub

Private Sub txtnpm_change(Index As Integer)
Dim panjang As Byte
Dim mnpm, msyarat As String * 8
Mnpm = dbnilai.Recordset(“npm”)
Msyarat = “npm = ”” & mnpm & “”
Dbnilai.Recordset.Find msyarat
If dbnilai.Recordset.EOF Then
MsgBox “Data tdk ditemukan ”, vbOKOnly, “Cari Data Mhs”
Txtnama.text = rsmahasiswa!nama
Txtkelas.text = rsmahasiswa!kelas
End If
End Sub

Private Sub cmdcetak_click()
Form2.Hide
Form3.Show
End Sub

Hasil desain Form3 adalah Sbb :


Script pada FORM3

Dim DatabaseMHS As Database
Dim rsmahasiswa As Recordset
Dim rsnilai As recordset

Private Sub CmdCancel_click()
Form3.Hide
Form2.Show
End Sub

Private Sub CmdOK-Click()
CetakNilaiMhs
Printer.EndDoc
End Sub

Private Sub Form-Load()
Set DatabaseMHS = OpeDatabase(“:\VB6\NilaiMhs.mdb”)
Set rsnilai = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Nilai”)
Set rsmhs = DatabaseMHS.OpenRecordset(“Mhs”)
rsnilai.Index = “npm”
rsmhs.Index = “npm”
End Sub

Private Sub CetakNilai.Mhs()
Dim no, hal, brs As Integer
Dim Mgrs As String
Printer.Font = “Tahoma”
Printer.Size = 14
rsnilai.Movefirst
Printer.CurrentX = 0
Printer.CurrentY = 0
No = 0
Hal = 0
Do While Not rsnilai.EOF
Hal = hal + 1
Printer.Print “DAFTAR NILAI MHS”;
Printer.Print Tab(68); “Halaman : “; hal
Mgrs = String$(78, “~”)
Printer.Print Mgrs
Printer.Print Tab(03); “ NO”;
Printer.Print Tab(10); “NPM”;
Printer.Print Tab(22); “NAMA”;
Printer.Print Tab(38); “NILAI MID”;
Printer.Print Tab(48); “NILAI FIN”;
Printer.Print Tab(58); “RATA2”
Printer.Print Mgrs
Brs = 0
Do While Not rsnilai.EOF And brs <10
Brs = Brs + 1
Rsmhs.Seek “=”, rsnilai ! npm
Printer.Print Tab(10); renilai ! npm;
Printer.Print Tab(22); rsmhs ! nama;
Printer.Print Tab(38); rsnilai ! mid;
Printer.Print Tab(48); rsnialai ! fin;
Printer.Print Tab(58); rsnilai ! Rata
Brs = brs + 1
Rsnilai.MoveNext
Rsmhs.Movenex
Loop
Printer.Print Mgrs
Printer.NewPage
Loop
End Sub

OutPutnya adalah :
DAFTAR NILAI MHS Halaman : 1
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~--------------------
NO NPM NAMA NILAI MID NILAI FIN RATA2
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
1 10103897 Pramita 80 80 80
2 10203772 Sakila 60 70 65
3 20103098 Yusuf 90 90 90
4 22103432 Sulaiman 90 80 85
5 11103765 Sekar 70 80 75
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~-------------------

Sintaksis

Sintaksis

Sintaksis suatu bahasa program menguraikan struktur program tanpa pertimbangan [dari;ttg] maksud/arti mereka.

Kata kunci dan ungkapan: Ungkapan reguler, tatabahasa reguler, context-free tatabahasa, menguraikan(kalimat) pohon, kerancuan, BNF, kepekaan konteks, tatabahasa atribut, menerima warisan dan manyatukan atribut, penyaring gambar tv, analisa berhubungan dengan kamus, parser, ilmu semantik statis.

Sintaksis mempunyai kaitan dengan struktur tataruang dan program dengan penampilan mereka. unsur-unsur [yang] Yang syntactic suatu bahasa program *apakah ditentukan oleh perhitungan model dan perhatian pragmatis. Ada dengan baik dikembangkan perkakas ( reguler, context-free dan tatabahasa atribut) untuk/karena uraian [menyangkut] sintaksis bahasa program. Tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan dan mungkin (adalah) digunakan untuk generasi dan pengenalan kedua-duanya program. Tatabahasa adalah tidak terikat pada computational model dan adalah bermanfaat untuk uraian [menyangkut] struktur bahasa secara umum.

Context-Free tatabahasa *apakah digunakan untuk menguraikan curah [menyangkut] struktur bahasa; ungkapan reguler *apakah digunakan untuk menguraikan unit yang berhubungan dengan kamus ( tanda); tatabahasa atribut *apakah digunakan untuk menguraikan konteks bagian [yang] sensitip [menyangkut] bahasa [itu]. atribut Tatabahasa *apakah diuraikan di (dalam) suatu bab kemudiannya.

dan Abjad Bahasa

Suatu bahasa secara formal digambarkan oleh kata-kata nya dan struktur [kalimat;hukuman] nya. Di (dalam) bagian ini, kita kembang;kan barang kelontong dasar [kalimat;hukuman] dan kata-kata sebagai dawai-dawai kata-kata. Koleksi kata-kata dari [kalimat;hukuman] yang *apakah dibangun [disebut/dipanggil] suatu abjad dan suatu bahasa adalah suatu koleksi dawai-dawai membentuk dari unsur-unsur [menyangkut] abjad [itu]. Suatu dawai dengan tidak ada kata-kata dari abjad [memanggil/hubungi] dawai yang kosong dan ditandai oleh lamda. Definisi 2.1 menyusun barang kelontong ini.

Definisi 2.1: dan Abjad Bahasa

S

Suatu abjad adalah suatu nonempty, [yang] terbatas satuan lambang.

L

Suatu bahasa L (di) atas suatu abjad adalah suatu koleksi dawai-dawai unsur-unsur. mengosongkan dawai. adalah suatu dawai dengan tidak ada lambang sama sekali.

S* Satuan dari semua dawai-dawai unsur-unsur [yang] terbatas mungkin ditandai oleh*.. adalah suatu unsur*.

Suatu dawai adalah suatu urutan lambang [yang] terbatas dari suatu abjad, Sigma. Penggabungan dua dawai-dawai v dan w adalah dawai [itu] wv yang diperoleh dengan menambahkan catatan dawai w di sebelah kanan dawai v.

Bahasa program memerlukan dua tingkatan uraian, tingkatan yang paling rendah adalah sebagai suatu tanda. Tanda suatu bahasa program adalah kata kunci, identifiers, tetap dan lain lambang yang muncul di (dalam) bahasa [itu]. Di (dalam) kekosongan program utama()

printf("Hello World\N");

tanda adalah kekosongan, utama,(,),{, printf,(, " Salam World\N",),;,}

Abjad untuk bahasa [menyangkut] tanda yang berhubungan dengan kamus adalah karakter menetapkan [selagi/sedang] abjad untuk suatu bahasa program adalah satuan tanda berhubungan dengan kamus; Suatu dawai di (dalam) suatu bahasa L [disebut/dipanggil] suatu [kalimat;hukuman] dan adalah suatu unsur Sigma*. [Dengan] begitu suatu bahasa L adalah suatu subset Sigma*. Sigma+ adalah satuan dari semua nonempty dawai-dawai Sigma mungkin, maka Sigma+= Sigma*-{ lamda}. Suatu tanda adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa untuk tanda dan suatu program adalah suatu [kalimat;hukuman] di (dalam) bahasa program.

Jika L0 dan L1 adalah bahasa, kemudian L0L1 menandakan bahasa [itu] { xy| x adalah di (dalam) L0, dan y adalah di (dalam) L1}. Itu adalah L0L1 terdiri dari dari semua penggabungan [yang] mungkin suatu dawai dari L0 yang diikuti oleh suatu dawai dari L1.

dan Tatabahasa Bahasa

Pemesanan lambang di dalam suatu tanda *apakah diuraikan oleh ungkapan reguler. Pemesanan lambang di dalam suatu program *apakah diuraikan oleh context-free tatabahasa. Di (dalam) bagian ini, kita menguraikan context-free tatabahasa. Suatu bagian kemudiannya menguraikan ungkapan reguler. Context-Free tatabahasa menguraikan bagaimana unit berhubungan dengan kamus ( tanda) dikelompokkan ke dalam struktur penuh arti. Abjad ( satuan unit berhubungan dengan kamus) terdiri dari [menyangkut] kata kunci, identifiers, tetap, pemberian tanda baca lambang, dan berbagai operator. [Selagi/Sedang] context-free tatabahasa adalah cukup untuk menguraikan kebanyakan bahasa program membangun, mereka tidak bisa menetapkan context-sensitive aspek suatu bahasa seperti kebutuhan yang suatu nama harus diumumkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan, [order/ pesanan] dan jumlah parameter nyata di (dalam) suatu panggilan prosedur harus memenuhi [order/ pesanan] dan jumlah argumentasi formal di (dalam) suatu deklarasi prosedur, dan jenis itu harus dapat dipertukarkan timbal balik dari suatu operator tugas.

Suatu tatabahasa terdiri dari suatu koleksi [yang] terbatas [dari;ttg] kategori bersifat tatabahasa ( e.g. kata benda ungkapan, ungkapan katakerja, artikel, kata benda, katakerja dll), kata-kata individu ( unsur-unsur [menyangkut] abjad), [atur/perintah] untuk gambarkan [order/ pesanan] di mana unsur-unsur [menyangkut] kategori yang bersifat tatabahasa harus nampak dan di sana harus suatu kategori bersifat tatabahasa paling umum. Gambar 2.1 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris.

Gambar 2.1:G0 suatu tatabahasa untuk suatu fragmen Bahasa Inggris

kategori Yang bersifat tatabahasa adalah: S, NP, VP, D, N, V.

Kata-Kata adalah: a,, kucing, tikus, peluru/bola, anak laki-laki, anak perempuan, [berlari/ menjalankan], memantul, menangkap.

tatabahasa Aturan adalah:

S--> NP VPNP--> NNP--> D NVP--> VVP--> V NPV--> [berlari/ menjalankan]| yang dipantulkan| caughtD--> a| theN--> kucing| tikus| peluru/bola| anak laki-laki| anak perempuan [Adalah] kategori [yang] yang paling umum (adalah), suatu [kalimat;hukuman].

Di (dalam) suatu context-free tatabahasa, kategori yang bersifat tatabahasa *apakah [disebut/dipanggil] variabel, kata-kata ( tanda) [disebut/dipanggil] terminal, aturan tatabahasa *apakah sedang menulis ulang aturan [memanggil/hubungi] produksi, dan kategori bersifat tatabahasa yang paling umum [memanggil/hubungi] lambang start. Istilah ini diulangi di (dalam) Definisi 2.2.

definisi 2.2:Context-Free tatabahasa Context-Free tatabahasa G adalah suatu mengalikan dengan empat
G= ( V, T, P, S)

[di mana/jika]

V adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang variabel,

T adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang terminal memisah dari V,

P adalah suatu [yang] terbatas satuan dalam menulis ulang aturan ( produksi) tentang format

A--> w [di mana/jika] Suatu di (dalam) V, w di (dalam) ( V perserikatan/pipa sambung T)*

S adalah suatu unsur V [memanggil/hubungi] lambang start.

Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] suatu bahasa. Dengan suatu dawai wof [adalah] format w= uxv [adalah] produksi x--> yis dapat digunakan untuk dawai ini [karena;sejak] xappears di (dalam) dawai [itu]. Produksi mengijinkan [kita/kami] untuk menggantikan xwith yobtaining dawai z z= uyv dan kata[kan itu wderives z. Ini adalah [di]tertulis dasar [ketika;seperti] w==> z

Jika

w1==> w2==>...==> wn [yang] kita kata[kan w1 itu memperoleh wn dan tulis w1==>* wn

Satuan [kalimat;hukuman] suatu bahasa *apakah diperoleh dari lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu]. Definisi 2.3 menyusun gagasan ini.

definisi 2.3:Generation suatu Bahasa dari Tatabahasa

Yang dibiarkan G (adalah) suatu tatabahasa. Kemudian L(G yang di-set)= { w di (dalam) T*| S==>* w} adalah bahasa yang dihasilkan oleh G. Suatu bahasa L adalah context-free iff ada suatu context-free tatabahasa G . seperti (itu) bahwa L= L(G). Jika w di (dalam) L(G), kemudian urutan [itu]==> w1==> w2==>...==> wn==> w adalah suatu asal usul [menyangkut] [kalimat;hukuman] w dan wi *apakah [disebut/dipanggil] sentential format.

Gunakan tatabahasa [itu] G0 [adalah] [kalimat;hukuman] [adalah] kucing menangkap tikus dapat dihasilkan sebagai berikut:

S==> NP VP

==> D N VP

==> N VP

==> kucing VP

==> kucing V NP

==> kucing menangkap NP

==> kucing menangkap D N

==> kucing menangkap N

==> kucing menangkap tikus

Asal usul ini dilakukan di (dalam) suatu leftmost cara. Itu adalah, pada setiap langkah [adalah] leftmost variabel di (dalam) sentential format digantikan.

Kadang-Kadang suatu asal usul jadilah lebih menarik jika [itu] dipertunjukkan dalam wujud suatu asal usul pohon.

S / \ NP VP / \ / \

D N V NP / / / \ [adalah] kucing menangkap \ / \ D N

http://cs.wwc.edu/~aabyan/PLBook/HTML/Syntax.html ( 5 25)8/10/2006 8:26:10 PM

\ \

tikus

Dugaan suatu pohon mendasarkan asal usul disusun di (dalam) Definisi 2.5.

Definisi 2.5: Asal usul Pohon

Yang dibiarkan G= ( V, T, P, S) (adalah) suatu context-free tatabahasa. Suatu asal usul pohon mempunyai kekayaan yang berikut [itu].

1.Akar diberi label.

2.Tiap-Tiap bagian dalam/pedalaman puncak mempunyai suatu label dari V.

3.Jika suatu puncak mempunyai label [Adalah] suatu di (dalam) V, dan anak-anak nya *apakah diberi label ( dari kiri ke kanan) a1,...,
suatu, kemudian P harus berisi suatu produksi [menyangkut] format A--> a1...an

4.Tiap-Tiap daun mempunyai suatu label dari T perserikatan/pipa sambung { lamda}.

Di (dalam) contoh generasi [yang] kita memilih untuk menulis kembali left-most nonterminal dulu. Ketika ada dua atau lebih left-most asal usul suatu dawai di (dalam) tatabahasa ditentukan atau, dengan setara, ada dua asal usul pohon beda untuk [kalimat;hukuman] yang sama, tatabahasa disebut rancu. Dalam beberapa peristiwa, kerancuan mungkin (adalah) dihapuskan oleh pemilihan yang lain tatabahasa untuk bahasa atau yang aturan menambahkan tidak mungkin context-free [atur/perintah]. Definisi 2.6 menggambarkan kerancuan dalam kaitan dengan asal usul pohon.

Definisi 2.6: Tatabahasa Rancu

Suatu context-free tatabahasa G disebut rancu jika [di/ke] sana ada beberapa w di (dalam) L(G) yang mempunyai dua asal usul pohon beda.

Abstrak Sintaksis

Para programmer dan compiler para penulis harus mengetahui lambang yang nyata digunakan di (dalam) program-- sintaksis beton. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis beton ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G1 di (dalam) Gambar 2.2,.

Gambar 2.2:G1 Suatu tatabahasa ungkapan

V={ E}

T={ c, orang yang tak punya naluri,+,*,(,)}

P= { E--> c,

E--> orang yang tak punya naluri,

E--> ( E),

E--> E+ E,

E--> E* E}

S= E

Kita berasumsi bahwa cand idstand untuk manapun [yang] tetap dan identifiers berturut-turut. Wujudkan[lah sintaksis mempunyai kaitan dengan hubungan yang hirarkis dan lambang yang tertentu menggunakan. titik sintaksis abstrak [yang] Yang utama adalah untuk menghilangkan detil penyajian phisik, menetapkan struktur [yang] yang murni [menyangkut] bahasa [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari bahasa [itu]. Suatu tatabahasa melukiskan sintaksis abstrak ungkapan perhitungan adalah tatabahasa G2 di (dalam) Gambar 2.3.

Gambar 2.3:G2 Suatu tatabahasa ungkapan abstrak

V={ E}

T={ c, orang yang tak punya naluri, menambahkan, mult}

P= { E--> c,

E--> orang yang tak punya naluri,

E--> menambahkan E E,

E--> mult E E}

S= E

terminal Lambang adalah nama untuk kelas object.

Suatu perbedaan tambahan antar[a] beton dan sintaksis abstrak appeThe menyetem perbedaan di (dalam) penggunaan beton dan tatabahasa abstrak terbaik digambarkan dengan membandingkan asal usul pohon dan pohon sintaksis abstrak untuk orang yang tak punya naluri ungkapan+ ( orang yang tak punya naluri* orang yang tak punya naluri). asal usul Pohon untuk tatabahasa beton adalah hanya(lah) apa kita akan harapkan

/| \

E+ E

/| \

orang yang tak punya naluri( E)

/| \

E* E

/ \

orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri

[selagi/sedang] pohon sintaksis abstrak untuk tatabahasa abstrak adalah [yang] sungguh berbeda.

menambahkan / \ orang yang tak punya naluri mult / \ orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri Di (dalam) suatu asal usul pohon untuk suatu tatabahasa abstrak, [tangkai pohon/bengkak urat] yang internal *apakah diberi label dengan operator dan kinandar adalah anak-anak mereka dan di sana adalah tidak (ada) lambang beton di (dalam) pohon [itu]. Misahkan[lah pohon sintaksis *apakah digunakan oleh compiler untuk suatu wakilan antara [menyangkut] program [itu].

beton Sintaksis menggambarkan program [jalan/cara] *apakah [di]tertulis [selagi/sedang] sintaksis abstrak menguraikan struktur [yang] yang murni suatu program [oleh/dengan] penetapan hubungan yang logis antar[a] bagian-bagian dari program [itu]. abstrak Sintaksis adalah penting ketika kita adalah tertarik akan pemahaman arti dari suatu program ( ilmu semantik nya) dan ketika penterjemahan suatu program ke kode mesin.

Penguraian

Tatabahasa mungkin (adalah) digunakan kedua-duanya untuk pengenalan dan generasi ( penguraian) tentang [kalimat;hukuman]. Kedua-Duanya pengenalan dan generasi memerlukan temuan [adalah] suatu urutan yang menulis ulang terdiri dari aplikasi [menyangkut] menulis ulang yang aturan mulai dengan lambang start tatabahasa dan akhir dengan [kalimat;hukuman] [itu]. Pengenalan suatu program dalam kaitan dengan tatabahasa [disebut/dipanggil] penguraian. Suatu yang algoritma mengenali program [disebut/dipanggil] suatu parser. Suatu parser yang manapun secara implisit atau dengan tegas membangun suatu asal usul pohon untuk [kalimat;hukuman] [itu].

Ada dua pendekatan untuk menguraikan. Parser dapat mulai dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa dan usaha untuk menghasilkan [kalimat;hukuman] yang sama bahwa mencoba untuk mengenali atau [itu] dapat mencoba untuk memenuhi masukan kepada tangan kanan sisi [menyangkut] produksi [yang] membangun suatu asal usul pohon di (dalam) kebalikan. pendekatan Yang pertama [disebut/dipanggil] top-down [yang] menguraikan dan yang kedua, dari bawah ke atas menguraikan.

Gambar 2.4 menggambarkan top-down [yang] menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan bu kembali masukan tak dikenali. Masukan diteliti dari kiri ke kanan satu tanda pada waktu yang sama.

Gambar 2.4:Top-down Uraikan(Kalimat)

MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN

S kucing menangkap tikus

/ \

NP VP [adalah] kucing menangkap tikus

/ \ \

D N \ [adalah] kucing menangkap tikus

|| \

| \ kucing menangkap tikus| \

kucing \ menangkap tikus / \

V NP menangkap tikus

| \

\ yang ditangkap [adalah] tikus / \

D N tikus

||

| tikus|

tikus

Masing-Masing garis di (dalam) figur menghadirkan langkah tunggal di (dalam) [itu] menguraikan(kalimat). masing-masing Nonterminal digantikan oleh tangan kanan sisi melukiskan itu. Setiap kali suatu terminal memenuhi masukan, tanda bersesuaian dipindahkan dari masukan [itu].

Gambar 2.5 menggambarkan dari bawah ke atas menguraikan dengan mempertunjukkan kedua-duanya [adalah] menguraikan(kalimat) pohon dan masukan tak dikenali yang sisa[nya]. Bahwa[lah menguraikan(kalimat) pohon dibangun terbalik, yaitu., menguraikan(kalimat) pohon dibangun di (dalam) kebalikan.

Gambar 2.5:Bottom-up Uraikan(Kalimat)

MENGURAIKAN(KALIMAT) POHON MENGENALI MASUKAN

kucing menangkap tikus

Sintaksis

kucing menangkap tikus|

D kucing menangkap tikus

|

| kucing menangkap tikus

||

| N menangkap tikus

\ /

NP menangkap tikus

|

| yang ditangkap tikus

||

| V tikus

||

|| tikus

|||

|| D tikus

|||

||| tikus

||||

||| N

|| \ /

|| NP

| \ /

| VP

\ /

S

masing-masing Garis menghadirkan selangkah di (dalam) [itu] penguraian urutan. masukan Tanda menggeser/bergeser dari masukan kepada menguraikan(kalimat) pohon ketika parser adalah tidak mampu untuk mengurangi cabang [menyangkut] pohon [bagi/kepada] suatu variabel.

Table-Driven dan pendaratan berulang menguraikan

pendekatan [yang] paling intuitif dan Yang paling sederhana untuk membangun suatu parser adalah untuk menterjemahkan tatabahasa ke dalam suatu koleksi [dari;ttg] rutin berulang. seperti itu Parser [disebut/dipanggil] suatu pendaratan berulang parser. Suatu prosedur parseN dibangun untuk variabel masing-masing N. tangan kanan Sisi [menyangkut] produksi menentukan badan [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat) prosedur. Variabel di (dalam) tangan kanan sisi menjadi [sebut/panggil/hubungi] [bagi/kepada] suatu menguraikan(kalimat) prosedur. Terminal di (dalam) tangan kanan sisi *apakah diterjemahkan untuk suatu cek verifikasi untuk meyakinkan masukan sesuai dengan terminal dan suatu panggilan prosedur untuk mendapat/kan tanda masukan yang berikutnya. pembatasan dan Detil tambahan pada [atas] tatabahasa adalah menyerah Bab: Terjemahan.

Suatu pendekatan pengubah adalah untuk membangun top-down table-driven parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan tatabahasa [itu] ( pada umumnya disimpan di (dalam) format bentuk tabel). Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:

1.Initialize [adalah] tumpukan dengan lambang start [menyangkut] tatabahasa [itu].

2.Mengulangi sampai tindakan lebih lanjut adalah mungkin

a.Jika puncak tumpukan dan lambang masukan yang berikutnya adalah sama, meletus puncak tumpukan dan mengkonsumsi lambang masukan.

b.Jika puncak tumpukan adalah suatu nonterminal lambang, meletus tumpukan dan mendorong tangan kanan sisi [menyangkut] tatabahasa yang yang bersesuaian [atur/perintah] ke tumpukan [itu].

3.Jika kedua-duanya [adalah] masukan dan tumpukan kosong, menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].

Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.6 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).

Gambar 2.6Top-down menguraikan(kalimat) id+id*id

TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION

E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E--> E

+ E

E+E] id+id*id] letusan& desakan menggunakan E-->

orang yang tak punya naluri id+E] id+id*id] letusan& mengkonsumsi + E] + id*id] letusan& mengkonsumsi

E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->

E*E

E*E] id*id] letusan& desakan menggunakan E-->

orang yang tak punya naluri id*E] id*id] letusan& mengkonsumsi * E] * orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi

E] orang yang tak punya naluri] letusan& desakan menggunakan E-->

orang yang tak punya naluri orang yang tak punya naluri] orang yang tak punya naluri] letusan& mengkonsumsi]] menerima

Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).

Sepertiga alternatif adalah untuk membangun suatu dari bawah ke atas [tabel;meja] [memandu/mengemudi] parser yang terdiri dari suatu pengarah rutin, suatu tumpukan dan suatu tatabahasa disimpan di (dalam) format bentuk tabel. Pengarah yang rutin mengikuti algoritma yang berikut:

1.Pada awalnya tumpukan kosong.

2.Mengulangi sampai tindakan mungkin.

a.Jika puncak n lambang tumpukan memenuhi tangan kanan sisi suatu tatabahasa [atur/perintah] di (dalam) kebalikan, kemudian mengurangi tumpukan lebih lanjut [oleh/dengan] menggantikan n lambang dengan tangan kiri lambang [menyangkut] tatabahasa [atur/perintah].

b.Jika tidak (ada) pengurangan adalah mungkin kemudian bergeser lambang masukan yang sekarang kepada tumpukan [itu].

3.Jika masukan adalah mengosongkan dan tumpukan berisi hanya lambang start [menyangkut] tatabahasa, kemudian menerima masukan cara lainnya, menolak masukan [itu].

Untuk menggambarkan pendekatan ini [yang] kita menggunakan tatabahasa [itu] G1 untuk ungkapan dan menguraikan(kalimat) ungkapan [itu] id+id*id. Gambar 2.7 berisi suatu jejak [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).

Gambar 2.7:Bottom-up menguraikan(kalimat) id+id*id

TUMPUKAN MASUK RULE/ACTION

] id+id*id] Pergeseran

orang yang tak punya naluri] + id*id] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E] + id*id] Pergeseran

+ E] id*id] Pergeseran

id+E] * orang yang tak punya naluri] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E+E] * orang yang tak punya naluri] Pergeseran

* E+E] orang yang tak punya naluri] Pergeseran

id*E+E]] Urangi penggunaan E--> orang yang tak punya naluri E*E+E]] Urangi penggunaan E--> E*E

E+E]] Urangi penggunaan E--> E+E

E]] Nerima

Jejak menunjukkan [muatan/indeks] [menyangkut] tumpukan dan masukan yang sisa[nya] pada langkah masing-masing [menyangkut] [itu] menguraikan(kalimat).

Di (dalam) contoh ini [adalah] pilihan [menyangkut] produksi yang ke penggunaan boleh nampak seperti gaib. Di (dalam) kasus suatu top-down parser, tatabahasa G1 harus ditulis ulang untuk memindahkan kerancuan [itu]. Karena dari bawah ke atas parsers, ada teknik untuk analisa [menyangkut] tatabahasa untuk menghasilkan satu set aneka pilihan terang untuk produksi. . seperti (itu) teknik adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.

Nondeterministic Pushdown automata

Suatu studi hati-hati [menyangkut] penguraian proses mengungkapkan bahwa apakah menguraikan(kalimat) adalah top-down atau dari bawah ke atas, parser harus [memegang/menjaga] informasi beberapa pada [atas] suatu tumpukan. Di (dalam) kasus suatu pendaratan berulang parser, tumpukan adalah tersembunyi dalam recursion [itu]. Di [dalam] kasus top-down parser, [itu] harus meninggal variabel batal/mulai tumpukan dan mendorong bersesuaian sisi kanan pada [atas] tumpukan dan terminal letusan batal/mulai tumpukan ketika mereka memenuhi masukan [itu]. Di [dalam] kasus dari bawah ke atas parser, [itu] harus bergeser ( desakan) terminal ke tumpukan dari masuk dan mengurangi ( letusan) urutan variabel dan terminal batal/mulai tumpukan [yang] menggantikan [mereka/nya] dengan suatu variabel [di mana/jika] urutan variabel dan terminal sesuai dengan tangan kanan sisi produksi beberapa.

Pengamatan ini mempimpin [kita/kami] kepada dugaan menekan automata. Suatu menekan automata mempunyai suatu masukan bahwa itu meneliti dari kiri ke kanan, suatu tumpukan, dan suatu kendali terbatas untuk mengendalikan operasi membaca masukan dan data mendorong pada [atas] dan meletus data batal/mulai tumpukan [itu]. Definisi 2.6 adalah suatu definisi [yang] formal suatu menekan automata.

Definisi 2.6: Push-Down otomat [Adalah] suatu menekan otomat M adalah suatu 7-tuple ( Q, Sigma, Tau, delta, q0, Z0, F)

Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara Sigma adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad masukan Tau adalah suatu abjad terbatas [memanggil/hubungi] abjad tumpukan

delta adalah suatu transisi berfungsi dari Q× ( Sigma perserikatan/pipa sambung { e})× Tau ke [yang] terbatas subsets Q× Tau*

q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan Z0 di (dalam) Tau [memanggil/hubungi] lambang start

F suatu subset Q; satuan dalam negara diterimanya

PDA=< Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Stackalphabet, Tumpukan, Transitionfunction,> Bentuk wujud: C= Satakan x Tumpukan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate,[], Masukan)

t: C--> C

Alihan terizin

t(s,[],[])-- menerima ( mengosongkan stack)t(s,[], S)-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, I, S)= ( s', I, S)-- epsilon movet(s, [ i|I], S)= ( s', I, S)-- mengkonsumsi inputt(s, I, [ x|S])= ( s', I, S)-- meletus stackt(s, I, S)= ( s', I, [ x|S])-- mendorong stackt(s, [ i|I], [ x|S])= ( s', I, S)-- mengkonsumsi masukan dan letusan stackt(s, [ i|I], S)= ( s', I, [ x|S])-- mengkonsumsi masukan dan tumpukan desakan Contoh: palindroms program ( Startstate, Masukan,[])

t(push,[],[])= menerima// mengosongkan masukan t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, S)// memusat, panjangnya aneh palindrom t(push, [ x|I], S)= ( meletus, I, [ x|S])// pusat, bahkan panjangnya palindrom t(push, [ x|I], S)= ( mendorong, I, [ x|S])// sisi yang ditinggalkan t(pop, [ x|I], [ x|S])= ( letusan, I, S)// sebelah kanan t(pop,[],[])= menerima Aplikasi PDAS *apakah diselidiki di (dalam) latihan [itu].

Kesamaan PDA dan CFGS

Sama [halnya] suatu tatabahasa menggambarkan suatu bahasa L(G), maka suatu PDA M menggambarkan suatu bahasa L(M), satuan dawai-dawai bahwa itu menerima. Hubungan antar[a] PDAS dan CFG menarik. Manapun bahasa yang diterima oleh suatu PDA dapat ditunjukkan untuk;menjadi ditunjukkan untuk mempunyai suatu context-free tatabahasa. Juga manapun context-free tatabahasa menggambarkan suatu PDA. [Selagi/Sedang] tanda bukti statemen ini adalah di luar lingkup [dari;ttg] teks ini, gagasan untuk tanda bukti ini. Bentuk wujud suatu PDA dapat diuraikan dalam kaitan dengan suatu context-free tatabahasa. Semua CFGS dapat memasuki suatu format khusus ( Greibach format normal) yang dapat digunakan untuk menguraikan bentuk wujud suatu PDA.

Ungkapan Reguler

[Selagi/Sedang] CFGS dapat digunakan untuk menguraikan tanda suatu bahasa program, ungkapan reguler ( PERIHAL) adalah suatu notasi [yang] lebih menyenangkan untuk menguraikan struktur sederhana mereka. Abjad terdiri dari [menyangkut] karakter yang di-set [yang] di/terpilih untuk bahasa dan notasi meliputi.

`•' untuk menggabungkan materi ( penjajaran digunakan untuk tujuan yang sama),

`|' [bagi/kepada] alternatif terpisah ( sering`+' digunakan untuk tujuan yang sama),

`*' untuk menunjukkan bahwa item yang sebelumnya mungkin (adalah) diulangi nol atau lebih waktu, dan

`('`)' untuk/karena menggolongkan.

definisi 2.7:Regular ungkapan dan bahasa Reguler

Ungkapan Reguler Bahasa

E Menandakan L(E)

øø [yang] di-set Yang kosong; bahasa

dawai kosong; lamda bahasa { lamda} yang terdiri dari [menyangkut] dawai yang kosong a{ a} a; yang bahasa terdiri dari sekedar ( E • F) { uv| u di (dalam) L(E) dan v di (dalam) L(F)} penggabungan;

( E|F) { u| u di (dalam) L(E) atau u di (dalam) L(F)} pertukaran; perserikatan/pipa sambung L(E) dan L(F)

{ u1u2...un| ui di (dalam) L

( E*) ( E) 0<= i <= n, n manapun urutan dari E >= 0}

Identifiers dan angka-angka riil mungkin (adalah) digambarkan menggunakan ungkapan reguler sebagai berikut:

bilangan bulat= D D*

identifier= A(A|D)*

Suatu penyaring gambar tv adalah suatu yang program menggolongkan karakter dari suatu arus masukan ke dalam suatu urutan tanda. Penyaring gambar tv berdasar pada ungkapan reguler mudah untuk tulis. Lex adalah suatu penyaring gambar tv generator sering membungkus dengan lingkungan YANG UNIX [itu]. Seorang pemakai menciptakan suatu file [yang] berisi ungkapan reguler dan Lex menciptakan suatu program untuk mencari-cari tanda yang digambarkan oleh ungkapan reguler itu. teks Para editor menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari dan menggantikan teks. grep perintah YANG UNIX menggunakan ungkapan reguler untuk mencari-cari teks.

Status Terbatas nondeterministic Dan Deterministic Mesin

Ungkapan reguler adalah setara dengan mesin status terbatas. Suatu mesin status terbatas terdiri dari satu set negara ( salah satu dari yang mana [adalah] yang start dan status atau lebih [] yang *apakah sedang menerima negara), satu set transisi dari satu status ke yang lain masing-masing memberi label dengan suatu lambang masukan, dan suatu dawai masukan. masing-masing Langkah [menyangkut] mesin status yang terbatas terdiri dari membandingkan lambang masukan yang sekarang dengan satuan transisi sesuai dengan status yang sekarang dan kemudian mengkonsumsi lambang masukan dan ber/gerakkan kepada status sesuai dengan transisi. Definisi 2.8 negara ini secara formal.

definisi 2.8:Finite Menyatakan Otomat

Suatu otomat status terbatas atau fsa digambarkan oleh mengalikan dengan lima M= ( Q, Sigma, delta, q0, F), [di mana/jika] Q adalah suatu [yang] terbatas satuan negara internal Sigma adalah suatu [yang] terbatas satuan lambang [memanggil/hubungi] delta abjad masukan: Q× Sigma--> 2Q adalah suatu total fungsi [memanggil/hubungi] fungsi transisi q0 di (dalam) Q adalah awal menyatakan F suatu subset Q adalah satuan status akhir

FSM= < Negara, Startstate, Finalstates, Inputalphabet, Masuk, Transitionfunction> Bentuk wujud: C= Satakan x; Inititial bentuk wujud ( Startstate, Masukan)

t: C--> C

Alihan terizin

t(s,[])-- menerima di (dalam) Finalstatest(S, [ x|I])= ( s', I)-- mengkonsumsi inputt(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan Contoh: identifiers ( Startstate, Masukan)

t(start, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ i|I])= ( iklan, I) t(ad, [ d|I])= ( iklan, I) t(ad,[])-- menerima fungsi transisi Delta digambarkan pada [atas] suatu status dan suatu lambang masukan. [Itu] dapat diperluas untuk suatu delta fungsi* pada [atas] dawai-dawai lambang masukan sebagai berikut:

1.delta*(q,-)=q untuk dawai [yang] yang kosong

2.delta*(q,wa)=delta(delta*(q,w),a) untuk/karena semua dawai-dawai w dan masuk lambang [adalah] suatu

Suatu FSA [memanggil/hubungi] deterministic jika ada paling banyak satu transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan [yang] ditentukan dan di sana adalah tidak (ada) transisi lamda. Suatu FSA [memanggil/hubungi] nondeterministic jika ada satu atau lebih transisi dari satu status ke yang lain untuk masukan ditentukan. Suatu Moore mesin adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan masing-masing menyatakan dan suatu mesin Seperti tepung adalah suatu FSA yang berhubungan suatu keluaran dengan transisi masing-masing. Moore dan Seperti tepung FSAS adalah penting di (dalam) aplikasi FSAS.

Kesamaan [dari;ttg] fsa nondeterministic dan deterministic

Itu bisa nampak bahwa suatu mesin yang bisa ` guess' ( [yang] nondeterministic) yang pindah;gerakkan untuk membuat berikutnya akan [yang] lebih kuat dibanding apa yang itu tidak bisa ( deterministic). dalil Yang berikut menunjukkan bahwa di (dalam) kasus FSAS, bukan kasus [itu].

Theorem:Every yang deterministic otomat status terbatas adalah suatu otomat status terbatas nondeterministic. Proof:The definisi suatu FSA deterministic adalah tercakup di definisi suatu FSA nondeterministic.

Dalil: Karena tiap-tiap otomat status [yang] terbatas nondeterministic ada suatu otomat status [yang] terbatas deterministic yang menerima bahasa yang sama [itu].

Bukti:

M=(S,A,T,Q0,F Yang dibiarkan) (adalah) suatu FSA nondeterministic. Menggambarkan[lah M'=(S',A,T',F') sebagai berikut:

S' adalah satuan dari semua subsets; suatu unsur' ditandai oleh [ q1...,qm]

t': t'([q1...,qm],a)= [ p1,...,pn] [di mana/jika] [ p1,...,pn] adalah perserikatan/pipa sambung [menyangkut] negara . seperti (itu) t(qi,a itu)

= pj} F' adalah satuan dari semua negara' itu berisi suatu diterimanya status M

Tanda bukti diselesaikan oleh induksi/pelantikan pada [atas] panjang dawai masukan.

Kesamaan fsa dan ungkapan reguler

Sama [halnya] context-free tatabahasa dan PDAS adalah padanan, ungkapan [yang] sangat reguler dan FSAS adalah padanan seperti yang berikut pertunjukan dalil.

Dalil: Jika r adalah suatu ungkapan reguler kemudian [di/ke] sana ada suatu NFA yang menerima L(R). Bukti ( Sket) bukti Yang formal adalah dengan induksi/pelantikan pada [atas] banyaknya operator di (dalam) ungkapan [itu]. Karena kasus dasar ( mengosongkan dawai di-set, kosong dan singleton menetapkan) bersesuaian fsa adalah sederhana untuk menggambarkan. kasus [yang] semakin Kompleks *apakah ditangani dengan menggabungkan negara [dari;ttg] fsa lebih sederhana.

Dalil: Jika L diterima oleh suatu DFA kemudian L ditandai oleh suatu ungkapan reguler. Bukti di luar lingkup [dari;ttg] teks ini.

Penyajian Grafis

Di (dalam) suatu penyajian grafis, negara *apakah diwakili oleh lingkaran, dengan akhir ( atau menerima) negara yang ditandai oleh dua lingkaran-lingkaran konsentris. start Status ditandai oleh kata[an] `` Start''. Suatu busur lingkaran/lingkungan dari status untuk menyatakan t memberi label suatu menandai (adanya) suatu transisi dari ke t pada [atas] masukan a. Suatu label a/b menunjukkan bahwa transisi ini menghasilkan suatu keluaran b. Suatu label a1, a2,..., ak menunjukkan bahwa transisi dibuat pada [atas] masukan a1 yang manapun , a2,..., ak.

/* MEMERLUKAN Suatu DIAGRAM MANIS DI SINI*/

Penyajian Bentuk tabel

Di (dalam) suatu penyajian bentuk tabel, negara adalah satu index dan masukan lain. Isi [tabel;meja] adalah status yang berikutnya ( dan tindakan jika diperlukan).

Gambar 2.8: bentuk tabel

penyajian untuk suatu transisi berfungsi.

Implementasi FSAS

transisi Fungsi suatu FSA dapat diterapkan sebagai statemen kasus, suatu koleksi prosedur dan sebagai [tabel;meja]. Di (dalam) suatu kasus mendasarkan status penyajian diwakili oleh nilai suatu variabel, statemen kasus ditempatkan di (dalam) badan suatu pengulangan/jerat dan pada [atas] perkataan berulang-ulang masing-masing [menyangkut] pengulangan/jerat, masukan adalah dibaca dan peubah keadaan dibaharui.

Status:= Start;

pengulangan

mendapat/kan masukan [yang] aku
kasus Status

...

Si: kasus [yang] aku

...

Ci: Status:= Sj;

...

akhir

...

akhir

sampai masukan kosong dan diterimanya menyatakan

Di (dalam) suatu penyajian mengenai cara, status masing-masing adalah suatu prosedur. Transisi kepada status yang berikutnya terjadi ketika prosedur mewakili status yang berikutnya jadilah `` yang [disebut/dipanggil]''.

prosedur States(I: masukan)

kasus [yang] aku

...

Ci: mendapat/kan masukan [yang] aku; Statet(I)

...

akhir

Di (dalam) table-driven implementasi, fungsi transisi disandikan di (dalam) suatu dua array dimensional. Satu index adalah status yang sekarang lain adalah masukan yang sekarang [itu]. array Unsur adalah negara.

status:= start;

[selagi/sedang] status!= akhir lakukan

mendapat/kan masukan [yang] aku;

status:= table[state,I]

Implementasi adalah tidak sempurna [karena;sejak] mereka tidak berisi kode untuk berhubungan dengan ujung masukan.

pragmatis

Di ilmu semantik mengukur, mewujudkan sintaksis tidak berarti. Bagaimanapun, mewujudkan sintaksis berarti kepada programmer dan kepada penulis compiler. Programmer memerlukan suatu bahasa yang mudah untuk membaca dan tulis. compiler Penulis ingin suatu bahasa yang mudah untuk menguraikan(kalimat). Detil sederhana seperti penempatan kata kunci, titik koma dan kasus dapat mempersulit hidup [menyangkut] penulis compiler atau programmer.

banyak orang Bahasa *apakah dirancang untuk merancang untuk membuat kumpulan gampang. Gol adalah untuk menyediakan suatu sintaksis sedemikian sehingga kebutuhan compiler membuat hanya orang mengabaikan program [itu]. Kebutuhan ini berarti bahwa dengan (pelajaran) pelengkap perkecualian, masing-masing tetap, jenis, variabel, fungsi dan prosedur harus digambarkan [sebelum/di depan] [itu] disesuaikan. Jual adalah antar[a] [yang] sedikit meningkat kompleksitas [yang] syntactic [menyangkut] bahasa dengan beberapa ditingkatkan di (dalam) beban pada [atas] programmer dan suatu compiler lebih sederhana.

Beberapa isu [yang] yg berhub dg sintaksis spesifik meliputi:

statemen Penghentian dan/atau separation.In Pascal [adalah] titik koma adalah suatu mesin pemisah statemen [selagi/sedang] di (dalam) C titik koma adalah suatu statemen terminator. [Dengan] begitu di (dalam) Pascal [adalah] suatu titik koma tidaklah*janganlah perlu setelah statemen yang ter]akhir di (dalam) suatu urutan statemen ketika diperlukan di (dalam) C. Jika suatu bahasa meliputi suatu statemen kosong, suatu titik koma salah meletakkan dapat ber;ubah arti dari suatu program. Sebagai contoh, di (dalam) program membagi-bagi [selagi/sedang] C lakukan; S; titik koma yang pertama ber/mengakhiri statemen yang kosong mengikuti doand statemen sementara itu; Dik bukan di [dalam] badan [selagi/sedang] statemen.

kasus Sensitivity.Pascal adalah kasus yang tidak dapat merasakan [selagi/sedang] C adalah kasus sensitip.

Mbuka dan menutup keywords.Algol-68 dan Modula-2 memerlukan menutup kata kunci. Modula-2 menggunakan

dan Endwhile Algol-68 menggunakan kebalikan [menyangkut] pembukaan kata kunci untuk example,if C kemudian fi

tugas Operator. tugas Operator bervariasi antar bahasa program sangat mendesak.

:= Pascal dan Ada= FORTRAN, C/C++/Java <-- APL Pilihan di (dalam) FORTRAN dan C/C++/Java adalah orang yang bernasib sial [karena;sejak] tugas adalah berbeda dari persamaan. . EQ. FORTRAN == C/C++/Java Identifikasi fungsi dan prosedur calls.In C, memeriksa prosedur panggilan *apakah dibedakan oleh kehadiran tanda kurung. Pascal tidak memerlukan tanda kurung. kembali[an Values.In C, jika suatu fungsi digunakan sebagai suatu perintah, nilai kembali[an nya diabaikan. Di (dalam) Pascal, suatu fungsi tidak bisa digunakan sebagai suatu perintah. Untuk mengabaikan nilai yang dikembalikan, Modula-3 memerlukan fungsi [sebut/panggil/hubungi] dengan kata kunci [itu] EVAL. Suatu sintaksis mengarahkan editor dapat menggunakan warna, bak, dan tataruang untuk membantu programmer di (dalam) pembeda antar[a] komentar, memesan kata-kata, kode, dan dapat menyediakan penyelesaian perintah. Perspektif Historis dan Lanjut membaca Backus-Naur Mbentuk BNF adalah suatu notasi untuk gambarkan produksi suatu context-free tatabahasa. BNF menggunakan lambang yang berikut<,>,::=,|. Variabel *apakah terlampir antar[a]< dan>. Lambang--> digantikan dengan::=. Lambang| digunakan untuk alternatif terpisah. Terminal *apakah diwakili dengan sendirinya atau *apakah ditulis dalam suatu huruf cetak-buku yang berbeda dari lambang [menyangkut] BNF [itu]. Berikut adalah suatu BNF uraian ungkapan perhitungan.

< Ungkapan>::= < Identifier>| < Nomor;Jumlah>|

< Ungkapan> < Op> < Ungkapan>|

( < Ungkapan>)

< Op>::=+|-|*| /

< Identifier>::= < Surat>

< Identifier>::= < Identifier> < Surat>

< Nomor;Jumlah>::= < Digit>

< Nomor;Jumlah>::= < Nomor;Jumlah> < Digit>

< Surat>::= A|...| Z

< Digit>::= 0|...| 9

EBNF ( BNF yang diperluas)

Beberapa beberapa perluasan untuk meningkatkan yang keadaan dapat dibaca untuk BNF telah diusulkan. Satu . seperti (itu) perluasan adalah untuk tulis nama [menyangkut] variabel di (dalam) huruf miring dan tanpa< dan>. Sebagai tambahan, EBNF ( BNF yang diperluas) adalah suatu kombinasi [menyangkut] BNF dan notasi [dari;ttg] ungkapan reguler. Suatu EBNF produksi aturan [menjadi/dari] format N::= E, [di mana/jika] Nis suatu nonterminal lambang dan Eis suatu memperluas ungkapan reguler. ungkapan reguler Biasa, Emay berisi`|',`*', dan tanda kurung untuk pengelompokan tetapi tidak sama dengan ungkapan reguler biasa, mungkin berisi lambang variabel seperti halnya lambang terminal.

Beberapa perluasan tambahan meliputi penggunaan kait, { E}, atau elipsis (penghilangan kata), E..., untuk menandai (adanya) nol atau lebih [] pengulangan dari suatu item dan tanda-kurung, [ E], untuk menandai (adanya) suatu item opsional.

Gambar 2.8 berisi suatu context-free tatabahasa untuk suatu bahasa program sangat mendesak sederhana.

Gambar 2.8:Context-free tatabahasa untuk [yang] Sederhana

program::= Definisi yang dibiarkan DI (DALAM) command_sequence ;AKHIR;I definisi::= e| BILANGAN BULAT id_seq IDENTIFIER.

id_seq::= e| id_seq IDENTIFIER, command_sequence::= e| command_sequence perintah; perintah:= MELOMPATI| YANG DIBACA IDENTIFIER| Exp| IDENTIFIER:= exp| JIKA exp KEMUDIAN command_sequence SELAIN ITU command_sequence FI| [SELAGI/SEDANG] bool_exp LAKUKAN command_sequence ;AKHIR;I exp::= exp+ istilah| exp - istilah| termterm:: istilah* faktor| faktor / istilah| factorfactor::= factor^primary| utama utama::= NOMOR;JUMLAH| IDENT|( exp) bool_exp::= exp= exp| exp< exp| exp> exp

Sintaksis

Slonneger& Kurts ( 1995) dan Sintaksis Formal Ilmu semantik Bahasa program Addison Wesley Watt, David A. ( 1991) Bahasa program dan Sintaksis Ilmu semantik Prentice-Hall Internasional.

Bahasa Uraian

Adalah mengandung pelajaran untuk membaca uraian bahasa pejabat. Berikut *apakah didaftarkan di (dalam) [order/ pesanan] historis.

FORTRAN Backus, J. W. et. al ( 1956) `` FORTRAN Persandian Otomatis Sistem'' di (dalam) Dokumen Besar di (dalam) Komputer Ilmu pengetahuan lebih lanjut [oleh/dengan] Laplante, P. ed. Barat. 1996.

Mccarthy CEDAL, J. ( 1960) Fungsi [yang] Berulang [dari;ttg] Ungkapan Simbolis ACM Komunikasi 3 4 April 1960, 184-195.

ALGOL 60 Naur, P., ed ( 1963) Laporan Yang ditinjau kembali pada [atas] Bahasa Yang Algorithmic ALGOL 60 Komunikasi [adalah] ACM. 6, 1-17. Algol 68 Pascal Jensen, K. dan Wirth, N. ( 1974) Pascal Pemakai Manual dan laporan 2Ed. Springer-Verlag Ada Pedoman untuk Ada Bahasa program U.S. Departemen Pertahanan, ANSI/MIL­STD 1815A-1983, Washington, D. C., Pebruari, 1983.

Kernighan dan Ritchie ( 1978) `` C Pedoman'' di (dalam) C Bahasa program Prentice Hall/Aula. C++ Pulau Jawa 1.02

( 1996) Pulau Jawa Bahasa Spesifikasi Rencana Haskell 1.3 Peterson, Yohanes., ed ( 1996)a [Adalah] Haskell Laporkan 1.3 Prolog Gödel

Parser ( Compiler) Konstruksi Perkakas

Lex& Yacc ( atau Flex/Bison)

Eli Compiler Konstruksi Sistem

Purdue Compiler-Construction Alat Menetapkan ( PCCTS)

Watt, David A. ( 1993)

Bahasa program Pengolah Prentice-Hall Internationaljack ( Pulau Jawa parser dan penyaring gambar tv konstruksi alat)

Bahasa Formal dan Automata

TM= < Negara, Inputalphabet, Transitionfunction, Finalstates, Startstate> Bentuk wujud: C= Satakan x; Maraf bentuk wujud ( Startstate, Masukan)

t: C--> C

Alihan terizin

t(s, I)-- menerima di (dalam) Finalstates t(s, I)= ( s', I)-- epsilon pindah;gerakkan t(s, ( Yang ditinggalkan, x, [ y|Right]))= ( s', ([ x'|Left], y, Benar))-- pindah;gerakkan [hak/ kebenaran] t(s, ([ x|Left], y, Benar))= ( s', ( Yang ditinggalkan, x, [ y'|Right]))-- gerak meninggalkan